Teks Narasi: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh

Teks Narasi: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh

Apa itu teks narasi? Simak penjelasan mengenai teks narasi, mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, jenis-jenis, dan contohnya.

Apa Itu Teks Narasi?

Apa itu teks narasi? Pengertian teks narasi adalah
(freepik.com/marcovector)

Secara etimologi, kata narasi berasal dari bahasa latin “narae” yang berarti membuat tahu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, pengertian narasi adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian. Sementara pengertian teks adalah naskah atau wacana tertulis. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa teks narasi adalah tulisan yang mengisahkan suatu cerita atau kejadian. Untuk lebih jelasnya, simak pengertian teks narasi menurut para ahli berikut ini.

Pengertian Teks Narasi Menurut Para Ahli

1. Gorys Keraf

Berdasarkan buku Argumentasi dan Narasi, Keraf (2010) berpendapat bahwa pengertian teks narasi adalah suatu wacana yang menyajikan serangkaian peristiwa yang telah terjadi dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah melihat atau mengalami sendiri peristiwa tersebut.

2. Fizona

Menurut Fizona (2009), pengertian dari teks narasi adalah jenis tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan serta merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu.

3. Sirait

Sementara menurut Sirait (1985, 24), pengertian teks narasi adalah jenis karangan mengenai rangaian suatu peristiwa atau kejadian. Teks narasi bertujuan untuk memberi tahu pembaca mengenai kronologi dan pokok permasalahan dari peristiwa tersebut.

4. Novi Remini

Dalam bukunya yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Cerita Indonesia, Remini (2007, 32) menyatakan bahwa narasi adalah jenis tulisan atau percakapan yang bertujuan untuk menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia sesuai perkembangan dari waktu ke waktu.

5. M. Atar Semi

Dalam bukunya yang berjudul Menulis Efektif, Semi (2003, 29) juga mempunyai pendapat yang hampir sama dengan Remini, pengertian narasi adalah bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan untuk menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia sesuai perkembangan dari waktu ke waktu.

6. Isimail Marahimin

Sementara Marahimin (1994,93) berpendapat bahwa narasi adalah cerita yang dibuat berdasarkan rangkaian kejadian atau peristiwa. Dalam cerita tersebut terdapat tokoh yang menghadapi suatu konflik dengan tikaian.

Jadi, apa yang dimaksud dengan teks narasi? Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teks narasi adalah suatu jenis teks yang menceritakan suatu peristiwa yang di dalamnya terdapat tokoh yang menghadapi konflik. Peristiwa tersebut disusun secara kronologis atau sesuai dengan urutan waktu dan diceritakan secara detail sehingga pembaca bisa membayangkan atau merasakan seolah-olah berada dalam cerita tersebut. Peristiwa tersebut bisa berupa kejadian nyata, tetapi bisa juga hanya khayalan semata. Contoh teks narasi adalah cerpen, fabel, dongeng, dan cerita inspiratif.

Apa Tujuan Teks Narasi?

Dari pengertian teks narasi menurut beberapa ahli di atas, kita tahu bahwa tujuan teks narasi adalah memberikan informasi atau wawasan kepada pembaca mengenai kronologi suatu peristiwa sejelas-jelasnya. Teks narasi juga bisa bertujuan untuk menyampaikan amanat terselubung kepada pembaca berdasarkan peristiwa yang diceritakan. Selain itu, teks narasi juga berfungsi untuk menghibur pembaca mengenai pengalaman estetis saat membaca kisah fiksi atau nonfiksi yang ada dalam teks tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Dalman (2015) dalam bukunya yang berjudul Ketrampilan Menulis, tujuan menulis teks narasi adalah:

  • Supaya pembaca seolah-olah dapat menyaksikan atau mengalami kejadian yang diceritakan;
  • Untuk membentuk imajinasi dan menggerakkan aspek emosi pembaca;
  • Menyampaikan amanat terselubung kepada pembaca atau pendengar;
  • Memberi informasi kepada pembaca untuk memperluas pengetahuan;
  • Menyampaikan sebuah makna kepada pembaca melalui daya khayal yang dimiliki.

Apa Ciri-Ciri dari Teks Narasi?

Ciri-ciri dan struktur teks narasi
(freepik.com/marcovector)

Dalam Modul Narasi Literasi disebutkan bahwa ciri-ciri teks narasi adalah sebagai berikut:

  • Berisi cerita atau peristiwa tertentu yang menggunakan gaya bahasa naratif;
  • Cerita memiliki alur yang jelas dari awal hingga akhir;
  • Disusun secara kronologis atau sesuai urutan waktu;
  • Mempunyai tokoh dengan perwatakan yang jelas;
  • Terdapat konflik yang dihadapi oleh tokoh;
  • Menonjolkan unsur tindakan atau perbuatan;
  • Terdapat latar suasana, tempat dan waktu;
  • Memiliki unsur-unsur pembentuk teks narasi.

Apa Saja Unsur-Unsur Pembentuk Teks Narasi?

Menurut Titik (2012, 50-58), unsur-unsur pembentuk teks narasi adalah sebagai berikut.

1. Tema

Tema merupakan pokok pikiran atau gagasan pokok mengenai sesuatu. Dalam teks narasi, biasanya ada suatu peristiwa atau masalah yang menjadi dasar atau inti yang akan mewarnai seluruh cerita dari awal hingga akhir.

2. Tokoh atau Aktor

Tokoh adalah pelaku dalam sebuah cerita. Pelaku yang wajib ada dalam teks narasi adalah tokoh utama yang berperan penting dalam dan menjadi pusat perhatian dalam cerita. Tokoh utama tersebut dapat diceritakan menggunakan sudut pandang orang pertama, kedua maupun orang ketiga.

3. Alur

Alur atau plot adalah jalan cerita dari awal hingga akhir yang mengatur hubungan peristiwa demi peristiwa agar saling berkaitan.  Jalan cerita pada teks narasi disusun secara kronologis sesuai urutan waktu.

4. Latar

Latar merupakan keterangan mengenai terjadinya suatu peristiwa. Ada tiga jenis latar, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. Latar tempat adalah keterangan di mana terjadinya peristiwa. Latar waktu adalah keterangan kapan peristiwa itu terjadi. Sementara latar suasana menggambarkan bagaimana suasana tersebut terjadi.

5. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara atau teknik pengarang dalam penokohan. Ada tiga jenis sudut pandang, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga. Penentuan sudut pandang ini sangat berhubungan dengan kepribadian pengarang.

Bagaimana Kaidah Kebahasaan Teks Narasi?

Contoh Teks Narasi dan Strukturnya
(freepik.com/marcovector)

Biasanya, teks narasi memiliki kaidah kebahasaan yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Kaidah kebahasaan yang menjadi ciri teks narasi adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan Kata Kiasan (Metafora)

Kata kiasan atau metafora adalah kata atau kelompok kata yang tidak mewakili arti yang sebenarnya. Metafora merupakan gaya bahasa yang umumnya digunakan untuk menganalogikan sesuatu dengan hal lain yang berbeda. Metafora disebut juga sebagai gaya bahasa atau majas perbandingan. Biasanya metafora digunakan membuat teks narasi terlihat lebih menarik sehingga pembaca tidak bosan.

Contoh: raja siang, dewi malam, dan tulang punggung.

2. Menggunakan Kata Kerja Transitif dan Intransitif

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang dilengkapi dengan objek, bisa berupa benda, frasa ataupun kata ganti. Sementara kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Kata kerja transitif bisa diubah menjadi bentuk pasif, sedangkan kata kerja intransitif tidak bisa diubah menjadi bentuk pasif.

Contoh kata kerja transitif: Lisa membeli buku. Contoh kata kerja intransitif: Lisa jatuh.

3. Menggunakan Kata Benda, Sifat, Frasa atau Klausa

Teks narasi biasanya menggunakan kata benda, sifat, frasa atau klausa. Penggunaan berbagai kata tersebut tentunya disesuaikan dengan jenis topik yang disampaikan.

4. Menggunakan Konjungsi Kronologis

Konjungsi kronologis adalah kata penghubung yang menjelaskan hubungan waktu antarperistiwa agar pembaca tidak bingung. Contoh: pertama-tama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan akhirnya.

Bagaimana Struktur Teks Narasi?

Struktur teks narasi adalah sebagai berikut.

1. Orientasi

Bagian pertama dari struktur teks narasi adalah orientasi atau pengenalan. Pada bagian ini, penulis memulai ceritanya dengan mengenalkan tokoh dan latar terjadinya peristiwa. Penulis biasanya menggunakan kata-kata magis yang memancing keingintahuan pembaca.

2. Komplikasi

Bagian selanjutnya adalah komplikasi. Bagian ini berisi tentang awal terjadinya konflik. Pada bagian ini, penulis mulai menceritakan kejadian penting, yang menjadi penyebab atau pemicu konflik antar tokoh.

3. Resolusi

Bagian resolusi berisi puncak konflik. Pada bagian ini penulis memaparkan permasalahan inti yang dihadapi oleh tokoh dan bagaimana titik terangnya. Jadi di bagian ini konflik mulai menurun dan bisa diselesaikan.

4. Reorientasi

Bagian terakhir atau penutup adalah reorientasi. Pada bagian reorientasi biasanya berisi pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis melalui peristiwa yang diceritakan. Bagian ini bersifat opsional atau tidak wajib dicantumkan dalam teks narasi.

Contoh Teks Narasi


Apa yang Ditanam Itu yang Dituai

Hari itu langit sangat terik, tetapi Budi tetap menarik gerobaknya. Dia susuri lorong-lorong pasar itu dengan harap ada yang membeli getuk buatan ibunya. Hari itu Budi sangat memerlukan uang untuk biaya pengobatan ayahnya.

Sejak pagi tadi Budi mengelilingi pasar dengan gerobaknya, tetapi tak seorang pun yang membeli bahkan hanya untuk menawarnya. Budi hampir putus asa, pikiran-pikiran jahat mulai masuk ke otaknya. Namun, Budi teringat kata-kata ibunya bahwa berbuat baik dan berdoalah agar mendapat berkah dari Allah. Budi menepis semua pikiran jahat tadi dan berdoa kepada Allah agar dia bisa mendapatkan uang untuk ayahnya.

Budi melanjutkan perjalanan. Saat itu Budi melihat seorang pria yang sedang mengikuti seorang ibu.

“Pasti orang itu akan berbuat yang tidak-tidak!” pikir Budi.

Benar saja, seketika pria itu merampas tas si ibu. Ibu itu menjerit, dengan cepat kilat Budi menjegal pencuri itu hingga terjatuh. Tas itu pun terjatuh bersama si pencuri, lalu pencuri tersebut melarikan diri. Budi mengambil tas itu dan memberikannya kepada.

“Terima kasih, Nak, untung ada dirimu,” kata ibu itu.

“Iya, lain kali hati-hati ya, Bu,” jawab Budi sambil meninggalkan ibu itu.

“Sebentar, Nak, ini ada sesuatu untukmu,” kata ibu itu.

“Tidak usah, Bu,” tolak Budi dengan halus.

Wanita itu kagum dengan kebaikan Budi. Tanpa sengaja dia melihat gerobak getuk dan berkata, “Baiklah kalau kamu tidak mau menerimanya, biarkan saya membeli semua getukmu.”

Budi senang dan terharu, akhirnya dia bisa membelikan obat untuk ayahnya.

“Terima kasih, Bu,” jawab Budi.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *