Mengenal Apa Itu Scopus dan Perbedaannya dengan Sinta

Apa itu Scopus dan bagaimana perbedaannya dengan Sinta? Jika kamu penasaran, simak pengertian Scopus dan perbedaannya dengan Sinta di sini.

Sebagai akademisi kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Scopus. Banyak dosen dan peneliti yang mengejar agar jurnal mereka bisa terindeks Scopus. Bahkan saat ini, banyak juga kampus yang mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan publikasi jurnal internasional terindeks Scopus sebagai syarat kelulusan. Lantas, sebenarnya scopus apa itu Scopus dan apa perbedaannya dengan Sinta?

Jasa Translate Dokumen | Indonesian English Translation Services
Jasa Terjemah Jurnal Internasional, Mulai Rp10.000

Apa itu Scopus?

Scopus adalah database atau pangkalan data sitasi dan literatur yang bersifat ilmiah. Scopus mulai diperkenalkan pada tahun 2004 di bawah naungan Elsevier. Elsevier merupakan salah satu perusahaan penerbit terkemuka di dunia yang didirikan pada tahun 1880.

Bisa dikatakan, saat ini Scopus adalah database atau pangkalan data literatur ilmiah terbesar di dunia. Selain Scopus, sebenarnya masih ada beberapa database lain yang mengindeks karya ilmiah online, seperti Web of Science, Ebsco, ProQuest, SpeingerLink, Wiley, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, saat ini Scopus memiliki cakupan jurnal yang lebih banyak dari database lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan Web Of Science yang lebih dulu diluncurkan, Scopus lebih banyak diminati karena menyediakan lebih banyak jurnal, yaitu sekitar 20% lebih banyak.

Apa Perbedaan Scopus dan Sinta?

Scopus adalah mesin pengindeks atau pengumpul jurnal internasional dari berbagai macam penerbit. Jurnal yang berhasil terindeks oleh Scopus akan diakui sebagai jurnal internasional yang bereputasi. Scopus bisa menjadi tujuan untuk memperoleh referensi jurnal yang berkualitas tinggi.

Sementara Sinta adalah layanan indeksasi untuk jurnal nasional yang dikelola oleh Kemenristekdikti. Setiap jurnal nasional yang berkualitas dan terakreditasi oleh Arjuna, akan terindeks ke dalam database Sinta. Bisa dikatakan, Sinta merupakan Scopus-nya Kemenristekdikti. Sinta bisa menjadi tujuan untuk memperoleh informasi mengenai jurnal nasional terakreditasi.

Jadi bisa dikatakan bahwa Scopus adalah database untuk jurnal internasional bereputasi. Sementara Sinta adalah database untuk jurnal nasional terakreditasi.

Baca juga: Cara Submit Jurnal agar Terindeks Sinta

Fungsi Scopus

Fungsi utama dari Scopus adalah membuat indeks literatur ilmiah agar bisa memberikan informasi yang akurat tentang metadata dari masing-masing artikel imiah yang sudah dipublikasikan, mulai dari nama penulis, abstrak, referensi, dan lain-lain.

Selain itu, Scopus juga menyediakan layanan untuk mengukur tingkat pengaruh suatu jurnal melalui Scimago Journal Rank. Scimago Journal Rank mengukur rangking jurnal berdasarkan beberapa faktor, salah satunya yaitu berdasarkan jumlah sitasi tahunan.

Jasa Proofreading Jurnal dan Skripsi
Jasa Proofreading agar Lolos Publikasi Jurnal, Mulai Rp10.000

Isi dari Scopus

Database Scopus berfokus pada 4 kategori, yaitu:

  1. Ilmu-ilmu hayati (life sciences) yang mencakup bidang pertanian, biologi, ilmu syaraf/neuroscience, dan farmakologi;
  2. Ilmu-ilmu sosial (social sciences) yang terdiri dari seni & humaniora, bisnis & manajemen, sejarah, dan ilmu infomasi;
  3. Ilmu-ilmu fisik (Physical sciences) yang mencakup kimia, rekayasa/engineering dan matematika
  4. Ilmu-ilmu kesehatan (health sciences), yaitu kesehatan paramedik, kedokteran gigi, keperawatan, dan kedokteran hewan.

Dalam database scopus, terdapat kurang lebih 26.000 judul artikel jurnal dari 7.000 lebih penerbit. Selain jurnal, ternyata Scopus juga mengindeks buku dan makalah konferensi. Sampai artikel ini ditulis, setidaknya sudah ada lebih dari 243.000 buku yang berhasil diindeks. Bahkan, Scopus juga menyediakan data hak paten berbagai penelitian di dunia. Jadi kita dapat dengan mudah mencari informasi mengenai hal-hal apa saja yang sudah terklaim hak kekayaan intelektualnya.

[Total: 1 Average: 5]

Leave a Comment