Slang Words Adalah: Berikut Penjelasan Lengkap Apa Itu Slang Words

Slang Words adalah – Saat kita menonton film, serial TV, atau video berbahasa Inggris, terkadang kita akan menemukan kosakata bahasa Inggris yang tidak kita pahami sebelumnya. Namun, saat kita mencari kata-kata tersebut dalam kamus, tesaurus, atau kamus idiom bahasa Inggris, kita tidak dapat menemukan artinya. Dengan kata lain, artinya terlihat tidak cocok dengan apa yang diucapkan atau dituliskan. Jangan khawatir, siapa tahu kata tersebut adalah sebuah slang words.

Jasa Proofreading Dokumen

Jadi, apa itu slang words? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: 16 Macam Tenses Lengkap dengan Contohnya

Penjelasan Lengkap Apa Itu Slang dan Asal-usulnya

Jasa Proofreading Dokumen

Apa itu slang?

Apa itu slang word? Slang words adalah kosakata tidak baku baik berupa ucapan atau tulisan. Umumnya, slang word dituturkan oleh suatu kelompok orang secara informal. Oleh para penuturnya, bahasa slang sengaja dibedakan dengan bahasa baku atau bahasa standar yang lebih formal. Tujuannya untuk memudahkan percakapan, membedakan satu kelompok dengan kelompok lain, atau tujuan lain. Kalau begitu, bahasa slang terlihat seperti bahasa gaul ya? Yups, bahasa slang memang lebih kita kenal dengan “bahasa gaul”.

Apa itu slang? Menurut KBBI, slang words adalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, slang words adalah jenis bahasa tidak resmi yang bersifat musiman. Biasanya digunakan oleh kelompok sosial tertentu saat berkomunikasi internal agar tidak dipahami oleh orang yang bukan anggota kelompoknya.

Apa itu slang? Menurut Dumas dan Lighter, slang words adalah

Apa itu slang menurut Dumas dan Lighter? Dalam mendefinisikan slang, Dumas dan Lighter (1978) mengatakan bahwa sebuah ekspresi bahasa (baik kosakata atau ucapan) dapat dianggap sebagai “slang murni” bila telah memenuhi setidaknya dua dari kriteria berikut:

  • Ekspresi tersebut merendahkan “martabat dari ucapan atau tulisan yang formal atau serius” walau hanya bersifat sementara.
  • Penggunaan ekspresi tersebut menyiratkan bahwa penggunanya terbiasa dengan makna dari ekspresi itu.
  • Ekspresi tersebut merupakan “istilah yang tabu” untuk digunakan dalam interaksi orang-orang dengan status sosial yang lebih tinggi.
  • Ekspresi tersebut menggantikan “sinonim konvensional yang banyak diketahui”. Hal ini dilakukan untuk menghindari ketidaknyamanan karena sulitnya mengucapkan sinonim konvensional.
Jasa Parafrasa

Sejarah Slang

Asal mula kata slang tidak diketahui dengan pasti. Ada yang menduga bahwa kata slang berasal dari bahasa-bahasa di Skandinavia (seperti slengenavn yang berarti “nama panggilan” dalam bahasa Norwegia). Meskipun teori ini dibantah oleh Oxford English Dictionary, sebagian pakar seperti leksikograf Jonathon Green dan ahli bahasa Anatoly Liberman mendukung teori ini. Alasannya, kata slang mirip dengan slenge (bahasa Norwegia yang berarti “menggantung lepas”, “bergoyang”, atau “menjuntai”) atau slænge (bahasa Denmark yang berarti “melempar”). Slang sendiri (yang susunan hurufnya mirip dengan kata sling yang berarti “melempar”) adalah bahasa “lemparan” – sebuah cara yang cepat dan jujur untuk mengucapkan sesuatu.

Penggunaan kata slang di awal abad ke-18 merujuk pada kosakata yang diucapkan orang-orang “rendahan” atau “tidak terhormat”. Namun, pada awal abad ke-19, slang tidak lagi dikaitkan dengan orang-orang yang “tidak terhormat”. Walau demikian, slang terus digunakan dengan posisi di bawah bahasa baku yang dituturkan orang-orang terpelajar.

Slang sudah ada sejak abad ke-16, bermula dari bahasa khusus yang bernama cant (di Inggris) atau argot (di Prancis). Cant atau argot adalah bahasa rahasia yang digunakan suatu kelompok untuk membedakan mereka dengan orang-orang di luar kelompoknya. Bahasa tersebut juga bertujuan mencegah orang lain mengetahui apa yang diucapkan suatu kelompok.

Slang di Inggris dan Perancis

Di Prancis, Guiraud (1985) menyebut bahwa catatan tertua yang diketahui mengenai kata argot berasal dari sebuah dokumen dari tahun 1628. Kata tersebut kemungkinan diturunkan dari kata les argotiers, yang ditujukan bagi para pencuri di masa itu. Sebagian kosakata argot kemudian diterima sebagai bahasa standar, seperti loufoque (gila, bodoh) yang berasal dari kata fou (gila).

Cant sendiri di Inggris memiliki beberapa versi terkait asal mula katanya. Versi pertama menganggap kata cant berasal dari bahasa Irlandia caint atau dalam bahasa Gaelik Skotlandia cainnt yang berarti “berbicara”. Di sebagian tempat di Connacht, Irlandia, cant merujuk pada aktivitas lelang di suatu pameran dan juga aktivitas berbicara. Versi kedua menganggap kata cant berasal dari bahasa Latin cantāre (“menyanyi”), melalui bahasa Prancis logat Norman canter. Kata tersebut dianggap awalnya digunakan untuk merendahkan nyanyian para biarawan antara abad ke-12 dan ke-15. Secara bertahap, istilah itu digunakan untuk merujuk nyanyian para pengemis, dan akhirnya menjadi kosakata para pengemis dan pelaku kriminal seperti pencuri dan penipu. Istilah ini kemudian dikenal sebagai thieves’ cant (cant pencuri).

Terdapat beberapa buku menggambarkan cant dan argot pada abad ke-16 hingga abad ke-19. Contohnya adalah buku Caveat for Common Cursitors karya Thomas Harman yang terbit tahun 1566 atau novel Les Misérables karya Victor Hugo yang terbit tahun 1862. Bahkan terdapat beberapa kamus cant yang terbit pada masa itu dan menjadi pendahulu dari kamus-kamus bahasa slang saat ini. Salah satunya adalah A New Dictionary of the Terms Ancient and Modern of the Canting Crew yang terbit tahun 1698. Selain itu, ada A Classical Dictionary of the Vulgar Tongue yang terbit tahun 1785.

Slang di Berbagai Negara

Di luar Inggris dan Prancis pun bahasa-bahasa serupa slang juga dituturkan. Contohnya: fenya di Rusia, isiNgqumo di Afrika Selatan, atau nyōbō kotoba di Jepang. Di Indonesia sendiri, bahasa slang yang terkenal adalah bahasa prokem. Bahasa prokem merupakan varian bahasa gaul dari bahasa Indonesia yang umum dituturkan di seputaran Jakarta. Tentu kita pernah mendengar atau bahkan mengucapkan berbagai kosakata dari bahasa prokem, kaya lo pas lagi ketemu sama gue.

Baca juga: Pengertian Grammar dan Contohnya

Slang di Indonesia

Bagaimana bahasa gaul ini muncul? Munsyi (2003) menyebut bahwa sejarah bahasa prokem bisa dirunut dari sekitar paruh kedua dasawarsa 1950-an. Pada saat itu, bahasa prokem banyak dituturkan oleh kalangan bramacorah (residivis). Bahasa ini kemudian mulai menjadi populer pada dekade 1960-an di kalangan anak-anak muda perkotaan. Namun, popularitas bahasa prokem baru mulai meledak pada tahun 1970-an ketika seorang sastrawan, penulis buku, dan wartawan, Teguh Esha, menerbitkan novelnya yang berjudul “Ali Topan Detektip Partikelir”. Di dalam novel yang laris di kalangan anak-anak muda itu, Teguh Esha melampirkan daftar kosakata bahasa prokem.

Peran media masa terhadap penyebaran slang di Indonesia

Hal lain yang membuat bahasa prokem semakin dikenal luas ke seluruh pelosok Indonesia adalah media massa. Sosok Ali Topan muncul kembali, kali ini lewat film “Ali Topan Anak Jalanan” yang disutradarai sendiri oleh Teguh Esha. Film ini mulai tayang pada tahun 1977. Sementara itu, media cetak terkemuka di Indonesia pada dasawarsa 1970-an dan 1980-an kebanyakan berpusat di Jakarta, terutama yang ditujukan untuk anak muda. Majalah dan tabloid remaja menjamur dan memperkenalkan bahasa gaul ini pada pembacanya.

Munculnya jaringan televisi swasta pada dekade 1990-an turut memperkenalkan bahasa prokem. Seperti yang kita ketahui, saat itu semua jaringan televisi nasional berpusat di Jakarta sebagai akibat dari keputusan Menteri Penerangan tahun 1993. Hal ini mempengaruhi ragam siaran di televisi, yang banyak dipengaruhi oleh kondisi masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, isi media massa nasional di Indonesia pun terpengaruh oleh budaya dan bahasa yang berkembang di Jakarta, termasuk penggunaan bahasa prokem. Hal ini diperkuat lagi dengan televisi swasta yang saat itu banyak digandrungi masyarakat dan situasi Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia.

Serupa dengan slang atau cant, bahasa prokem memiliki susunan tata bahasa yang juga berbeda dengan bahasa Indonesia yang baku. Umumnya, sebagian kata yang satu atau dua huruf terakhirnya dihilangkan dan ditambah sisipan “ok”, seperti bokap untuk “bapak” dan doi untuk “dia” (nama “prokem” dalam istilah bahasa slang ini diambil dari kata “preman” – kalangan yang pertama kali memperkenalkan slang ini), menghilangkan awalan me- dengan ng-, dan menggantikan akhiran -in untuk menggantikan -kan, seperti ngerjain untuk “mengerjakan”.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Cek Grammar Bahasa Inggris Gratis

Apakah kita boleh menggunakan slang setiap waktu?

Tentu kita harus melihat konteks situasi dan kondisi apa saat kita ingin mengucapkannya. Coleman (2012) mengatakan bahwa slang kerap diibaratkan sebagai buah liar yang dicangkokkan ke tanaman: ia dapat menjadi sumber kesuburan yang baru, hanya jika dikendalikan dengan baik. Gunakan bahasa slang seperlunya untuk hal-hal informal seperti berbicara dengan teman, dan gunakan bahasa baku untuk keperluan yang lebih formal seperti menulis surat rekomendasi beasiswa.

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment