Perbedaan Singkatan dan Akronim: Pengertian, Penulisan, dan Contohnya

Artikel ini menjelaskan tentang perbedaan singkatan dan akronim. Mulai dari pengertian, cara penulisan, hingga contoh singkatan dan akronim.

Halo kawan Xerpihan! Ada yang tahu perbedaan HP dan ponsel? Meskipun kedua kata tersebut merujuk pada benda yang sama, yaitu telepon genggam, ternyata HP dan ponsel memiliki perbedaan dari segi bahasa, lo. HP merupakan singkatan dari hand-phone sedangkan ponsel merupakan akronim dari telepon seluler.

Jasa Translate Dokumen

Wait, memangnya singkatan dan akronim itu beda, ya? Nah, bagi kamu yang belum tahu perbedaan singkatan dan akronim, yuk kita cari tahu bersama.

Apa Perbedaan Singkatan dan Akronim?

Walaupun singkatan dan akronim terlihat sama, ternyata keduanya berbeda, lo. Apa perbedaan singkatan dan akronim? Supaya lebih jelas, mari kita bahas satu persatu apa perbedaan singkatan dan akronim, mulai dari pengertian, kaidah penulisan, dan contohnya. Sebagai tambahan, dibagian akhir artikel ini juga akan diberikan daftar akronim dan singkatan gaul dan artinya agar kamu semakin paham.

Jasa Proofreading Dokumen

Pengertian Singkatan dan Akronim

Secara sekilas, singkatan dan akronim memang sama-sama kependekan dari beberapa kata. Namun jika diperhatikan lagi, ternyata pengertian keduanya berbeda.

Apa itu Singkatan?

Singkatan adalah ringkasan atau kependekan dari satu atau beberapa kata, wujudnya berupa gabungan huruf yang dilafalkan huruf per huruf. Misalnya seperti yang sudah disebutkan tadi. HP merupakan singkatan dari hand-phone yang berarti telepon genggam. Kata HP dilafalkan secara jelas huruf per hurufnya, yaitu H-P.

Apa itu Akronim?

Berdasarkan KBBI, pengertian akronim adalah ringkasan atau kependekan kata, wujudnya berupa gabungan huruf atau suku kata yang ditulis atau dilafalkan sebagai kata yang wajar. Jadi berbeda dengan singkatan yang dilafalkan huruf per huruf, akronim dilafalkan seperti sebuah kata. Misalnya seperti yang sudah disinggung diawal. Ponsel merupakan akronim dari telepon seluler. Akronim ponsel dilafalkan seperti kata yang wajar, bukan dilafalkan huruf demi huruf (p-o-n-s-e-l).

Kaidah Penulisan Singkatan dan Akronim

Jasa Parafrasa

Berdasarkan PUEBI, kaidah penulisan singkatan dan akronim adalah sebagai berikut.

Cara Penulisan Singkatan yang Benar:

Penulisan singkatan berbeda-beda, tergantung jenisnya. Ada yang ditulis dengan huruf kapital, ada yang tidak. Ada yang diikuti tanda titik, ada juga yang tidak.

1. Singkatan nama orang, gelar, jabatan, atau pangkat

Penulisan singkatan untuk nama orang, gelar, jabatan, atau pangkat ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama setiap unsurnya kemudian diikuti dengan tanda titik.

Contoh singkatan nama orang, gelar, jabatan, atau pangkat:

  • R.A. Kartini singkatan dari ‘Raden Ajeng Kartini’
  • H. Agus Salim singkatan dari ‘Haji Agus Salim’
  • S.T. singkatan dari ‘sarjana teknik’
  • M. Si. singkatan dari ‘magister sains’

2. Singkatan nama lembaga, badan, organisasi, dan dokumen resmi

Singkatan nama lembaga pemerintah, badan, organisasi, atau dokumen resmi yang hanya terdiri dari huruf pertama dari setiap unsurnya, maka ditulis dengan huruf kapital tanpa menggunakan tanda titik.

Contoh singkatan nama lembaga, badan, organisasi, atau dokumen resmi:

  • UGM singkatan dari ‘Universitas Gadjah Mada’
  • KUHP singkatan dari ‘Kitab Undang-Undang Hukum Pidana’
  • BPPT singkatan dari ‘Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi’
  • KPK singkatan dari ‘Komisi Pemberantasan Korupsi’
  • BPUPKI singkatan dari ‘Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia’
  • BPJS singkatan dari ‘Badan Penyelenggara Jaminan Sosial’
  • BMKG singkatan dari ‘Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika’
  • PKK singkatan dari ‘Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga’
  • NKRI singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • ASN singkatan dari ‘Aparatur Sipil Negara’

3. Singkatan yang bukan nama diri dan terdiri dari huruf awal setiap kata

Singkatan ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik jika singkatan terdiri dari huruf awal setiap kata tapi bukan nama diri.

Contoh singkatan yang bukan nama diri dan terdiri atas huruf awal setiap kata:

  • KTM singkatan dari ‘kartu tanda mahasiswa’
  • SMP singkatan dari ‘sekolah menengah pertama’
  • STM singkatan dari ‘sekolah teknik menengah’
  • UKS singkatan dari ‘usaha kesehatan sekolah’
  • PT singkatan dari ‘perseroan terbatas’
  • NPWP singkatan dari ‘nomor pokok wajib pajak’
  • PSBB singkatan dari ‘pembatasan sosial skala besar’
  • PLTB singkatan dari ‘pembangkit listrik tenaga bayu’
  • UMKM singkatan dari ‘usaha mikro, kecil, dan menengah’
  • BPUM singkatan dari ‘bantuan produktif usaha mikro’
  • AKM singkatan dari ‘asesmen kompetensi minimum’
  • HSE singkatan dari ‘health, safety, environment

4. Singkatan yang terdiri atas lebih dari dua huruf

Penulisan untuk singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih, yaitu menggunakan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik.

Contoh singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih:

  • dll. singkatan dari ‘dan lain-lain’
  • dst. singkatan dari ‘dan seterusnya’
  • hlm. singkatan dari ‘halaman’
  • ybs. singkatan dari ‘yang bersangkutan;

5. Singkatan yang lazim dalam surat

Apabila singkatan yang lazim digunakan dalam surat-menyurat terdiri atas dua huruf, masing-masing huruf diikuti dengan tanda titik.

Contoh singkatan yang terdiri dari dua huruf yang lazim dalam surat:

  • a.n. singkatan dari ‘atas nama’
  • s.d. singkatan dari ‘sampai dengan’

6. Lambang kimia

Lambang kimia ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama setiap nama atomnya dan tidak diakhiri dengan tanda titik.

Contoh singkatan lambang kimia:

  • O singkatan dari ‘oksigen’
  • P singkatan dari ‘fosfor’
  • He singkatan dari ‘helium’
  • Cl singkatan dari ‘chlorine

7. Singkatan satuan ukuran dan mata uang

Penulisan singkatan yang berupa satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diakhiri tanda titik.

Contoh singkatan satuan ukuran dan mata uang:

  • mm singkatan dari ‘milimeter’
  • mg singkatan dari ‘miligram’
  • ha singkatan dari ‘hektare’
  • A singkatan dari ‘ampere’
  • Rp singkatan dari ‘rupiah’

Cara Penulisan Akronim yang Benar dan Contohnya

Secara umum, penulisan akronim tidak diikuti dengan tanda titik. Sedangkan penggunaan huruf kapital pada akronim tergantung jenis akronim tersebut.

1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal setiap kata

Akronim ditulis menggunakan huruf kapital jika akronim tersebut merupakan nama diri yang terdiri dari huruf awal setiap kata.

Contoh akronim nama diri yang merupakan gabungan huruf awal setiap kata:

  • LIPI akronim dari ‘Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia’
  • BIN akronim dari ‘Badan Intelijen Negara’

2. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata

Huruf kapital hanya digunakan di awal akronim nama diri jika akronim tersebut merupakan gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata.

Contoh akronim nama diri yang terdiri atas gabungan suku kata:

  • Sulsel akronim dari ‘Sulawesi Selatan’
  • Dinkes akronim dari ‘Dinas Kesehatan’
  • Dinsos akronim dari ‘Dinas Sosial’
  • Jateng akronim dari ‘Jawa Tengah’
  • Depdiknas akronim dari ‘Departemen Pendidikan Nasional’
  • Hardiknas akronim dari ‘Hari Pendidikan Nasional’
  • Distanak akronim dari ‘Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan’
  • Napza akronim dari ‘Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif’

3. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan suku kata

Apabila akronim bukan merupakan nama diri dan terdiri dari gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata, akronim tersebut ditulis menggunakan huruf kecil.

Contoh akronim bukan nama diri yang berupa gabungan suku kata:

  • puskesmas akronim dari ‘pusat kesehatan masyarakat’
  • rusunawa akronim dari ‘rumah susun sederhana sewa’
  • tilang akronim dari ‘bukti pelanggaran’
  • daring akronim dari ‘dalam jaringan’
  • luring akronim dari ‘luar jaringan’
  • posyandu akronim dari ‘pos pelayanan terpadu’
  • sutet akronim dari ‘saluran udara tegangan ekstra tinggi’
  • porseni akronim dari ‘pekan olahraga dan seni’
  • siskamling akronim dari ‘sistem keamanan lingkungan’
  • nasakom akronim dari ‘nasionalisme, agama, dan komunisme’
  • bemo akronim dari ‘becak motor’
  • angkot akronim dari ‘angkutan kota’
  • gabut akronim dari ‘gaji buta’

Contoh Akronim dan Singkatan Bahasa Inggris Gaul dan Artinya

Berikut contoh akronim dan singkatan bahasa Inggris gaul yang sedang populer di Indonesia.

1. BTS

Eits, BTS yang dimaksud di sini bukan nama boy band Korea, lo. BTS yang dimaksud adalah singkatan dari ‘behind the scenes’. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya di balik layar. Istilah ini biasanya digunakan dalam dunia perfilman yang merujuk pada cuplikan video tentang proses pembuatan sebuah film.

2. SOP

SOP singkatan dari ‘standard operating procedure‘. Dalam bahasa Indonesia SOP juga dikenal sebagai ‘standar operasional prosedur’, yaitu panduan yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi dalam melaksanakan kegiatan.

3. WFH

WFH singkatan dari ‘work from home’. Arti dari work from home adalah bekerja dari rumah. Singkatan ini mulai populer pada awal tahun 2020 karena adanya pandemi Covid-19.

4. WFO

Sama seperti WFH, istilah WFO juga mulai populer pada awal tahun 2020 karena adanya pandemi Covid-19. WFO sendiri merupakan singkatan dari ‘work from office‘ yang artinya bekerja dari kantor.

5. HRD

HRD singkatan dari ‘Human Resources Department’, yang artinya departemen sumber daya manusia. Sesuai namanya, HRD merupakan suatu departemen yang bertugas untuk mengelola sumber daya manusia di perusahaan, mulai dari proses perekrutan hingga manajemen kinerja.

6. PO

PO singkatan dari ‘pre-order’. Dalam bahasa Indonesia, pre-order artinya pesan terlebih dahulu. Istilah ini biasanya digunakan untuk memesan suatu produk yang belum tersedia.

7. SMS

Istilah SMS mulai populer ketika orang-orang mulai menggunakan telepon genggam. SMS merupakan suatu layanan pesan singkat yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh menggunakan telepon genggam. Kepanjangan dari SMS adalah ‘short message service’. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, short message service artinya layanan pesan singkat.

8. FGD

FGD singkatan dari ‘focus group discussion’, yaitu diskusi kelompok yang fokus membahas masalah tertentu.

9. FYI

FYI singkatan dari ‘for your information’. Kata FYI biasanya digunakan untuk memberikan tambahan informasi yang tidak ditanyakan oleh lawan bicara.

10. ASAP

Jangan salah ya, ASAP di sini bukan berarti uap hasil pembakaran. ASAP yang dimaksud di sini merupakan akronim dari ‘as soon as possible’.  Arti dari ASAP adalah ‘secepat mungkin’ atau ‘sesegera mungkin’. Akronim ini digunakan untuk merujuk suatu kegiatan yang harus dilakukan secepat mungkin.

11. TBH

TBH merupakan singkatan dari ‘to be honest’. Dalam bahasa Indonesia, to be honest berarti sejujurnya. Kata TBH biasanya digunakan untuk mengungkapkan opini atau pendapat pribadi secara jujur.

12. OOT

OOT singkatan dari ‘out of topic‘. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti keluar dari topik. Kata OOT digunakan untuk mengatakan sesuatu yang berbeda dari topik yang sedang dibahas.

13. CMIIW

Kepanjangan dari CMIIW adalah ‘correct me if I’m wrong’. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti perbaiki saya jika saya salah. Istilah ini biasanya digunakan ketika seseorang ingin memberikan pendapat atau informasi yang belum pasti benar, sehingga orang tersebut meminta yang lain untuk memperbaikinya jika ada kesalahan.

14. BTW

BTW singkatan dari ‘by the way’, yang artinya ‘ngomong-ngomong’. Singkatan ini biasanya digunakan seseorang saat ingin memulai pembicaraan.

15. DIY

Jangan keliru, DIY yang dimaksud bukan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam bahasa Inggris, DIY adalah singkatan dari ‘do it yourself’. Istilah ini digunakan untuk merujuk benda yang dibuat sendiri atau handmade.

16. LOL

LOL merupakan akronim dari ‘laugh out loud‘ yang artinya tertawa terbahak-bahak. Kata LOL biasanya digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sangat lucu yang membuat tertawa terbahak-bahak.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan singkatan dan akronim, mulai dari pengertian apa itu singkatan dan apa itu akronim hingga kaidah penulisan singkatan dan akronim serta contoh keduanya. Semoga setelah membaca artikel ini kamu bisa paham perbedaan singkatan dan artikel serta kaidah penulisan singkatan dan artikel yang benar.

Bagi kamu yang ingin memeriksa penulisan naskahmu sudah benar atau belum, kamu bisa menggunakan jasa proofreading Xerpihan. Selain menyediakan jasa proofreading, Xerpihan juga menyediakan jasa terjemah dan subtitle, lo.

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *