Apa Itu Kata Baku dan Tidak Baku? Berikut Arti, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Apa Itu Kata Baku dan Tidak Baku? Berikut Arti, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Apa itu kata baku dan tidak baku? Simak pengertian, ciri-ciri, fungsi, dan contoh kata baku dan tidak baku berikut ini.

Apa Itu Kata Baku?

Apa itu kata baku dan ciri-ciri kata baku
(freepik.com/stories)

Pengertian baku menurut KBBI adalah standar atau tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Jadi bisa diartikan, kata baku adalah kata yang sesuai standar yang berlaku. Standar ini bisa berubah seiring berjalannya waktu, sesuai kesepakatan bersama. Sebelum PUEBI diresmikan, standar ini mengacu kepada Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Namun setelah PUEBI diresmikan pada tahun 2015, standar kata baku mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Kata baku jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Biasanya, kata baku digunakan untuk komunikasi yang bersifat resmi, baik itu dalam bentuk tulisan maupun kata-kata (lisan). Tolok ukur saat menggunakan kata baku dalam komunikasi tertulis lebih menekankan pada kebenaran ejaan. Sementara penggunaan kata baku dalam komunikasi lisan lebih menekankan pada kebenaran pelafalan.

Contoh penggunaan kata baku dalam bentuk tulisan adalah sebagai berikut:

  • Saat menulis surat dinas;
  • Saat menulis laporan;
  • Saat menulis karya ilmiah;
  • Saat menulis perjanjian kerja sama.

Contoh penggunaan kata baku dalam bentuk lisan adalah sebagai berikut:

  • Saat berpidato;
  • Saat rapat dinas;
  • Saat kegiatan perkuliahan atau sekolah;
  • Saat wawancara kerja;
  • Saat berdiskusi dengan rekan bisnis.
contoh kata baku

Apa Saja Ciri-Ciri Kata Baku?

Supaya lebih paham apa itu kata baku, berikut ciri-cirinya.

  • Biasanya digunakan dalam percakapan resmi
  • Ejaan sesuai dengan pedoman bahasa yang berlaku
  • Tidak mudah dipengaruhi oleh bahasa asing dan bahasa daerah
  • Memiliki tata bahasa yang baik dan benar
  • Tidak menganduk hiperkorek
  • Tidak rancu
  • Tidak mengandung arti pleonasme (pemakaian kata yang berlebihan)
  • Pemakaian imbuhan bersifat eksplisit

Apa Fungsi Kata Baku?

Dilansir dari berbagai sumber, kata baku digunakan sebagai standar bahasa Indonesia resmi. Fungsi dari pembakuan bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Sebagai pemersatu

Kata baku yang digunakan sebagai standar bahasa Indonesia resmi berfungsi untuk mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Hal ini karena penggunaan bahasa yang sama, yaitu bahasa baku, dapat menjadi penghubung semua penutur yang berasal dari berbagai daerah.

2. Sebagai penanda kepribadian

Pemakaian kata baku dapat berfungsi sebagai penanda kepribadian saat digunakan dalam pergaulan dengan bangsa asing.

3. Sebagai penambah kewibawaan

Bahasa baku juga bisa berfungsi sebagai penambah kewibawaan. Jika bangsa Indonesia mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, kewibawaan bahasa Indonesia akan meningkat.

4. Sebagai kerangka acuan

Kata baku digunakan sebagai kerangka acuan atau tolok ukur untuk menilai ketepatan pemakaian bahasa dalam situasi tertentu.

Apa Itu Kata Tidak Baku?

contoh kata tidak baku

Berbanding terbalik dengan kata baku, kata tidak baku adalah jenis kata yang tidak mengikuti standar atau pedoman bahasa yang berlaku saat ini. Biasanya, kata tidak baku digunakan dalam komunikasi nonformal, bisa secara tertulis maupun lisan. Contohnya adalah saat berbicara dengan teman atau saat berkomunikasi di media sosial.

Kata tidak baku biasanya muncul karena pengaruh bahasa asing maupun bahasa daerah. Seperti tren yang sedang populer, yaitu bahasa Jaksel. Tren bahasa Jaksel ini bermula karena orang-orang di daerah Jakarta Selatan yang sering mencampur-campur antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam satu kalimat. Bahkan ada yang menggabungkan dua bahasa dalam satu kata sehingga menjadi agak rancu. Contohnya adalah kata jujurly yang sedang ngetren baru-baru ini. Kata jujurly berasal dari kata jujur yang merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia. Namun, kata jujur tersebut mendapatkan imbuhan bahasa Inggris di belakangnya, yaitu sufiks -ly yang menandakan adjektiva dan adverbia. Padahal sampai saat ini, imbuhan ly tidak terdaftar sebagai imbuhan asing yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Menurut Kridalaksana (2010), sufiks yang membentuk adjektiva yang berlaku dalam kaidah bahasa Indonesia adalah -an, -ah, -if, -ik, -is, dan -istis. Sementara untuk saat ini, belum ada sufiks yang bisa membentuk adverbia dalam bahasa Indonesia. Maka dari itu, kata jujurly tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia, sehingga maknanya menjadi rancu. Kemungkinan hanya orang-orang tertentu yang paham dengan makna kata tersebut.

apa itu kata tidak baku dan ciri-ciri kata tidak baku

Apa Saja Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

Kata tidak baku biasanya ditandai oleh beberapa ciri sebagai berikut.

  • Ejaan tidak sesuai dengan pedoman bahasa yang berlaku
  • Mudah dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa asing
  • Digunakan dalam percakapan santai
  • Sering kali kalimatnya tidak lengkap, yaitu tidak memiliki subjek atau predikat
  • Bersifat ambigu sehingga sering terjadi salah penafsiran

Cara Membedakan Kata Baku dan Tidak Baku

Masih banyak orang yang belum bisa membedakan kata baku dan tidak baku. Cara paling mudah untuk membedakan kata baku dengan tidak baku adalah mengeceknya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semua kata baku yang berlaku dalam bahasa Indonesia, tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sementara untuk kata tidak baku, tidak semuanya tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, juga terdapat keterangan apakah itu kata baku atau bukan sehingga kita bisa mengeceknya jika tidak tahu.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Berikut adalah beberapa contoh kata baku dan tidak baku yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata BakuKata Tidak Baku
AktifAktip
AktivitasAktifitas
AmbulansAmbulan
AndalHandal
AntreAntri
ApotekApotik
AsasAzas
AstronautAstronot
AtletAtlit
BateraiBaterei
BusBis
Cendera mataCinderamata
DesainDisain
DiagnosisDiagnosa
EfektivitasEfektifitas
EkstremEkstrim
FebruariPebruari
FondasiPondasi
FotokopiPhotokopi
IjazahIjasah
ImporImport
IzinIjin
JadwalJadual
JumatJum’at
HipotesisHipotesa
KedaluwarsaKadaluwarsa
KhawatirKawatir
KonkretKonkrit
KompleksKomplek
KompletKomplit
KualitasKwalitas
KuitansiKwitansi
LegalisasiLegalisir
ManajerManager
ModernModeren
NapasNafas
PikirFikir
PraktikPraktek
ProvinsiPropinsi
RisikoResiko
SaksamaSeksama
SurveiSurvey
SilakanSilahkan
TeknikTehnik
TeknologiTehnologi
TeladanTauladan
TrafiTropi
UtangHutang
ZamanJaman

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *