Mengapa Jasa Penerjemah Masih Laku Meski Ada Google Translate?

Mengapa jasa penerjemah bahasa Inggris masih dibutuhkan padahal sudah ada Google Translate atau Google Terjemahan?Jika kamu penasaran, yuk baca artikel ini.

Beberapa waktu lalu, seorang manusia visioner bernama Yuval Noah Harari pernah bersabda bahwa teknologi akan menggantikan peran manusia dengan mesin-mesin sebagai pengambil alih kapasitas manusia dalam menjalankan kehidupannya. Well, sebenarnya ucapan Harari tidak seratus persen benar. Tidak dapat dipungkiri jika beberapa teknologi atau mesin memang dapat membantu atau malah menggantikan pekerjaan manusia. Akan tetapi pada praktiknya, masih banyak aspek kehidupan manusia yang tidak dapat dikerjakan sepenuhnya oleh mesin. Salah satu profesi yang masih dibutuhkan sampai sekarang adalah jasa penerjemah profesional atau translator.

Jasa Translate Dokumen

Mengapa Jasa Penerjemah Profesional Masih Terus Dibutuhkan?

Bukankah sekarang sudah tersedia mesin pintar seperti Google Translate, Naver Papago, Microsoft Translator, Reverso, dan alternatif mesin terjemahan lainnya? Mesin penerjemah tersebut dilengkapi dengan kecerdasan buatan sehingga dapat memberikan rekomendasi alternatif ungkapan yang benar dalam sebuah bahasa. Dapat diakui juga bahwa teknologi tersebut menghasilkan terjemahan dalam waktu yang tergolong singkat. Akan tetapi, apakah kamu yakin kalau hasil terjemahannya akan selalu ‘akurat’? Bagaimana jika nanti Kawan Xerpihan harus melakukan publikasi online, kemudian mendapati hasil terjemahan yang menggunakan mesin penerjemah sangat acak adul? Padahal kita tahu bahwa jejak digital akan susah dihilangkan. Jadi bisa bayangkan malunya akan seperti apa?

3 Aspek Penting untuk Menilai Hasil Terjemahan

Pernah kubaca salah satu artikel menarik di Mojok yang ditulis seorang penerjemah bernama pena Aliurridha yang berpendapat bahwa hasil terjemahan yang akurat belum tentu dapat diterima. Aliurridha mengutip dari Larson (1984) bahwa ada tiga aspek untuk menilai hasil terjemahan sehingga dapat dikatakan baik mulai dari aspek akurasi, keberterimaan, dan keterbacaan. Mengapa aspek-aspek tersebut penting? Mari kita bahas di bawah.

1. Akurasi Penerjemah

Pertama, akurasi dari suatu terjemahan ditentukan oleh keutuhan makna dalam terjemahan tersebut. Dalam menerjemahkan suatu tulisan, makna dalam teks sumber ke teks sasaran harus dapat dipahami dengan baik oleh penutur bahasa target. Nah, suatu terjemahan dapat dikatakan akurat apabila maknanya mampu tersampaikan sepenuhnya tanpa adanya penambahan atau pengurangan. Hal yang patut diingat adalah akurasi merupakan faktor yang paling penting dan tidak boleh diabaikan penerjemah.

2. Keberterimaan Teks Terjemahan

Aspek yang kedua adalah keberterimaan teks terjemahan. Keberterimaan menjadi aspek penting dari suatu terjemahan karena menentukan sesuai atau tidaknya suatu terjemahan apabila dilihat dari bahasa sasaran. Suatu terjemahan dikatakan berterima apabila terjemahan tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa sasaran karena terkadang, dalam proses penerjemahan, bisa jadi orang awam hanya menerjemahkan suatu teks dari kata per-kata hingga langsung memasukkan satu paragraf sekaligus tanpa memperdulikan perbedaan gaya bahasa dari kedua bahasa tersebut.

3. Keterbacaan Teks Terjemahan

Terakhir, aspek keterbacaan yang erat kaitannya dengan target pembaca dari suatu teks. Sebelum mulai mengerjakan suatu teks, ada baiknya kita harus mengetahui kira-kira siapa pembaca dari terjemahan teks tersebut. Apakah dongeng untuk anak-anak? Romansa ala remaja? Atau dokumen yang super serius seperti teks legal? Patut kita ketahui bahwa gaya bahasa dalam dongeng untuk anak-anak tentu berbeda untuk orang dewasa. Orang dewasa mungkin dapat mengerti bacaan yang menggunakan kalimat yang kompleks. Sementara anak-anak belum tentu paham jika menggunakan kata-kata yang kompleks. Bacaan untuk anak-anak cenderung menggunakan bahasa yang ringan dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami. Oleh karena itu, suatu terjemahan harus mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca dalam bahasa target.

Omong-omong, itu baru dongeng untuk anak-anak. Belum bentuk bacaan sastra lainnya. Jika kita harus menerjemahkan suatu teks sastra yang sarat akan makna kiasan, apakah mesin penerjemahan dapat membedakan peribahasa dan kalimat lainnya dengan logis? Sebuah karya sastra patutnya kita resapi melalui perasaan, dan mesin penerjemahan hanya dapat mengartikannya secara literal tanpa memahami maksud dan konteks yang dimaksud dalam karya sastra.

Contoh Hasil Terjemahan Google Translate Inggris – Indonesia

Nah, untuk membuktikan jika mesin penerjemah hanya dapat menerjemahkan secara literal, mari kita lihat hasil terjemahan Google Translate bahasa Inggris ke Indonesia dan sebaliknya berikut ini.

Pertama, kita ambil contoh peribahasa yang cukup sering kita dengar dalam bahasa Indonesia yaitu Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Jika kita masukan peribahasa tersebut ke dalam Google Translate Indonesia ke Inggris, hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.

Contoh hasil terjemahan Google Translate Indonesia ke Inggris

Menurut Google Translate, terjemahan bahasa Inggris dari peribahasa sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui adalah Once embraced the oar, two or three islands crossed. Terlihat indah, tapi di telinga para penutur asli bahasa Inggris tidak terdengar familiar. Hal ini karena ada padanan peribahasa tersebut dalam bahasa Inggris yaitu Killing two birds with a stone. Wah, terdengar kejam ya! Tapi maksudnya sama kok.

Cukup dengan contoh sastranya, mari kita coba salah satu kalimat andalan untuk teman kita yang ribet. Padahal kita sudah kasih solusi yang dapat membuat dia tercerahkan, tapi kok ya tetap mau pakai caranya sendiri yang ngerepotin? Alhasil, keluarlah kata-kata ajaib ini: Jangan kaya orang susah!

Hahaha, please! Kawan Xerpihan tahu nggak apa terjemahan dari kata-kata tersebut menurut Google Translate?

Mengapa Jasa Penerjemah Profsional masih dibutuhkan meski sudah ada Google Translate

Menurut Google Translate, terjemahan bahasa Inggris dari Jangan kaya orang susah! adalah Don’t be rich people! Lah, kok kita malah dilarang jadi orang kaya. Padahal, banyak orang yang bercita-cita menjadi orang kaya.

Tadi kan contoh hasil terjemahan Google Translate bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, sekarang gantian contoh yang bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Coba, Kawan Xerpihan perhatikan hasil terjemahan Google Translate berikut ini.

Jasa Penerjemah Profesional vs Google Terjemahan Inggris Indonesia

Loh, loh, kok aneh? Tentu saja karena itu sebenarnya tidak ada konteksnya dalam bahasa Inggris. Itu aslinya merupakan kalimat dalam bahasa Indonesia yang penyebutannya hampir sama dalam bahasa Inggris: Demi anak istri. Dari situ terlihat jika misalnya kita menggunakan fitur speech-to-text nih, dan salah pencet bahasa asalnya, yang keluar jadi aneh dan tidak dimengerti penutur bahasa target. Agak malu ya, kan?

Nah! Makanya itu, daripada pakai mesin penerjemahan yang belum tentu benar terus dengan tingkat akurasi, keberterimaan, dan keterbacaannya masih diragukan, mending pakai penerjemahan langsung dari otak manusia saja! Alias, menggunakan jasa penerjemah profesional.

Gak mau ah, mahal!
Lama deh kalo dikerjain manusia! Gue buru-buru nih.

Siapa bilang kalau mau pakai jasa penerjemah profesional harus mahal? Kan ada Xerpihan! Xerpihan merupakan perusahaan start-up teknologi yang bergerak di bidang bahasa. Xerpihan menyediakan jasa penerjemahan dan perbaikan tulisan dengan harga terjangkau dan dilakukan secepat kilat. Jangan ragu, tulisan atau dokumen yang mau Kawan Xerpihan terjemahkan langsung ditangani oleh profesional linguists dengan tingkat ketelitian yang tinggi! Kalo pusing terjemahkan dokumen, jangan kaya orang susah deh~ kontak Xerpihan aja!

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment