Pengertian Kalimat Retoris, Ciri-Ciri, dan Contoh Penggunaannya

Kamu ingin tahu apa itu pengertian kalimat retoris, ciri-ciri, dan contoh penggunaannya yang sesuai dengan kaidah bahasa? supaya tidak salah kaprah, simak ulasan selengkapnya berikut ini, ya!

Cek Turnitin Gratis dan Instan
Cek Turnitin Gratis Hanya di Xerpihan!

Kalimat retoris umumnya dipandang sebagai sebuah sindiran atau basa-basi. Sebab, kalimat ini sebenarnya tidak membutuhkan jawaban dari lawan bicara. Ada juga yang mengartikan kalimat ini sebagai “pernyataan yang diungkapkan dalam bentuk sebuah pertanyaan.”

Umumnya, kalimat ini lebih sering terlihat dalam karya sastra untuk memperindah suatu gubahan dari pengarang. Jadi tidak heran jika kalimat ini ternyata masuk ke dalam salah satu jenis majas. Nama lainnya yang popular yaitu majas retoris atau retorik.

Baca juga: Macam-Macam Majas dan Contoh Penggunaannya

Selain bisa dimanfaatkan sebagai instrumen nasihat dan sindiran bagi orang lain, kalimat tanya retoris juga bisa dipakai untuk refleksi atau introspeksi diri. Sebab, dengan menggunakan kalimat yang memiliki sifat tanya ini, kita bisa belajar dari jawaban yang diutarakan oleh lawan bicara.

Pengertian Kalimat Retoris

Kalimat retoris adalah salah satu gaya bahasa dalam bahasa Indonesia. Bisa dikatakan kalimat retoris merupakan kalimat tanya tak bertanya. Sebab, pertanyaan yang ada di dalam kalimat retoris umumnya tidak memerlukan jawaban dari lawan bicara. Kalimat ini umumnya dipakai oleh pengarang untuk memperindah gubahannya atau dapat juga menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek.

Dijelaskan juga dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, pengertian kalimat retoris adalah kalimat tanya yang sebetulnya tidak membutuhkan jawaban atau tanggapan langsung dari para pendengarnya. Sebab, kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam kegiatan pidato, khotbah, dan demonstrasi.

Dalam bahasa pidato, pemakaian kalimat retoris biasanya bukan ditujukan untuk bertanya, tetapi untuk menegaskan. Kalimat ini tidak sama dengan kalimat pertanyaan lainnya. Pada umumnya kalimat pertanyaan diajukan seseorang untuk memperoleh jawaban dari lawan bicara. Sementara kalimat retoris biasanya digunakan seseorang untuk mengungkit suatu poin.

Fungsi atau Penggunaan Kalimat Retoris

Fungsi atau penggunaan kalimat retoris adalah:

  • Menjadi kalimat sindiran atau ejekan halus kepada orang lain. Hal ini karena isinya cenderung sopan dan tidak frontal.
  • Sebagai nasihat yang penyampaiannya terselubung atau tidak langsung supaya penerima tidak merasa tersinggung.
  • Dapat menjadi refleksi atau introspeksi diri sebab kamu mengungkapkan sesuatu yang jawabannya sudah jelas.
  • Kalimat basa-basi untuk memulai sebuah obrolan dengan orang lain ketika tidak ada topik pembicaraan yang menarik.
  • Bisa menjadi bujukan terselubung untuk seseorang supaya merubah pikiran atau keputusannya terkait sebuah masalah.

Ciri-Ciri Kalimat Retoris

Ciri kalimat retoris adalah sebagai berikut

1. Tidak membutuhkan jawaban

Kalimat retoris merupakan kalimat yang sebenarnya tidak butuh jawaban, sebab jawabannya telah ada pada kalimat itu. Kalimat ini memang tidak perlu dijawab, sebab pembicara sebenarnya bukan sedang bertanya seperti kalimat tanya pada umumnya. Namun pembicara sedang mengungkapkan sebuah pernyataan dalam bentuk pertanyaan.

2. Berbentuk sebuah pertanyaan sekaligus penegasan.

Kalimat retoris adalah kalimat yang isinya memang berbentuk pertanyaan dan juga ada penegasan di dalamnya.

3. Terkadang memakai kata tanya.

Di dalam kalimat retoris kadang-kadang diselubungi dengan pertanyaan dan ada juga yang tidak. Hal ini tergantung pemakaiannya dalam kondisi yang dibutuhkan.

3. Orang yang ditanya dan bertanya, telah mengetahui jawabannya.

Pada umumnya kalimat retoris penggunaannya memang tidak dibutuhkan jawaban karena jawabannya sudah jelas ada pada pertanyaannya. Baik orang yang ditanya maupun orang yang bertanya telah mengeta

Baca juga: Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat Deklaratif

Contoh Kalimat Retoris

Contoh kalimat tanya retoris bisa menambah pengetahuan kamu terkait dengan jenis kalimat pertanyaan yang kerap dipakai dalam berkomunikasi sehari-hari. Berikut contoh-contohnya:

  • Jaman sekarang siapa yang tidak kenal Google?
  • Apakah kita hanya akan diam saja Ketika melihat orang lain perlu bantuan?
  • Dapatkah nasib kita akan berubah tanpa adanya usaha?
  • Apakah berbuat tindakan seburuk itu dosa?
  • Apalagi yang bisa kita lakukan selain meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa?
  • Apakah kita hanya berdiam diri ketika lingkungan sekitar dirusak?
  • Apakah hubungan kita harus sampai disini saja?
  • Bagaimana bisa kamu mengabaikan ayahmu sendiri?
  • Tidak sadarkah kamu tahu kalau gaji yang cukup besar itu asalnya dari tetesan keringat rakyat kecil di negara ini?
  • Bukankah kamu merugi kalau bolos sekolah?
  • Apakah pekerjaan rumah ini dapat kita selesaikan?
  • Di mana kita saat sahabat memohon pertolongan?
  • Siapa yang tidak mau makan enak setiap hari?
  • kamu hidup daerah mana kok baru tau ada email?
  • Apakah main hakim sendiri itu bisa dibilang langkah yang benar?
  • Mau sampai kapan kita begini terus?
  • Apa bisa kita menuntut hak-hak kita sendiri, sedang kewajiban kita saja sama sekali tidak ada yang dilaksanakan?
  • Apa mungkin sebuah perubahan bisa terjadi hanya dalam durasi satu detik?
  • Apakah kita hanya akan duduk diam saja menunggu bantuan tiba?
  • Apakah jika menangis, orang kamu cintai akan bisa hidup kembali?
  • Siapa yang tak mau hidupnya selalu dalam kebahagiaan?
  • Apakah kalian rela, jika Tanah Air kita diganggu dan serang oleh penjajah?
  • Kalau mengeluh terus, bagaimana kamu nanti bisa sukses?
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *