Pidato: Pengertian, Tujuan, Struktur, dan Contoh Teks Pidato

Apa itu pidato? teks pidato adalah

Apa itu pidato dan bagaimana struktur teks pidato yang benar? Jika kamu belum tahu, simak penjelasan lengkap mulai dari pengertian hingga contohnya di sini.

Apa Itu Pidato?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, pidato adalah pengungkapan pikiran atau gagasan dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada khalayak (orang banyak). Sementara menurut Burney dalam buku yang berjudul Private and Public Speaking, pidato diartikan sebagai komunikasi gagasan dan perasaan menggunakan lambang-lambang yang terlihat dan terdengar yang berasal dari pembicara. Jadi bisa dibilang teks pidato adalah tulisan atau naskah berisi pemikiran seseorang yang akan disampaikan di depan umum.

Struktur dan contoh teks pidato
(freepik.com/stories)

Apa Tujuan Berpidato?

Sebenarnya tujuan pidato ada bermacam-macam. Ada yang bertujuan untuk memberi motivasi, ada juga yang bertujuan untuk menghibur pendengar. Secara garis besar, tujuan pidato ada empat, yaitu:

1. Informatif

Informatif artinya bersifat menerangkan atau memberikan informasi. Jadi, salah satu tujuan pidato adalah memberikan informasi atau menerangkan sesuatu kepada khalayak ramai supaya diketahui oleh pendengar. Misalnya, memberikan informasi mengenai adanya suatu peristiwa penting.

2. Argumentatif

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, argumentatif berarti mengandung alasan yang dapat digunakan sebagai bukti. Jadi, tujuan lain dari pidato adalah meyakinkan pendengar dengan cara memberikan beberapa bukti atau alasan pendukung agar mereka mempercayainya. Contohnya adalah calon ketua OSIS yang berorasi menyampaikan visi misinya agar pendengar percaya kemudian memilihnya.

3. Rekreatif

Rekreatif artinya bersifat menghibur. Pidato mempunyai tujuan lain yaitu memberikan hiburan kepada pendengar agar mereka merasa senang. Misalnya, panitia yang sedang memberikan pidato pembukaan di acara hiburan. Contoh lainnya yang sedang populer adalah komedian yang sedang melakukan komedi tunggal.

4. Persuasif

Tujuan pidato yang terakhir adalah mendorong atau memberikan motivasi kepada pendengar agar mereka mau bertindak atau berbuat sesuai dengan keinginan pembicara. Misalnya adalah pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Macam-Macam Metode Pidato

Menurut Buku Bahasa Indonesia Paket A, metode pidato ada empat macam.

1. Metode Naskah

Metode naskah adalah cara berpidato dengan membaca naskah atau teks pidato. Biasanya metode ini digunakan pembicara dalam acara resmi, seperti pidato kenegaraan. Metode ini kurang cocok untuk acara yang santai atau nonformal. Hal ini karena sifatnya agak kaku. Pembicara yang menggunakan metode ini matanya selalu tertuju pada naskah. Jadi pembicara tidak bebas menatap pendengar sehingga seolah-olah berbicara sendiri.

2. Metode Menghafal

Sesuai namanya, metode menghafal adalah cara berpidato dengan menghafalkan kata demi kata, kalimat demi kalimat. Jadi sebelum berpidato, kita perlu persiapan yang matang. Dimulai dengan membuat naskahnya terlebih dahulu, lalu menghafalkan setiap kalimatnya, baru kemudian disampaikan di depan umum. Kelemahan dari metode ini, yaitu biasanya penyampaiannya kurang menarik. Hal ini karena pembicara biasanya menggunakan intonasi yang kurang beraturan, cenderung berbicara cepat-cepat. Pembicara juga biasanya kurang menghayati kata-kata yang diucapkan akibat terlalu fokus dengan hafalannya. Jika lupa dengan kalimat yang akan disampaikan, pembicara akan diam dan tidak bisa melanjutkan pidatonya. Maka dari itu metode ini kurang cocok bagi orang yang daya ingatnya kurang bagus.

3. Metode Impromptu

Metode impromptu adalah cara berpidato yang serta merta tanpa persiapan. Pembicara akan berpidato secara spontan sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Sebelum berpidato, biasanya pembicara hanya mengetahui tema yang akan dibicarakan, tanpa membuat naskah pidato. Metode impromptu biasanya digunakan oleh orang-orang yang sudah menguasai tema dan terbiasa berbicara di depan umum. Misalnya guru yang berbicara di depan murid-muridnya.

4. Metode Ekstemporan

Metode ekstemporan adalah cara berpidato berdasarkan poin-poin yang ingin disampaikan. Sebelum berpidato, pembicara biasanya mempersiapkan gagasan-gagasan yang ingin disampaikan. Gagasan tersebut ditulis secara berurutan di dalam kertas kecil. Jadi saat berpidato, pembicara biasanya membawa kertas kecil yang berisi catatan penting mengenai apa saja yang akan disampaikan. Bisa dibilang, metode ini adalah yang paling baik karena terencana, tetapi pembicara bisa berbicara dengan bebas.

Ciri Kebahasaan Teks Pidato

1. Menggunakan Kosakata Baku

Kata baku adalah kata yang ejaan dan pelafalannya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Mulai tahun 2015 standar kata baku mengacu kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kumpulan dari kata baku serta ejaan dan pengertiannya, dapat kita cari di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata baku umumnya dipakai pada kalimat yang resmi, salah satunya pada teks pidato. Contoh dari kata baku adalah:

Kata BakuTidak BakuArtinya
SayaGueMenunjuk diri sendiri
Klubclubkelompok
TidakEnggak, indakMenyatakan pengingkaran

2. Menggunakan Kata Sapaan

Kata sapaan adalah kata-kata yang digunakan untuk menyapa orang tertentu, seperti Bapak, Ibu, dan Saudara. Saat berpidato, kata sapaan digunakan untuk menyapa para pendengar. Contoh penggunaan kata sapaan dalam teks pidato:

  • Saya ucapkan selamat siang kepada Bapak/Ibu sekalian.
  • Hadirin yang berbahagia.

3. Menggunakan Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah jenis kalimat yang mempunyai susunan kata mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Tentu saja karena kita berbicara tentang bahasa Indonesia, kaidah yang menjadi patokan kalimat efektif dalam bahasan ini adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Contoh kalimat tidak efektif:

  • Para hadirin yang berbahagia.

Kalimat ini tidak efektif karena kata hadirin sudah bermakna jamak. Kalimat tersebut menjadi efektif jika kata para dihilangkan.

Contoh kalimat efektif:

  • Hadirin yang berbahagia.

4. Kalimat Ajakan

Kalimat ajakan adalah kalimat yang berisi anjuran supaya seseorang mau melakukan sesuatu. Seringnya, kalimat ajakan ini digunakan dalam pidato persuasi.

Contoh kalimat ajakan pada teks pidato adalah:

  • Marilah kita buang sampah pada tempatnya.
  • Janganlah berbuat yang tidak sesuai dengan aturan.

Struktur Teks Pidato

Struktur teks pidato terdiri dari tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup

1. Pembuka Pidato

Pembuka pidato biasanya berupa salam pembuka, kalimat sapaan kepada pendengar atau ucapan penghormatan, kalimat pujian atau ungkapan syukur kepada Tuhan, serta ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan kehadiran para undangan.

2. Isi

Bagian isi adalah bagian inti dari pidato. Bagian ini biasanya berisi pokok-pokok permasalahan yang ingin disampaikan kepada pendengar.

3. Penutup

Bagian penutup berisi imbauan, ajakan, saran, dan kesimpulan apa yang telah disampaikan sebelumnya. Bagian ini juga berisi ucapan terima kasih dan permohonan maaf.

Contoh Teks Pidato Bahasa Indonesia Beserta Strukturnya

Salam PembukaAssalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera!
Ucapan penghormatan/ Kalimat SapaanYang tercinta, Teman-teman kelas IX SMP Nusa Indah.
Ungkapan SyukurPertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul hari ini.
PendahuluanTeman-teman yang berbahagia, pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang “Disiplin Berlalu Lintas”. Dengan disiplin berlalu lintas, maka kita ikut mengurangi angka kecelakaan dan mengurangi kemacetan.
Inti PidatoMendengar kata lalu lintas, kita akan terbayang dengan kemacetan dan kendaraan yang saling mendahului. Bahkan kendaraan roda dua sampai naik trotoar untuk menghindari kemacetan. Lampu merah pun tetap dilanggar karena tidak sabar menunggu lampu kembali hijau. Bahkan pejalan kaki dapat menyeberang senaknya, bukan di tempat khusus penyebrangan. Belum lagi angkutan umum dengan bebas menaikkan dan menurunkan penumpang, baik di pinggir maupun tengah jalan. Inilah potret lalu lintas di sebagian besar jalan daerah kita.   Apakah kita nyaman dengan hal ini? Tentu saja tidak, karena kondisi ini menyebabkan rawan kecelakaan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Sebagai pengguna jalan, kita harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan. Sebagai pengendara harus memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Jadi teman-teman yang mengendarai sepeda motor, sudahkah memiliki SIM, membawa surat-surat kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan HP saat berkendara dan menggunakan alat keselamatan? Alat keselamatan bagi pengemudi dan penumpang roda dua adalah helm. Sementara bagi pengemudi roda empat adalah sabuk pengaman.   Sedangkan sebagai pejalan kaki, tentu saja kita harus berjalan di trotoar yang memang khusus untuk pejalan kaki. Menyeberang di tempat penyeberangan dan menghentikan kendaraan umum di halte atau tempat yang ditentukan.   Sebagai penumpang, bila kita mendapatkan pengemudi yang seenaknya, kita sebaiknya mengingatkannya. Kita dapat menegur pengemudi tersebut dan mengingatkan untuk mengurangi kecepatan dan mematuhi rambu lalu lintas.
PenutupDemikian Teman-teman, sebagai sesama pengguna jalan, kita harus saling mengingatkan untuk berkendara dengan aman, supaya selamat sampai tujuan. Tidak usah tergesa karena akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Patuhi rambu yang ada, tetap waspada dan konsentrasi ketika di jalan.
Salam PenutupSemoga kita menjadi pelopor disiplin berlalu lintas di lingkungan kita. Teman-teman, mari menjadi pengguna jalan yang disiplin. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat. Terima kasih atas perhatiannya. Akhirulkalam wassalamualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi.
Sumber: Buku Bahasa Indonesia Paket A

Contoh Teks Pidato tentang Kebersihan

Berikut adalah contoh teks pidato singkat tentang kebersihan, yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia Paket A Setara SD/MI.


Assalamualaikum Wr.Wb

Yang terhormat Ibu Wali Kelas, serta teman-teman yang saya cintai.

Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT karena atas berkah dan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afi at pada hari yang cerah ini.

Teman-teman yang saya banggakan.

Pertama-tama perlu kita sadari bahwa lingkungan adalah tempat menggantungkan hidup bagi kita semua, umat manusia. Maka, kita harus menjaga lingkungan kita baik-baik agar bumi menghasilkan keuntungan bagi kita, bukan kerugian, bahkan bencana bagi kita. Salah satu cara agar lingkungan tidak memberikan bencana bagi kita adalah menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam menjaga kebersihan lingkungan maka kita harus mengetahui terlebih dahulu apa arti kebersihan lingkungan. Arti kebersihan lingkungan yang sesungguhnya adalah suatu keadaan lingkungan yang layak untuk ditinggali manusia, yakni keadaan kesehatan manusia secara fisik dapat terjaga. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta kehidupan yang layak dan sejahtera.

Teman-teman yang berbahagia.

Menjaga kebersihan lingkungan adalah cara terbaik dalam mencegah berbagai penyakit yang mengintai pada musim hujan seperti sekarang. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari membersihkan sekolah kita tercinta ini. Apabila sekolah kita bersih, orang lain pun tak segan untuk mencontoh kebiasaan baik kita dalam membersihkan sekolah kita ini. Dan kita sebagai penghuni sekolah ini juga terkena dampak positifnya, yaitu kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman karena lingkungan sekolah kita bersih.

Teman-teman, bagaimana caranya menjaga kebersihan lingkungan sekolah? Tentu kita sudah sering melakukannya. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan cara membuang sampah yang ada di lingkungan sekolah kita ke tempat sampah, melaksanakan kegiatan piket kelas setiap hari secara teratur dan 30 menit setiap hari Jumat dalam rangka membersihkan lingkungan sekolah dari sarang nyamuk Aedes aegypti yang menimbulkan penyakit demam berdarah.

Teman-teman sekalian, sebagai penutup saya mengutip kata pepatah yang mengatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, maka apabila seseorang tidak peduli terhadap kebersihan maka ia sesungguhnya bukan merupakan orang yang beriman penuh. Ke depannya saya juga berharap kita sebagai umat manusia dapat lebih giat lagi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Teman-teman yang berbahagia.

Sekian pidato dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat kita laksanakan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkurang rumah. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *