Apa Itu Fabel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh Cerita Fabel

Apa Itu Fabel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh Cerita Fabel

Apa itu fabel dan bagaimana ciri-cirinya? Simak pengertian, ciri-ciri, tujuan, struktur, dan contoh cerita fabel berikut ini.

Pernahkah kalian mendengar cerita tentang kancil dan buaya? Sebagian besar dari kalian pastinya pernah mendengarnya, kan. Dalam cerita tersebut digambarkan bahwa kancil merupakan tokoh yang cerdik dan buaya merupakan tokoh antagonis yang mudah diperdaya oleh kancil. Semua tokoh dalam cerita tersebut bisa berpikir maupun berperilaku seperti manusia. Nah, tahukah kalian bahwa cerita kancil dan buaya tersebut termasuk dalam cerita fabel? Lantas, apa yang dimaksud dengan cerita fabel? Jika kamu belum tahu, mari kita pelajari bersama-sama apa itu fabel serta bagaimana ciri-ciri dan strukturnya.

Apa Itu Fabel?

Secara etimologis fabel berasal dari bahasa latin, yaitu ‘fabula’ yang berarti cerita. Fabula ini berbentuk cerita yang berlatar belakang mitos binatang dalam Yunani. Seiring berjalannya waktu, kata fabula diadaptasi ke dalam bahasa Prancis kuno dan bahasa Inggris menjadi ‘fable’. Kata ‘fable’ tersebut kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi fabel. Lantas, apa yang dimaksud dengan fabel? Singkatnya, fabel adalah cerita dongeng tentang binatang. Fabel termasuk ke dalam cerita fiksi karena tidak bercerita mengenai dunia nyata. Supaya lebih jelas mengenai apa itu fabel, berikut akan dipaparkan pengertian fabel menurut para ahli.

Jasa Parafrasa

Pengertian Fabel Menurut Para Ahli

Apa itu pengertian fabel? Menurut Zaidan, dkk (2007, 73), pengertian fabel adalah cerita yang isinya tentang ajaran moral bertokoh binatang yang mempunyai sifat layaknya manusia. Untuk melengkapi pengertian fabel tersebut, Nugiyantoro (2010, 22) menyatakan bahwa fabel adalah cerita dongeng tentang binatang dengan personifikasi karakter manusia. Personifikasi karakter maksudnya adalah pemberian sifat-sifat manusia ke dalam sifat binatang yang dijadikan tokoh cerita. Jadi binatang-binatang tersebut dapat berpikir dan berinteraksi seperti komunitas manusia. Mereka dapat berpikir, berperasaan, bersikap, berbicara, dan berperilaku layaknya manusia.

Senada dengan pendapat di atas, Ampera (2010, 22) menyatakan bahwa fabel merupakan cerita yang isinya tentang binatang. Binatang-binatang tersebut dapat berpikir dan bertingkah laku seperti manusia. Pendapat ini didukung oleh Mihadja (2012, 9) yang menyatakan bahwa fabel adalah cerita tentang binatang yang bertingkah laku layaknya manusia.

Untuk melengkapi pendapat-pendapat di atas, Sudarmadji, dkk (2010, 12) menyatakan bahwa fabel adalah cerita yang semua pelakunya diperankan oleh hewan dan/atau tumbuhan yang seolah-olah bisa berbicara seperti manusia. Jadi menurut Sudarmadji, dkk (2010, 12) fabel tidak hanya menceritakan seputar kehidupan binatang saja, tetapi juga kehidupan tumbuh-tumbuhan untuk mendukung cerita yang ada.

Jadi, Apa yang Dimaksud dengan Fabel?

Berdasarkan pengertian fabel menurut para ahli di atas, apa yang dimaksud dengan fabel adalah cerita dongeng tentang binatang maupun tumbuhan yang bisa bertingkah laku layaknya manusia. Dalam cerita fabel biasanya memuat pesan moral yang dapat dijadikan pembelajaran bagi pembaca maupun pendengar. Itulah mengapa cerita fabel disebut juga cerita moral.

Bagaimana Ciri-Ciri Cerita Fabel?

Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian teks fabel di atas, ada beberapa ciri yang membedakan cerita fabel dengan cerita yang lain. Adapun ciri-ciri cerita fabel adalah:

Jasa Proofreading Dokumen
  • Berisi cerita dongeng yang bersifat fiktif;
  • Tokoh yang diceritakan berupa hewan dan/atau tumbuhan;
  • Watak tokoh yang diceritakan mempunyai karakter seperti manusia;
  • Gaya penulisannya menggunakan sudut pandang orang ketiga;
  • Umumnya menggunakan latar tempat di alam, seperti sungai, hutan, atau kolam.

Apa Tujuan Cerita Fabel?

Ada beberapa manfaat atau tujuan menulis cerita fabel. Menurut Ampera (2010, 12-14) manfaat atau tujuan cerita fabel adalah:

  • Menghibur pembaca atau pendengar;
  • Mengembangkan imajinasi pembaca, terutama anak-anak;
  • Sebagai media untuk mengenalkan suatu budaya dan keindahan alam kepada anak;
  • Mengembangkan daya intelektual pembaca;
  • Sebagai refleksi tentang pengalaman pengarang;
  • Menyampaikan amanat terselubung atau pesan moral kepada pembaca.

Apa Saja Struktur Teks Fabel?

Sebenarnya struktur cerita fabel tidak jauh berbeda dengan teks cerita pendek. Hal ini karena cerita pendek dan fabel termasuk ke dalam jenis teks naratif. Menurut Kemendikbud (2013, 189) Struktur teks cerita pendek terdiri dari orientasi, komplikasi, dan resolusi. Sementara teks fabel ditambah dengan koda pada bagian akhir, sehingga struktur teks fabel adalah orientasi-komplikasi-resolusi-koda.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Zabadi, dkk. (2014) yang menyatakan bahwa struktur teks fabel terdiri atas orientasi, komplikasi, resolusi dan koda.

1. Orientasi

Orientasi merupakan bagian awal dari teks fabel. Bagian ini berisi pengenalan tokoh, latar tempat, suasana, dan waktu serta awalan masuk ke tahap berikutnya.

2. Komplikasi

Komplikasi merupakan bagian yang menceritakan awal terjadinya konflik antar tokoh. Di sini penulis mulai menceritakan kejadian penting yang menjadi penyebab konflik antartokoh. Komplikasi diawali dengan munculnya masalah hingga masalah memuncak mencapai klimaks.

Jasa Subtitle Youtube dan Film

3. Resolusi

Bagian selanjutnya adalah resolusi. Bagian ini menceritakan bagaimana penyelesaian masalah yang dihadapi oleh tokoh serta ganjaran yang diterima oleh tokoh.

4. Koda

Bagian yang terakhir adalah koda. Bagian ini berisi tentang pengubahan tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Di sini penulisbiasanya mengungkapkan nilai moral yang ada di dalam cerita secara implisit. Koda bersifat opsional, yaitu boleh ada atau tidak ada.

Contoh Cerita Fabel Singkat Beserta Strukturnya

Contoh cerita fabel

Supaya kamu lebih paham mengenai struktur fabel, berikut contoh fabel singkat beserta strukturnya yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Contoh Cerita Fabel tentang Kancil dan Gajah

Gajah yang Baik HatiJudul
Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya terbakar. Kancil kehausan. Dia berjalan-jalan mencari air.Orientasi
Di tengah perjalanan dia melihat kolam dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.

Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh si Gajah yang kebetulan melewati tempat itu.

‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’ tanya si Gajah.

‘’Aku… si Kancil sahabatmu,’’ jawab si Kancil.

Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya.

Setelah menemukan ide, Kancil berkata lagi, ‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’

“Yang benar kau mendapat ikan?’’ tanya Gajah memastikan.

‘’Bener, benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar,’’ jawab si Kancil.

Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.

‘’Kau mau memanfaatkanku, ya Cil? Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ tanya Gajah.

Kancil hanya terdiam.

‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu.

“Tolong aku Pak Gajah!” teriak Kancil panik melihat Gajah mulai meninggalkannya.

Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.

‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini,’’ kata Kancil dengan panik. Dia berpikir apa ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya.
Klimaks
Tidak lama, tiba-tiba Gajah muncul lagi. Kancil meminta tolong kembali.

“Bagaimana Cil?” tanya Gajah.

“Tolong aku, aku berjanji tidak akan iseng lagi,” jawab Kancil meyakinkan.

“Janji?” Gajah menekankan.

Gajah kembali bertanya untuk memastikan, ‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’

‘’Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji,’’ jawab Kancil.

Setelah yakin dengan jawaban Kancil, Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata, ‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’
Resolusi
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-binatang yang lainya.   Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain.Koda

2. Contoh Cerita Fabel tentang Kuda

Kuda Berkulit HarimauJudul
Seekor kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat. Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya.Orientasi
Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu. “Itu seperti kulit harimau,” gumam kuda itu. Kuda itu lalu mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dilihatnya adalah kulit harimau yang tak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu harimau. Kuda itu mencoba memakai kulit harimau itu, “Wah, kebetulan sekali, kulit harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya ya?”

Terlintaslah di benak kuda itu untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melewati dirinya. “Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?” tanya kuda dalam hati sambil mencari tempat yang cocok. Akhirnya, dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, lalu masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit harimau. Tak lama kemudian, beberapa domba gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu menggumam bahwa domba-domba itu cocok dijadikan sasaran empuk kejahilannya.  

Ketika domba-domba itu melewatinya, kuda itu meloncat ke arah mereka sehingga sontak domba-domba itu kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut dengan kulit harimau yang dikenakan kuda itu.
“Tolong, ada harimau! Lari, cepat lari!” teriak salah satu domba. Kuda itu tertawa terbahak-bahak melihat domba-domba itu pontang-panting berlari.

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak. Dia menunggu hewan lain datang melewati semak-semak itu. “Ah, ada tapir menuju kemari, tapi lambat betul geraknya. Biarlah, aku jadi bisa lebih lama bersiap-siap melompat!” kata kuda itu dalam hati. Tibalah saat kuda itu meloncat ke arah tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang-langgang menjauhi kuda yang memakai kulit harimau itu. Kuda itu kembali ke semak-semak sambil bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya.
Klimaks
Kali ini, kuda itu menunggu lebih lama dari biasanya, tetapi hal itu tidak membuatnya bosan. Tiba-tiba, seekor kucing hutan berlari sambil membawa seekor tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak, kucing hutan itu duduk menyantap tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar. “Ah, ternyata kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Biarlah aku membuatnya kaget di sana,” kata kuda itu dalam hati. Kuda itu pun keluar dari semak-semak dan berjalan hati-hati mendekati kucing hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan kucing hutan, kuda itu mengaum seperti halnya seekor harimau, tetapi rupanya dia tidak sadar bahwa bukannya mengaum, dia malah meringkik. Mendengar suara itu, kucing hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor kuda berkulit harimau. Sesaat, kucing hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak sembari berkata, “Saat aku melihatmu memakai kulit harimau itu, aku pasti akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!” Kucing hutan itu juga berkata kepada kuda bahwa sampai kapan pun, suara ringkiknya tidak akan bisa berubah jadi auman.Resolusi
Kuda berkulit harimau itu melambangkan bahwa sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu saat akan terbongkar juga kepura-puraannya itu. Kejujuran merupakan sikap yang paling indah di dunia iniKoda
Sumber: Dongeng Cerita Rakyat

Butuh Jasa Penerjemah Cerita?

Itu dia penjelasan mengenai apa itu fabel. Semoga setelah membaca artikel ini kamu jadi paham apa itu pengertian fabel dan perbedaannya dengan cerita lainnya.

Dari artikel ini kita juga tahu bahwa cerita fabel tidak hanya ada di Indonesia saja, tetapi juga ada di negara lainnya. Dalam bahasa Inggris fabel di kenal dengan sebutan fable. Saat ini juga sudah banyak bermunculan situs-situs yang menyediakan cerita fabel bahasa Inggris. Nah, jika kamu perlu bantuan untuk menerjemahkan fabel bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya, jangan ragu untuk menggunakan layanan terjemahan Xerpihan.

Jasa Translate Dokumen

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *