Ciri-Ciri Prosa Lama dan Prosa Baru Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya

Apa perbedaan prosa lama dan prosa baru? Simak ciri-ciri prosa lama dan prosa baru, beserta jenis-jenis dan contohnya berikut ini.

Jasa Translate Dokumen

Apa Itu Prosa?

Prosa adalah salah satu genre karya sastra yang berbentuk cerita dan disampaikan menggunakan narasi. Bentuk prosa berupa tulisan bebas yang tidak terikat oleh beberapa aturan. Berbeda dengan karya sastra lainnya, penyusunan prosa tidak memperhatikan pola irama, rima, diksi, atau sajak. Kata-kata yang digunakan dalam prosa cenderung bersifat denotatif atau mengandung makna sebenarnya.

Jenis-Jenis Prosa

Jika ditinjau berdasarkan waktunya, prosa dikelompokkan menjadi dua jenis. Jenis prosa yang pertama adalah prosa lama. Sementara jenis prosa yang kedua adalah prosa baru. Meskipun sama-sama berbentuk cerita narasi, prosa lama dan prosa baru mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Berikut akan dijelaskan mengenai perpedaan prosa lama dan prosa baru, mulai dari pengertian prosa lama dan baru, ciri-ciri prosa lama dan baru, dan jenis-jenis prosa lama dan baru, dan contoh prosa lama dan prosa baru.

Apa Itu Prosa Lama?

Ciri-Ciri Prosa Lama dan Prosa Baru Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya
(freepik.com)

Prosa lama adalah jenis prosa yang berkembang pada masa masyarakat lama. Persebaran prosa lama awalnya disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. Biasanya prosa ini dituturkan oleh orang tua kepada anaknya sebagai pelipur lara atau nasihat. Hal ini karena pada waktu itu, masyarakat belum mengenal bentuk tulisan. Maka dari itu tidak heran jika prosa lama bersifat anonim dan dianggap milik bersama masyarakat.

Pada saat agama Hindu masuk ke Indonesia, kemudian lahirlah huruf Kawi yang digunakan untuk menulis sastra Jawa. Beberapa waktu kemudian, setelah agama Islam masuk ke Indonesia, huruf arab digunakan untuk menulis sastra Melayu. Jadi bisa dikatakan prosa lama adalah karya sastra yang dipengaruhi oleh kekusastraan Hindu dan Arab. Jenis prosa ini belum dipengaruhi oleh kesusastraan Barat.

Ciri-Ciri Prosa Lama

Prosa lama tentunya mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang berbeda dengan prosa baru. Adapun ciri-ciri prosa lama adalah:

  • Bersifat statis, yaitu sesuai dengan keadaan masyarakat lama yang mengalami perubahan secara lambat;
  • Isi ceritanya bersifat istana sentris, yaitu seputar kerajaan, istana, dan keluarga raja;
  • Hampir seluruhnya berbentuk hikayat, tambo, dan dongeng;
  • Biasanya terdapat hal-hal yang tidak masuk akal atau fantasi;
  • Dipengaruhi oleh kesusastraan Hindu dan Arab;
  • Biasanya bersifat anonim, sehingga tidak diketahui siapa pengarangnya.

Jenis-Jenis Prosa Lama

Jasa Parafrasa

Jenis-jenis prosa lama ada beragam, diantaranya adalah sebagai berikut.

Hikayat

Hikayat adalah salah satu jenis prosa lama yang berisi cerita fiktif tentang kepahlawanan atau kesaktian tokoh. Biasanya, hikayat berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, raja, atau anggota kerajaan. Di dalam hikayat biasanya terdapat tokoh yang memiliki kesaktian dan kekuatan luar biasa. Selain itu, dalam cerita hikayat seringkali terdapat kejadian yang tidak masuk akal. Cerita hikayat biasanya memiliki amanat atau pesan moral yang ditujukan untuk memotivasi pembaca.

Contoh prosa lama berbentuk hikayat adalah:

  • Hikayat Si Miskin;
  • Hikayat Indra Bangsawan;
  • Si Pitung;
  • Hikayat Panji Semirang;
  • Kabayan;
  • Hikayat Raja Budiman;
  • Hikayat Hang Tuah.

Sejarah (Tambo)

Sejarah atau tambo adalah jenis prosa lama yang isinya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Tambo ini merupakan prosa lama yang berkaitan erat dengan kebudayaan Minangkabau. Tambo lahir ditengah kebudayaan masyarakat Minangkabau. Kata tambo berasal dari bahasa Sansekerta tambe atau tambay yang artinya ‘bermula’.

Meskipun termasuk ke dalam prosa, cerita yang disajikan di dalam sejarah atau tambo bisa dibuktikan dengan fakta. Tambo dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu tambo adat dan tambo alam. Tambo adat berisi cerita mengenai hukum, moral, atau sistem pemerintahan yang melekat di Minangkabau. Sementara, tambo alam menceritakan tentang asal usul kerajaan atau silsilah raja-raja.

Contoh prosa lama berbentuk tambo adalah:

  • Tambo Nan Salapan;
  • Tambo Alam Minangkabau;
  • Tambo Alam Kerinci;
  • Tambo Lubuk Jambi;
  • Tambo Nagari Tapan;
  • Tambo Nagari Bayang Nan Tujuah Koto;
  • Tambo Luhak Kubuang Tigo Baleh.

Kisah

Kisah adalah salah satu jenis prosa lama yang berisi tentang catatan perjalanan. Umumnya, prosa jenis ini mengisahkan pengalaman seseorang saat melakukan perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain.

Contoh prosa lama berbentuk kisah adalah:

  • Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan;
  • Kisah Perjalanan Abdullah ke Jeddah.

Dongeng

Dongeng adalah jenis prosa lama yang berisi cerita fiktif. Prosa jenis ini biasanya sangat digemari oleh anak-anak karena berisi cerita fantasi yang memiliki daya tarik imajinatif. Dongeng sendiri terdiri dari banyak jenis. Jenis-jenis dongeng adalah:

Fabel:

Fabel adalah dongeng yang mengisahkan tentang binatang. Di dalam fabel, tokoh-tokoh binatang dapat beritingkah laku seperti manusia.

Contoh fabel adalah:

  • Kancil dengan Buaya;
  • Kancil dengan Harimau;
  • Burung Bangau dengan Ketam;
  • Kancil dengan Lembu;
  • Burung Gagak dan Serigala.

Mite (Mitos)

Mite adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap hal gaib.

Contoh mite adalah:

  • Nyai Roro Kidul;
  • Ki Ageng Selo;
  • Dongeng tentang Gerhana;
  • Dongeng tentang Terjadinya Padi.

Legenda

Legenda adalah jenis dongeng yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat.

Contoh legenda adalah:

  • Legenda Banyuwangi;
  • Tangkuban Perahu.

Sage

Sage adalah cerita lama yang berhubungan dengan kepahlawanan atau kesaktian seseorang.

Contoh Sage:

  • Calon Arang;
  • Ciun Wanara;
  • Airlangga;
  • Panji;
  • Smaradahana.

Parabel

Parabel adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan.

Contoh parabel:

  • Kisah Para Nabi;
  • Hikayat Bayan Budiman;
  • Bhagawagita.

Dongeng Jenaka

Dongeng jenaka adalah jenis dongeng yang menceritakan tentang sesuatu yang lucu. Biasanya dongeng jenaka berkisah tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik yang mengundang tawa.

Contoh dongeng jenaka adalah:

  • Pak Pandir;
  • Lebai Malang;
  • Pak Belalang;
  • Abu Nawas.

Cerita Berbingkai

Cerita berbingkai adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya.

Contoh cerita berbingkai adalah:

  • Seribu satu malam;
  • Bayan Budiman.

Apa Itu Prosa Baru?

Sama halnya dengan prosa lama, prosa baru adalah karya sastra yang berbentuk cerita atau narasi. Jenis prosa ini muncul pada permulaan abad ke-20. Jika prosa lama banyak dipengaruhi oleh kesusastraan Hindu dan Arab, prosa baru banyak dipengaruhi oleh pengaruh Barat.

Prosa baru merupakan produk sastra yang tidak lagi bersifat anonim. Penulis prosa baru sudah mempunyai kesadaran akan hak-hak individualnya, sehingga mereka mempunyai wewenang untuk mencantumkan namanya pada prosa yang dibuat.

Ciri-Ciri Prosa Baru

Prosa baru mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang berbeda dengan prosa lama. Adapun ciri-ciri prosa baru adalah:

  • Bersifat dinamis, sehingga senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat;
  • Isi ceritanya bersifat masyarakat sentris, yaitu seputar kehidupan masyarakat;
  • Umumnya berbentuk novel atau cerpen;
  • Dipengaruhi oleh kesusastraan Barat;
  • Diketahui siapa pengarangnya.

Jenis-Jenis Prosa Baru

Jenis-jenis prosa baru ada beragam, diantaranya adalah sebagai berikut.

Roman

Roman adalah jenis prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Bahkan ada roman yang mengisahkan tokohnya hingga meninggal dunia.

Roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

Roman Tendensi

Roman tendensi adalah jenis roman yang didalamnya mengandung tendensi tertentu. Biasanya dalam roman tendensi mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan.

Contoh roman tendensi adalah:

  • Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana;
  • Salah Asuhan karya Abdul Muis;
  • Darah Muda karya Adinegoro.
Roman Sosial

Roman sosial adalah jenis roman yang memberikan gambaran mengenai keadaan masyarakat.

Contoh roman sosial adalah:

  • Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis St. Sati;
  • Neraka Dunia karya Adinegoro.
Roman Sejarah

Roman sejarah adalah jenis roman yang mengandung fakta historis, peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah.

Contoh roman sejarah adalah:

  • Hulubalang Raja karya Nur St. Iskandar;
  • Tambera karya Utuy Tatang Sontani;
  • Surapati karya Abdul Muis.
Roman Psikologis

Roman psikologis adalah jenis roman yang lebih menekankan pada suasana kejiwaan yang mendasari perilaku tokoh utamanya.

Contoh roman psikologis adalah:

  • Atheis karya Achdiat Kartamiharja;
  • Katak Hendak Menjadi Lembu karya Nur St. Iskandar;
  • Belenggu karya Armijn Pane.
Roman Detektif

Roman detektif adalah jenis roman yang isinya terdapat unsur kriminalitas. Dalam jenis roman detektif, seringkali tokoh utamanya merupakan seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan.

Contoh roman detektif adalah:

  • Percobaan Setia karya Suman HS;
  • Kasih Tak Terlerai karya Suman HS.

Novel

Kata novel berasal dari bahasa Italia novella, yang artinya dongeng atau berita. Novel adalah jenis prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan dari pelaku utamanya. Biasanya novel hanya menceritakan kehidupan tokoh utama yang mengandung konflik atau pergulatan bati. Konflik tersebut nantinya akan yang mengakibatkan perubahan nasib tokohnya.

Contoh prosa baru berbentuk novel adalah:

  • Laskar Pelangi karya Andrea Hirata;
  • Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi;
  • Para Priyayi karya Umar Khayam;
  • Moga Bunda disayang Allah karya Tere Liye.

Novelet

Novelet adalah jenis prosa baru yang miliki bentuk lebih kecil dari novel. Umumnya, novelet berisikan tentang pengembangan pribadi dan psikologi dibandingkan dengan lingkungan sosial yang lebih besar. Hal ini karena panjang cerita yang cenderung pendek. Novelet memiliki cerita yang lebih pendek dari novel, tetapi lebih panjang dari cerpen. Cerita novelet biasanya terdiri dari 17500 – 40000 kata.

Contoh prosa baru berbentuk novelet adalah:

  • Bulan Kuning Sudah Tenggelam karya Ahmad Tohari;
  • Sri Sumarah dan Bawuk karya Umar Khayam;
  • Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy.

Cerpen

Cerpen adalah akronim dari cerita pendek. Sesuai dengan namanya, cerpen adalah jenis prosa baru yag menceritakan sebagian kecil dari dari kehidupan tokohnya. Biasanya, konflik atau pertikaian yang ada di dalam cerpen tidak menyebabkan perubahan yang besar pada nasib pelakunya.

Contoh prosa baru berbentuk cerpen adalah:

  • Emak Ingin Naik Haji karya Asma Nadia;
  • Lelaki Berhati Cahaya karya Helvy Tiana Rosa;
  • Koruptor Kita Tercinta karya Agus Noor;
  • Kuasa Peluitnya karya Ahmad Tohari.

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment