Apa Itu Kata Serapan? Berikut Jenis, Penulisan, dan Contoh Kata Serapan

Apa Itu Kata Serapan? Berikut Jenis, Penulisan, dan Contoh Kata Serapan

Apa itu kata serapan dan bagaimana cara penulisan unsur serapan yang benar? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Bahasa merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan manusia. Hal ini karena bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi antarmanusia. Dengan bahasa, seseorang dapat bersosialisasi dengan masyarakat ataupun individu lainnya, seperti bertukar pikiran dan pengalaman.

Jasa Translate Dokumen

Sejatinya, bahasa selalu berkembang maju seiring dengan perkembangan pemikiran manusia. Begitu juga dengan bahasa Indonesia yang berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan bahasa Indonesia umumnya disebabkan oleh kontak budaya antarbangsa sehingga pengaruh bahasa lain dapat masuk ke bahasa Indonesia.

Berdasarkan sejarah, bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Melayu. Namun, akibat dari kontak budaya dengan bangsa lainnya, bahasa Indonesia banyak menyerap kata-kata dari bahasa lain. Dalam bahasa Indoensia, kata yang terbentuk sebagai hasil dari penyerapan dari bahasa lain disebut juga kata serapan.

Mengenal Apa Itu Kata Serapan Bahasa Indonesia

Penulisan unsur serapan yang benar dan contoh kata serapan
(freepik.com)

Pengertian Kata Serapan dan Fungsinya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Untuk kata baku, proses penyerapan kata ini harus sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Sementara untuk kata tidak baku, proses penyerapan kata ini biasanya tidak memperhatikan kaidah yang berlaku.

Selain penyerapan kata, dalam bahasa Indonesia juga berlaku penyerapan Imbuhan, baik berupa afiks, prefiks, dan sufiks. Fungsi dari penyerapan kata dan imbuhan, yaitu untuk memperkaya kosa kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Indonesia bersifat dinamis dan terbuka.

Syarat-Syarat Penyerapan

Berdasarkan buku Pedoman Umum Pembentukan Istilah, proses penyerapan suatu kata ke dalam bahasa Indonesia dapat dilakukan jika memenuhi salah satu syarat berikut:

  1. Istilah serapan yang dipilih memiliki konotasi yang lebih sesuai.
  2. Istilah serapan yang dipilih lebih singkat dibandingkan terjemahan bahasa Indonesianya.
  3. Istilah serapan yang dipilih bisa memudahkan tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesianya mempunyai banyak sekali sinonim.
Jasa Proofreading Dokumen

Proses penyerapan tersebut bisa dilakukan tanpa pengubahan, bisa juga dilakukan dengan pengubahan berupa penyesuaian ejaan dan/atau lafal.

Supaya lebih jelas, berikut beberapa contoh istilah serapan yang dianjurkan:

Istilah AsingIstilah Indonesia yang dianjurkanIstilah Indonesia yang tidak dianjurkan
MarathonMaratonLari jarak jauh
DecibelDesibelSatuan ukuran kekerasan suara
OxygenOksigenZat asam

Baca juga: Apa Itu Pronomina dan Contohnya

Jenis-Jenis Kata Serapan

Berdasarkan proses penyerapannya, terdapat empat jenis kata serapan yang berlaku di dalam bahasa Indonesia.

Kata Serapan Adopsi

Adopsi adalah penyerapan kosa kata asing ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah ejaan, pelafalan, dan penulisan.

Contoh kata serapan adopsi adalah sebagai berikut:

  • Data, berasal dari bahasa Inggris data.
  • Film, berasal dari bahasa Inggris film.
  • Angka, berasal dari bahasa Sanskerta angka.
  • Aneka, berasal dari bahasa Sanskerta aneka.
  • Bola, berasal dari bahasa Portugis bola.
  • Rekening, berasal dari bahasa Belanda rekening.

Kata Serapan Adaptasi

Adaptasi adalah proses penyerapan kosa kata asing ke dalam bahasa Indonesia dengan perubahan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan ejaan, pelafalan, ataupun penulisannya.

Contoh kata serapan adaptasi adalah sebagai berikut:

  • Bisnis, berasal dari bahasa Inggris business.
  • Aktor, berasal dari bahasa Inggris actor.
  • Baca, berasal dari bahasa Sanskerta vaca.
  • Bahasa, berasal dari bahasa Sanskerta bhāṣa.
  • Mentega, berasal dari bahasa Portugis manteiga.
  • Dosen, berasal dari bahasa Belanda docent.

Kata Serapan Terjemahan

Terjemahan adalah proses penyerapan kosa kata asing dengan cara mengambil konsep dasar dari bahasa aslinya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Jenis kata serapan ini disebut juga kata serapan pungutan. Contoh kata serapan terjemahan atau pungutan adalah sebagai berikut:

  • Uji coba, berasal dari bahasa Inggris try out.
  • Unduh, berasal dari bahasa Inggris download.
  • Suku cadang, berasal dari bahasa Inggris spare part.

Kata Serapan Kreasi

Penyerapan kosa kata dengan cara kreasi mirip dengan cara terjemahan. Perbedaan keduanya adalah kata serapan yang dihasilkan dari cara kreasi tidak dituntut untuk sama bentuknya dengan kata asalnya. Misalnya jika kata asalnya berjumlah satu kata, kata serapannya bisa jadi berjumlah dua kata. Contoh kata serapan kreasi adalah sebagai berikut:

  • Berhasil guna, berasal dari bahasa Inggris effective.
  • Daring (dalam jaringan), berasal dari bahasa Inggris online.
  • Luring (luar jaringan), berasal dari bahasa Inggris offline.

Baca juga: Jenis-Jenis Kata Berimbuhan dan Contohnya

Kata Serapan dari Bahasa Asing

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Melayu. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu ini telah menyerap unsur-unsur dari bahasa asing sebelum diresmikan ke dalam bahasa Indonesia. Dilansir dari berbagai sumber, bahasa yang banyak diserap ke dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia adalah bahasa Sanskerta, bahasa Arab, bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Cina, bahasa Parsi, bahasa Tamil, bahasa Hindi, dan bahasa Portugis.

Penulisan unsur serapan yang benar dan contoh kata serapan
(freepik.com)

Kata Serapan dari Bahasa Sanskerta

Bisa dibilang, bahasa Sanskerta merupakan bahasa yang paling berpengaruh dalam perkembangan bahasa Melayu. Bahasa ini merupakan bahasa tertua yang unsur-unsurnya banyak diserap ke dalam bahasa Melayu. Menurut berbagai sumber, proses penyerapan bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Melayu (Indonesia) terjadi saat bangsa Melayu kontak dengan orang Hindu yang menggunakan bahasa Sanskerta sebagai media penyebaran agama Hindu dan Budha di Nusantara.

Penulisan Unsur Serapan dari Bahasa Sanskerta

Ada beberapa kaidah penulisan kata serapan yang berasal dari bahasa Sanskerta. Berikut adalah beberapa kaidah penulisan kata serapan dari bahasa Sanskerta yang dilansir dari beberapa sumber.

1. Vokal Panjang

Kata-kata dari bahasa sanskerta yang mempunyai vokal panjang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi vokal pendek. Hal ini karena di dalam bahasa Indonesia tidak ada vokal panjang.

Contoh kata serapan dari bahasa sanskerta yang mengandung vokal Panjang adalah sebagai berikut.

  • Mūḍha diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi muda.
  • Nāma diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi nama.

2. Huruf ç

Kata-kata dari bahasa sanskerta yang mengandung huruf ç diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruf s.

Contoh kata serapan dari bahasa Sanskerta yang mengandung huruf ç adalah sebagai berikut.

  • Çabda diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi sabda.
  • Çastra diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi sastra.

Imbuhan Serapan dari Bahasa Sanskerta

Selain kata serapan, ternyata ada unsur serapan lainnya yang diserap dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Indonesia, yaitu imbuhan. Afiks atau imbuhan yang diserap dari bahasa Sanskerta adalah sebagai berikut.

Prefiks a-

Awalan atau prefiks a- yang diserap dari bahasa sanskerta ini mengandung makna tidak. Contoh imbuhan serapan a- terdapat pada kata amoral yang berarti tidak memiliki moral.

Prefiks tuna-

Menurut Eddy (1989,30) prefiks tuna- sebenarnya tidak termasuk prefiks asli karena kata tuna bisa berdiri sendiri sebagai morfem bebas. Namun dalam bahasa Indonesia, penggunaan kata tuna selalu dilekatkan dengan kata dasar, sehingga kata ini berfungsi sebagai prefiks atau awalan. Prefiks tuna- mengandung makna tidak bisa. Contoh imbuhan serapan tuna- terdapat pada kata tunaaksara yang berarti tidak bisa membaca dan menulis.

Sufiks -man

Akhiran atau sufiks -man berfungsi sebagai pembentuk kata nominal. Sufiks -man mengandung makna orang yang ahli atau orang yang memiliki. Contoh imbuhan serapan -man terdapat pada kata seniman yang berarti orang yang ahli dibidang seni.

Sufiks -wan dan -wati

Fungsi dari sufiks -wan dan -wati sama seperti sufiks -man, yaitu sebagai pembentuk kata nominal. Sufiks -wan berasal dari bahasa Sanskerta -van. Sufiks -wan untuk menunjukkan kata-kata yang maskulin. Sementara sufiks -wati berasal dari bahasa Sanskerta -vati. Sufiks -wati digunakan untuk menunjukkan kata-kata yang feminim. Sufiks -wan mengandung makna orang yang ahli atau orang yang memiliki. Contoh imbuhan serapan -wan terdapat pada kata hartawan yang berarti orang yang memiiki banyak harta.

Kata Serapan dari Bahasa Arab

Bahasa asing kedua yang banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Dilansir dari beberapa sumber, bahasa Arab mulai dibawa ke Nusantara oleh saudagar Persia, Arab, dan India yang menjadi penyebar agama Islam. Proses penyerapan bahasa Arab ke dalam bahasa Melayu mulai terjadi saat banyak raja-raja di Nusantara memeluk agama Islam.

Penulisan Unsur Serapan dari Bahasa Arab

Berikut beberapa kaidah penulisan kata serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

1. Huruf ‘ain (ع) pada awal suku kata

Kata yang mengandung huruf ‘ain (ع) pada awal suku kata, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi a, i, atau u.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf ‘ain (ع) pada awal suku kata adalah sebagai berikut.

  • ‘ilm (علم) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ilmu.
  • ‘ālam (عالم) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi alam.

2. Huruf ‘ain (ع) pada awal suku kata

Kata yang mengandung huruf ‘ain (ع) pada akhir suku kata, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi k.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf ‘ain (ع) di akhir suku kata adalah sebagai berikut

  • Ma’na (معنى) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi makna.
  • Ni’mat (نعمة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi nikmat.

3. Huruf hamzah (ء) yang diikuti vokal

Kata yang mengandung hamzah (ء) yang diikuti vokal, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruf a, i, atau u.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf hamzah (ء) yang diikuti vokal adalah sebagai berikut.

  • ‘Iimān (إيمان) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi iman.
  • Mas‘alah (مسألة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi masalah.

4. Huruf hamzah (ء) di akhir suku kata

Kata yang mengandung hamzah (ء) di akhir suku kata, kecuali akhir kata, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruf k. Sementara kata yang mengandung huruf hamzah (ء) di kata dihilangkan.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf hamzah (ء) yang di akhir suku kata dan di akhir kata adalah sebagai berikut.

  • thulatha‘ (ثلاثاء)diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi selasa.
  • Mu‘min (مؤمن) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi mukmin.

5. Huruf kho (خ)

Kata yang mengandung huruf kho (خ) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruh kh.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf kho (خ) adalah sebagai berikut.

  • Makhluq (مخلوق) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi Makhluk.
  • Tarikh (تاريخ) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi tarikh.

6. Huruf qaf (ق)

Kata yang mengandung huruf qaf (ق) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruh k.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf qaf (ق) adalah sebagai berikut.

  • Yaqin (يقين) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi yakin.
  • Maqsud (مقصود) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi maksud.

7. Huruf syin (ش)

Kata yang mengandung huruf syin (ش) diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi huruf sy.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf (ش) adalah sebagai berikut.

  • Musyāwarah (مشاورة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi musyawarah.
  • Isyārah (إشارة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi isyarat.

8. Huruf dzal (ذ)

Kata yang mengandung huruf dzal (ذ) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi z.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf (ذ) adalah sebagai berikut.

  • Ustādz (أستاذ) diserap ke dalam bahasa Indenesia menjadi ustaz.
  • Idzin (الإذن) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi izin.

9. Huruf za’ (ز)

Kata yang mengandung huruf za’ (ز) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi z.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf (ز) adalah sebagai berikut.

  • Zamān (زمان) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi zaman.
  • Ziyārah (زيارة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ziarah.

Imbuhan Serapan dari bahasa Arab

Unsur serapan lainnya dari bahasa Arab adalah imbuhan berupa sufiks -i, -wi, dan -iah. Ketiga sufiks ini memiliki arti yang hampir sama, yaitu mempunyai sifat. Sufiks -i melekat pada kata yang diakhiri dengan konsonan. Contoh kata yang mengandung sufiks -i adalah alami yang berarti bersifat alam. Sementara sufiks -wi melekat pada kata yang diakhiri dengan hufur vokal. Contoh kata yang mengandung sufiks wi adalah duniawi yang memiliki arti bersifat dunia.

Kata Serapan dari Bahasa Portugis

Bahasa asing ketiga yang diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Portugis. Bahasa ini mulai dikenalkan di Nusantara ketika bangsa Portugis menduduki Malaka pada tahun 1511. Menurut beberapa sumber, bahasa Portugis mulai menjadi bahasa perhubungan antaretnis pada abad ke-17. Pada masa itulah mulai terjadi banyak penyerapan bahasa Portugis ke dalam bahasa Melayu.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Portugis adalah sebagai berikut.

  • Bola diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bola.
  • Dança diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi dansa.
  • Janela diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi jendela.
  • Mesa diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi meja.
  • Tinta diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi tinta.
  • Manteiga diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi mentega.
  • Igreja diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi gereja.
  • Queijo diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi keju.

Kata Serapan dari Bahasa Belanda

Bahasa Belanda mulai dikenal sejak bangsa Belanda mendatangi Nusantara pada awal abad ke 17. Seperti yang tercatat dalam sejarah bahwa Belanda adalah negara penjajah terlama yang menduduki Nusantara dari tahun 1602-1942. Bangsa Belanda merupakan sumber utama bagi kaum pergerakan dalam menimba ilmu. Maka dari itu, banyak gagasan-gagasan kemerdekaan yang mengacu kepada bahasa Belanda. Kata-kata dari bahasa Belanda yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah kata-kata yang berkaitan dengan administrasi dan pemerintahan.

Penulisan Unsur Serapan dari Bahasa Belanda

Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, ada beberapa kaidah penulisan dalam penyerapan bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia.

1. Huruf aa

Kata yang mengandung huruf aa diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi a.

Contoh kata serapan dari bahasa Belanda yang mengandung huruf aa adalah sebagai berikut:

  • Oktaaf diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi oktaf.

2. Huruf ee

Kata yang mengandung huruf ee diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi e.

Contoh kara serapan dari bahasa Belanda yang mengandung huruf ee adalah sebagai berikut.

  • stratosfeer diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi stratosfer.
  • Systeem diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi sistem.

3. Huruf ie

Kata yang mengandung huruf ie diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi i.

Contoh kara serapan dari bahasa Belanda yang mengandung huruf oo adalah sebagai berikut.

  • Grafiek diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi grafik.
  • Subsidie diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi subsidi.
  • Politiek diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi politik.

4. Huruf oo

Kata yang mengandung huruf oo diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi o.

Contoh kara serapan dari bahasa Belanda yang mengandung huruf oo adalah sebagai berikut.

  • Kantoor diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kantor.
  • Komfoor diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kompor.

5. Huruf th

Kata yang mengandung huruf th diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi t.

Contoh kara serapan dari bahasa Belanda yang mengandung huruf oo adalah sebagai berikut.

  • Methode diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi metode.
  • Theocracy diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi teokrasi.

Kata Serapan dari Bahasa Inggris

Bahasa Inggris mulai dikenal oleh bangsa kita sejak bangsa Inggris mulai menduduki Nusantara, khususnya pulau Jawa, pada tahun 1811. Proses penyerapan kosa kata bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, mulai terjadi dari masa penjajahan hingga masa setelah kemerdekaan. Pada masa setelah kemerdekaan, kata serapan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia terjadi melalui hubungan internasional. Hal ini karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang paling banyak digunakan oleh manusia hingga saat ini.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Inggris adalah sebagai berikut.

  • Cosmetic diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kosmetik.
  • Participation diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi partisipasi.
  • Cartoon diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kartun.
  • Boss diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bos.

Baca juga: Cara Penulisan Kata Sapaan yang Benar

Kata Serapan dari Bahasa Daerah

Selain penyerapan bahasa Asing, bahasa Indonesia juga banyak diserap dari bahasa daerah. Hal ini karena bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam suku, bahasa, dan budaya.

Dilansir dari situs resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bahasa daerah yang paling banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Jawa, Minangkabau, dan Sunda.

Faktor yang mempengaruhi banyaknya kosa kata bahasa daerah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah:

  • Jumlah penutur bahasa daerah.
  • Frekuensi penggunaan kosakata bahasa daerah oleh tokoh publik, penulis, dan wartawan di media massa.
  • ketersediaan konsep baru dalam kosakata bahasa daerah yang tidak dimiliki oleh bahasa Indonesia.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Jawa:

  • Ampuh
  • Lugu
  • Langka

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Minangkabau:

  • Acuh
  • Gigih
  • Bertele-tele

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sunda:

  • Nyeri
  • Meriang
  • Mending

Demikian penjelasan mengenai kata serapan mulai dari pengertian hingga cara penulisan kata serapan. Dari penjelasan di atas kita tahu bahwa aturan penulisan kata serapan berbeda-beda tergantung dari asal bahasanya. Penulisan kata serapan ini penting diperhatikan saat menulis tulisan formal seperti jurnal ilmiah atau skripsi. Selain penulisan kata serapan yang benar, kita juga perlu memperhatikan ejaan, tata bahasa, dan logika tulisan saat membuat tulisan formal. Jika kamu masih bingung dengan ejaan, tata bahasa, dan logika tulisanmu, kamu bisa menggunakan jasa proofreading Xerpihan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *