Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Ciri, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Karya Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah : Pengertian, Ciri, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Karya Ilmiah

Apa itu karya tulis ilmiah dan bagaimana ciri-cirinya? Simak pengertian, ciri-ciri, tujuan, fungsi, dan jenis karya ilmiah berikut ini.

Pada dasarnya, tulisan adalah wujud ekspresi dari buah pemikiran seseorang. Bentuk tulisan ada bermacam-macam. Ada yang bentuknya sangat sederhana tanpa kriteria tertentu, seperti memo. Namun, ada juga yang bentuknya penuh dengan ketentuan atau kriteria tertentu, seperti karya tulis ilmiah. Lantas, apa yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah dan bagaimana ketentuannya? Jika kamu penasaran, simak penjelasan mengenai pengertian, tujuan, ciri-ciri, dan jenis-jenis karya ilmiah di sini.

Jasa Proofreading Dokumen

Apa Itu Karya Tulis Ilmiah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karya tulis adalah tulisan atau karangan yang didasarkan pada fakta maupun fiksi dengan kaidah tertentu. Jadi secara garis besar karya tulis bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Karya tulis fiksi bersifat rekaan atau khayalan, sedangkan karya tulis non fiksi disusun berdasarkan fakta atau kenyataan. Contoh dari karya tulis fiksi adalah novel dan cerpen. Sementara contoh karya tulis non-fiksi adalah sejarah, laporan kegiatan, biografi, dan karya tulis ilmiah.

Jasa Translate Dokumen

Kata ilmiah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Berdasarkan ketiga definisi tersebut, kata apa pun yang mendahului kata ilmiah akan dimaknai sebagai sesuatu yang memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan. Jadi karya tulis ilmiah dapat diartikan sebagai karya tulis yang memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut akan dibahas pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah Menurut Para Ahli

Jasa Parafrasa

Terdapat beberapa teori yang memberikan gambaran mengenai apa itu karya tulis ilmiah. Berikut beberapa pengertian karya tulis ilmiah yang dipaparkan oleh para ahli.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah Menurut Wardani

Pengertian karya tulis ilmiah menurut Wardani (2014), yaitu suatu karangan yang disusun secara sistematis dan bersifat ilmiah. Yang dimaksud sistematis adalah karangan atau karya tulis tersebut disusun menurut aturan tertentu sehingga kaitan antarbagiannya menjadi sangat jelas dan padu.

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Brotowijoyo

Menurut Brotowijoyo (dalam Arifin, 1993, 2), pengertian karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.  Karangan ilmiah ini harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran yang objektif dan positif sesuai fakta dan data di lapangan.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah Menurut LIPI

Dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 04/E/2012 tentang Pedoman Karya Tulis Ilmiah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah adalah tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah. Yang dimaksud dengan kaidah ilmiah adalah aturan baku dan berlaku umum yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Djuroto dan Supriyadi

Menurut Drs. Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi yang dimaksud karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasarkan pada metode ilmiah. Tujuan karya ilmiah adalah mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Pardede

Pardede (dalam Siahaan, 2012) menyatakan bahwa pengertian karya ilmiah adalah tulisan yang mengungkapkan buah pikiran dari hasil pengamatan, penelitian, atau peninjauan terhadap sesuatu. Tulisan tersebut disusun menurut metode dan sistematika tertentu yang isi dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Setiawan

Sementara Setiawan menyatakan bahwa yang dimaksud karya ilmiah adalah buah pemikiran seorang ilmuwan yang melakukan kepustakaan, mengumpulkan pengalaman, dan penelitian yang diperoleh dari pengetahuan orang sebelumnya. Tujuan karya ilmiah adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Apa Saja Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah?

Karya Tulis Ilmiah : Pengertian, Ciri, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Karya Ilmiah

Dari penjelasan mengenai pengertian karya tulis ilmiah di atas, kita tahu bahwa karya tulis ilmiah mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis tulisan yang lain. Adapun ciri-ciri karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.

1. Mempunyai landasan berpikir

Dasar pemikiran dari karya ilmiah tidak hanya asal, tetapi mengacu pada teori tertentu. Terori tersebut kemudian dijadikan landasan berpikir dalam pembahasan masalah yang ingin diselesaikan dalam tulisan tersebut.

2. Lugas

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lugas artinya tidak berbelit-belit, melainkan langsung pokok permasalahan yang perlu saja. Pemilihan kata yang digunakan dalam menulis karya ilmiah dipastikan bermakna tunggal, sehingga tidak bersifat ambigu.

3. Logis

Logis artinya sesuai dengan logika atau masuk akal. Hal ini karena suatu karya ilmiah harus disusun berdasarkan urutan yang konsisten dan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan.

4. Efektif

Kalimat yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus efektif. Hal ini bertujuan supaya karya ilmiah tersebut mudah dipahami oleh pembaca.

5. Efisien

Ciri karya ilmiah selanjutnya adalah efisien. Artinya penulis hanya menggunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.

6. Objektif

Karya ilmiah harus bersifat objektif. Artinya setiap informasi yang ditulis di dalam karya ilmiah merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan dan bisa dibuktikan kebenarannya.

7. Sistematis

Penulisan karya ilmiah harus sistematis sesuai standar yang berlaku. Struktur karya ilmiah tidak boleh dibolak-balik supaya menjadi logis dan mudah dipahami oleh pembaca.

Apa Tujuan Karya Tulis Ilmiah?

Tujuan dari penulisan karya ilmiah ada berbagai macam. Beberapa tujuan karya ilmiah adalah:

  • memecahkan suatu permasalahan;
  • menambah ilmu pengetahuan tentang suatu pokok permasalahan;
  • melatih kemampuan menulis dan berpikir ilmiah bagi penulisnya.

Apa Saja Fungsi Karya Ilmiah?

Setelah kita mengetahui tujuan penulisan karya ilmiah, kita juga perlu mengetahui kegunaan atau fungsi karya ilmiah. Adapun fungsi dari karya ilmiah adalah sebagai berikut.

  • Karya ilmiah berfungsi sebagai bahan rujukan arau referensi untuk penulisan karya ilmiah lainnya maupun kegiatan yang bersifat ilmiah.
  • Fungsi karya ilmiah lainnya adalah sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan wawasan terhadap berbagai bidang keilmuan.

Apa Saja Jenis-Jenis Karya Tulis ilmiah?

Sebenarnya jenis karya tulis ilmiah ada banyak. Namun, di sini hanya akan dibahas beberapa jenis karya tulis ilmiah yang paling banyak diterbitkan saat ini.

1. Artikel

Artikel ilmiah merupakan sebuah karya tulis yang memuat informasi dengan topik tertentu dan dipublikasikan melalui jurnal atau buku. Format penulisan artikel ilmiah berbeda-beda, tergantung dari gaya selingkung dari masing-masing jurnal.

2. Makalah

Makalah adalah karya ilmiah yang mengkaji suatu fenomena atau masalah. Biasanya, makalah ditampilkan di sebuah seminar atau dipresentasikan di depan kelas sebagai tugas perkuliahan. Pembahasan yang ada di makalah berdasarkan kajian pustaka maupun hasil dari kegiatan perkuliahan lapangan. Penulisan makalah harus sistematis dan diikuti analisis yang masuk akal dan bersifat objektif.

3. Skripsi

Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa yang sedang menjalani Pendidikan tingkat strata satu (S1). Penulisan skripsi digunakan sebagai syarat untuk menyelesaikan perkuliahan untuk mendapatkan gelar sarjana. Skripsi memuat hasil dari penelitian ilmiah atau observasi lapangan yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

4. Tesis

Tesis adalah karya ilmiah mahasiswa yang digunakan sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan jenjang pascasarjana atau magister. Tesis disusun oleh mahasiswa berdasarkan hasil penelitian empiris untuk digunakan sebagai bahan kajian akademis. Pembahasan yang ada di dalam tesis terkait dengan percobaan untuk mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu.

5. Disertasi

Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan tingkat strata tiga (S3). Penulisan disertasi digunakan sebagai syarat untuk menyelesaikan perkuliahan untuk mendapatkan gelar doktor. Disertasi memuat suatu dalil yang dapat dibuktikan berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis yang terperinci.

6. Artikel Ilmiah Popular

Artikel ilmiah popular merupakan artikel ilmiah yang ditulis menggunakan gaya bahasa yang popular. Hal ini karena artikel ini ditulis tidak untuk kebutuhan akademik, melainkan untuk konsumsi publik secara umum. Artikel ini biasanya dipublikasikan di media massa seperti majalah, surat kabar, atau tabloid.

Contoh Karya Tulis Ilmiah

Berikut adalah contoh karya tulis ilmiah yang dikutip dari Modul Bahasa Indonesia Paket C.


ASAL USUL PENGGUNAAN BAHASA MELAYU SEBAGAI BAHASA INDONESIA

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bahasa menjadi indikator yang paling baik dalam menunjukkan identitas kultural suatu bangsa. Dengan kata lain bahasa menunjukkan bangsa. Itu sebabnya penting bagi bangsa Melanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya dari arus besar dominasi ‘bahasa Indonesia’. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting sebagai upaya melestarikan identitas bangsa Melanesia, yang selama ini ‘lebur’ dalam “NKRI” dan dalam banyak hal justru mengalami Jawanisasi. Ini bertentangan atau kontradiktif dengan gagasan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang daripada Republik ini sendiri. Bahasa Indonesia telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan antar etnis (lingua franca) yang mampu merekatkan suku-suku yang ada di Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran agama pun bahasa Indonesia mempunyai posisi yang penting.

Deklarasi Sumpah Pemuda membuat semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yang tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa.

Maka dalam makalah ini kami mencoba untuk menyajikan pembahasan tentang sumber bahasa Indonesia, peresmian nama bahasa Indonesia dan peristiwaperistiwa penting yang berkaitan dengan bahasa Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Untuk memudahkan pembahasannya akan dibahas submasalah sesuai dengan latar belakang di atas yakni sebagai berikut:

  1. Bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia?
  2. Bagaimana proses peresmian nama bahasa Indonesia?
  3. Mengapa bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia?
  4. Peristiwa-peristiwa penting apakah yang berkaitan dengan bahasa Indonesia?
C. Tujuan

 Makalah bahasa Indonesia ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia
  2. Mengetahui proses peresmian nama bahasa Indonesia
  3. Mengetahui alasan bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia
  4. Mengetahui sejumlah peristiwa penting berkaitan dengan bahasa Indonesia

II. Pembahasan

A. Sumber Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga saat ini terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu yang pokoknya dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia yang pertama pada tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah bahwa, “jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’, akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia”. Atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, “…bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia”.

Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia tidak terlepas dari keberadaan Bahasa Melayu. Bahasa Melayu sejak dulu telah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa Melayu tidak saja dipakai di Kepulauan Nusantara, tetapi juga digunakan hampir di seluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti-prasasti kuno dari kerjaan di Indonesia yang ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu. Pasca saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai :

  1. Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra
  2. Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antarsuku di Indonesia
  3. Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di Indonesia mapupun pedagang yang berasal dari luar Indonesia.
  4. Bahasa resmi kerajaan.

Jadi, jelaslah bahwa bahasa Indonesia sumbernya adalah bahasa Melayu.

B. Peresmian Nama Bahasa Indonesia

Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno.

Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa: “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraan, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi, dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.

Secara Sosiologis kita bisa mengatakan bahwa Bahasa Indonesia resmi diakui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober 1928. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Republik Indonesia.

C. Alasan Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia.

Setidaknya ada empat faktor yang menjadi alasan mengapa bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia yaitu :

  1. Bahasa Melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
  2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa Melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
  3. Suku Jawa, suku Sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
  4. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
D. Peristiwa-Peristiwa Penting Berkaitan dengan Bahasa Indonesia

Sejumlah peristiwa penting berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia dapat dirinci berikut ini:

Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat alam Kitab Logat Melayu.

Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), kemudian tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.

Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertama kalinya dalam sidang Volksraad (dewan rakyat), seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan.

Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.

Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.

Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.

Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan soewandi) sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.

anggal 28 Oktober–2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.

Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.

Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkanmPedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).

Tanggal 28 Oktober–2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

Tanggal 21 – 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat tercapai maksimal.

Tanggal 28 Oktober–3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta yang dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Tanggal 28 Oktober–2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta dengan peserta berjumlah 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Pada Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa

III. Penutup

A. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas bisa disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Sumber bahasa indonesia adalah bahasa Melayu
  2. Bahasa Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun, secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui setelah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.
  3. Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia karena bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa Melayu sangat sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
  4. Begitu banyak hal yang berkaitan dengan bahasa Indonesia yang menjadi dinamika perjalanan bahasa Indonesia sampai saat ini.
B. Saran

Perjalanan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan tidaklah mudah, tetapi mengalami perjalanan yang berliku-liku. Karena itu, melalui makalah ini penulis menyarankan kepada pembaca sebagai berikut.

  1. Gunakan bahasa Indonesia dengan baik sesuai dengan situasi dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
  2. Hindari penggunaan bahasa daerah atau bahasa asing jika dalam komunitas yang hetorogen.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *