Penggunaan Tanda Baca Petik, Titik Dua, Koma, dan Seru yang Benar

Bingung bagaimana penggunaan tanda baca petik, titik dua, koma, dan seru yang benar? Pahami penggunaan tanda baca berikut ini.

Kalian pasti sudah tidak asing dengan tanda baca. Dalam membaca kalimat ini pun, kamu pasti sudah menemui beberapa tanda baca, seperti tanda koma (,) dan titik (.). Beberapa dari kalian juga pasti sudah mengetahui fungsi tanda baca koma (,) dan titik (.) pada kalimat. Eits, selain kedua tanda baca tersebut, ternyata masih banyak tanda baca lain yang penting untuk kamu pelajari, seperti tanda titik dua (:), tanda titik koma (;), tanda elipsis (…), tanda kurung ((…)), tanda petik (“…”), dan masih banyak lagi. Nah, jika kalian masih belum paham tentang tanda baca tersebut, ada baiknya kalau kalian menyimak artikel ini sampai selesai.

Jasa Proofreading Jurnal dan Skripsi
Jasa Proofread dan Cek Grammar Bahasa Indonesia dan Inggris

Daftar Isi

Pengertian Tanda Baca

Apa itu tanda baca? Tanda baca merupakan simbol atau lambang yang digunakan untuk melengkapi kalimat. menurut KBBI, pengertian tanda baca ialah tanda yang digunakan pada sistem ejaan, seperti titik, tanda seru, tanda tanya, dan masih banyak lagi. Agar lebih jelas, simak pengertian tanda baca menurut para ahli berikut ini.

Baca juga: Pengertian PUEBI dan Perbedaannya dengan EYD

Pengertian Tanda Baca Menurut Para Ahli

Dalam buku yang berjudul Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien, Prof. Dr. Tampubolon (1987) berpendapat bahwa tanda baca adalah lambang atau simbol tulisan yang digunakan penulis untuk menggambarkan aspek-aspek bahasa lisan selain fonem (bunyi bahasa). Sedangkan tanda baca menurut Drs. Abdullah diartikan sebagai tanda yang berfungsi untuk menjelaskan maksud penulis agar informasi yang disampaikan dapat dipahami oleh pembaca.

Pendapat terakhir datang dari seorang ahli bahasa ternama Indonesia, yaitu Dr. Gorys Keraf. Dalam bukunya yang berjudul Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa, Dr. Gorys Keraf (1994) berpendapat bahwa tanda baca ialah tanda atau gambar yang menggambarkan unsur suprasegmental dalam tutur. Tanda baca ini berguna untuk memudahkan pembaca dalam mengikuti jejak bahasa lainnya.

Fungsi Tanda Baca

Jasa Translate Dokumen | Indonesian English Translation Services
Jasa Terjemah Bahasa Inggris, Mulai Rp10.000

Sebenarnya fungsi tanda baca bermacam-macam, tergantung dari jenisnya. Namun, secara umum tanda baca berfungsi sebagai simbol untuk memudahkan pembaca dalam memahami maksud bacaan. Misalnya jika ada sebuah kalimat:

  • Nia sudah belajar

Jika kalimat tersebut tidak menggunakan tanda baca di akhir kalimat, pembaca mungkin akan bingung dengan maksud penulis. Apakah si penulis sedang bertanya atau memberi informasi. Lain halnya jika kalimat tersebut dilengkapi tanda baca seperti ini:

  • Nia sudah belajar?
  • Nia sudah belajar.

Pada kalimat pertama, kita tahu bahwa si penulis sedang bertanya, apakah Nia sudah belajar atau belum. Sedangkan pada kalimat kedua, penulis bermaksud memberi informasi kepada pembaca bahwa Nia sudah belajar.

Baca juga: Penggunaan Huruf kapital yang Benar

Penggunaan Tanda Baca yang Benar

Jasa Parafrase Kalimat Bahasa Indonesia dan Inggris
Jasa Parafrase Kalimat Bahasa Indonesia dan Inggris

Berdasarkan PUEBI, terdapat 15 macam tanda baca yang berlaku jika kamu ingin menulis teks dalam bahasa Indonesia. Supaya kamu tidak salah kaprah seperti contoh di atas, yuk pelajari penggunaan tanda baca yang benar. Berikut adalah jenis-jenis tanda baca dan kegunaannya.

Penggunaan Tanda Baca Titik (.) yang Benar

Kegunaan tanda baca titik (.) ada banyak. Berikut akan dijelaskan apa saja fungsi tanda titik agar kamu bisa menggunakannya dengan benar.

1. Penanda akhir kalimat pernyataan

Fungsi pertama, tanda titik digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat pernyataan atau kalimat berita.

Contoh penggunaan tanda titik (.) di akhir kalimat:

2. Tanda di perincian bagan, ikhtisar, dan daftar

Selain sebagai tanda di akhir kalimat, tanda titik juga berfungsi sebagai penanda diperincian. Tepatnya perincian pada bagan, ikhtisar, atau daftar, tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf perincian.

Contoh penggunaan tanda titik (.) pada perincian:

I. Alat Musik Tradisional
a. Angklung
b. Sasando
c. Gamelan
II. Alat Musik Modern
a. Piano
b. Drum
c. Gitar

Sebagai catatan, tanda titik tidak digunakan di perincian yang sudah menggunakan tanda kurung.

Contohnya:

1) Alat Musik Tradisional
a) Angklung
b) Sasando
c) Gamelan
2) Alat Musik Modern
a) Piano
b) Drum
c) Gitar

3. Pemisah jam, menit, dan detik di penunjuk waktu

Pada penanda atau penunjuk waktu, tanda titik berfungsi sebagai pemisah antara jam, menit, dan detik.

Contoh penggunaan tanda titik (.) pada penanda waktu:

  • Pukul 11.40.58 (pukul 11 lewat 40 menit 58 detik)
  • 11.40.58 jam (11 jam, 40 menit, 58 detik)

4. Pemisah bilangan ribuan yang menunjukkan jumlah

Selain berfungsi sebagai pemisah di penunjuk waktu, tanda titik juga digunakan sebagai pemisah pada angka. Pada angka, tanda titik berfungsi sebagai pemisah bilangan ribuan dan kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Contoh penggunaan tanda titik (.) pada bilangan yang menunjukkan jumlah:

  • Nagita Slavina membeli tas senilai Rp500.000.000,00.
  • Lisa baru saja membeli 10.000 lot saham.

Sebagai catatan, tanda titik tidak digunakan sebagai pemisah bilangan yang tidak menunjukkan jumlah, misalnya tahun, halaman, atau nomor ponsel.

5. Pemisah di daftar pustaka

Tanda titik digunakan sebagai pemisah antara nama penulis, tahun, judul tulisan, dan tempat terbit pada daftar pustaka.

Contoh penggunaan tanda titik (.) pada daftar pustaka:

  • Keraf, Gorys. 1994. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.

Baca juga: Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

6. TIDAK digunakan di akhir judul

Selain memiliki kegunaan yang bermacam-macam, tanda titik ternyata juga memiliki larangan penggunaan. Tanda titik tidak boleh digunakan di bagian akhir judul sebuah karangan maupun ilustrasi atau tabel.

Contohnya:

  • Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
  • Tabel 1. Hasil Analisis EDX pada Mortar

7. TIDAK digunakan di akhir alamat surat

Selain tidak boleh digunakan di bagian akhir judul, ternyata tanda titik juga tidak boleh digunakan di bagian akhir alamat pengirim maupun penerima surat.

Contohnya:

Yth. CEO Xerpihan
Jalan Semangu No.4a
Yogyakarta

Penggunaan Tanda Baca Seru (!) yang Benar

Tanda seru biasanya digunakan untuk kalimat yang diucapkan dengan nada tinggi atau tegas. Supaya lebih jelas, simak penggunaan tanda baca seru yang benar berikut ini.

1. Penanda di akhir kalimat perintah

Tanda baca seru (!) digunakan diakhir kalimat perintah atau seruan.

Contoh penggunaan tanda baca seru (!) di akhir kalimat perintah:

  • Ayo tugasnya segera dikerjakan!
  • Menggambarkan ekspreksi kaget atau emosi yang kuat

2. Menggambarkan ekspresi kaget atau emosi yang kuat

Selain sebagai penanda diakhir kalimat perintah, tanda baca seru (!) juga bisa digunakan untuk menggambarkan ekspresi terkejut, marah, atau emosi yang kuat.

  • Aduh!
  • Merdeka!

Penggunaan Tanda Baca Tanya (?) yang Benar

Berdasarkan PUEBI, fungsi tanda tanya ada dua. Apa saja fungsinya? Simak penjelasan berikut ini.

1. Penanda kalimat tanya

Sesuai namanya, tanda baca tanya (?) umumnya digunakan pada akhir sebuah kalimat tanya.

Contoh penggunaan tanda tanya (?) di kalimat tanya:

  • Kapan kamu akan mengumpulkan tugas?
  • Siapa yang membawa gunting kuku?

Sebagai catatan, tanda tanya tidak digunakan diakhir kalimat tanya yang sudah berubah menjadi kalimat penjelas.

Contohnya:

  • Aku masih belum mengerti mengapa masih ada orang yang tidak percaya tentang Covid.
  • Rika masih belum tahu apakah dia akan mudik atau tidak.

2. Penanda kalimat yang disangsikan

Selain digunakan di akhir kalimat tanya, tanda tanya juga bisa digunakan sebagai penanda pada kalimat yang disangsikan. Jika kamu ingin mengatakan sesuatu yang masih belum pasti kebenarannya, kamu bisa menggunakan tanda tanya yang dilengkapi tanda kurung.

Contoh penggunaan tanda tanya (?) untuk kalimat yang disangsikan:

  • Uang yang dipinjam oleh Robi sekitar 10 juta rupiah (?)
  • Pencuri itu belum tertangkap (?)

Penggunaan Tanda Baca Koma (,) yang Benar

Seperti tanda titik, tanda koma juga memiliki banyak kegunaan. Berikut akan dijelaskan secara rinci penggunaan tanda koma yang benar.

1. Pemisah unsur-unsur dalam perincian

Fungsi tanda koma yang pertama adalah sebagai pemisah unsur dalam perincian yang berada di tengah kalimat. Kalimat yang mengandung unsur-unsur perincian, biasanya akan dipisahkan dengan tanda koma kemudian diakhiri dengan tanda titik.

Contoh penggunaan tanda koma (,) dalam perincian:

  • Rika membeli gorengan, es buah, dan soto untuk berbuka puasa.
  • Rara memiliki tiga saudara bernama Riri, Rira, dan Ruri.
  • Xerpihan menawarkan jasa terjemah, proofreading, tranksripsi, dan pembuatan subtitle.

2. Tanda sebelum kata penghubung dalam kalimat majemuk

Pada kalimat majemuk yang menggunakan kata penghubung (seperti sedangkan, tetapi, dan melainkan), tanda koma digunakan sebelum kata penghubung tersebut.

Contoh penggunaan tanda baca koma (,) sebelum kata penghubung:

  • Lulu pandai berbahasa Inggris, tetapi adiknya tidak.
  • Lala suka membaca novel terjemahan, sedangkan Dipsy suka menonton film.

3. Pemisah antara anak dan induk kalimat

Fungsi tanda koma yang ketiga adalah sebagai pemisah antara anak dan induk kalimat. Tanda koma digunakan sebagai pemisah antara anak dan induk kalimat jika anak kalimat berada di awal kalimat.

Contoh penggunaan tanda koma (,) antara anak dan induk kalimat:

  • Jika filmnya dilengkapi dengan subtitle, aku bisa paham apa yang mereka bicarakan.
  • Karena hasil terjemahannya bagus, Ani suka menggunakan jasa terjemahan Xerpihan.

4. Tanda setelah kata penghubung antarkalimat

Tanda koma juga digunakan setelah kata penghubung antarkalimat seperti oleh karena itu, meskipun demikian, namun, dan maka dari itu.

Contoh penggunaan tanda koma (,) pada kata penghubung antarkalimat:

  • Meskipun begitu, dia tidak mudah menyerah.
  • Oleh karena itu, kamu sebaiknya rajin belajar.

5. Pemisah nama di daftar pustaka

Pada daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk memisahkan antara nama dan belakang penulis yang disusun terbalik. Jika penulis bernama ‘Alvi Syahrin’, dalam daftar pustaka ditulis ‘Syahrin, Alvi’.

Contoh penggunaan tanda koma pada daftar pustaka:

  • Syahrin, Alvi. 2019. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa. Jakarta: GagasMedia.
  • Manampiring, Henry. 2008. Filosofi Teras. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

6. Pemisah unsur-unsur di catatan kaki

Selain digunakan di daftar pustaka, tanda koma juga digunakan di dalam catatan kaki. Penggunaan tanda koma di catatan kaki, yaitu sebagai pemisah unsur-unsurnya.

Contoh penggunaan tanda koma di catatan kaki:

  • (Syahrin, 2019)
  • (Manampiring, 2008)

7. Pemisah pada petikan langsung

Dalam kalimat yang terdapat petikan langsung, tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain.

Contoh penggunaan tanda koma pada petikan langsung:

  • Jennie bertanya, “Kamu sudah makan?”
  •  “Aku sudah makan,” jawab G-Dragon.

Sebagai catatan, tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan petikan langsung di awal kalimat yang diakhiri dengan tanda tanya atau tanda seru.

Contohnya:

  • “Kamu sudah makan?” tanya Jennie.

8. Pemisah nama dan gelar

Tanda koma digunakan untuk memisahkan antara nama dengan gelar dan gelar dengan gelar lainnya.

Contoh penggunaan tanda baca koma pada nama dan gelar:

  • Namira Rachmawati, S.T.
  • Maria Rosiana, S. H., M.H.

9. Tanda pada bilangan desimal

Pada bilangan desimal, tanda koma digunakan untuk memisahkan antara bilangan bulat dan pecahan.

Contoh penggunaan tanda koma pada angka desimal:

  • 12,5
  • 30,09

10. Tanda untuk mengapit keterangan tambahan

Penggunaan tanda koma selanjutnya untuk mengapit keterangan tambahan. Pada kalimat bertingkat yang mempunyai keterangan tambahan, tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tersebut agar mudah dipahami.

Contoh penggunaan

  • Mi Instan Indonesia, terutama Indomie, adalah mi instan yang paling enak menurutku.
  • Semua mahasiswa, baik lakilaki maupun perempuan, wajib mengikuti KKN.

11. Penanda keterangan di awal kalimat

Selain penanda pada keterangan tambahan, tanda koma juga digunakan setelah keterangan yang berada di awal kalimat. Tanda koma ini untuk menghindari salah penafsiran dalam kalimat.

Contoh penggunaan tanda koma setelah keterangan

  • Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

12. Pemisah unsur-unsur dalam alamat

Terakhir, tanda koma digunakan sebagai pemisah unsur-unsur dalam alamat, seperti kecamatan, kelurahan, dan provinsi. Selain itu tanda koma juga digunakan sebagai pemisah antara tempat dan tanggal.

Contoh penggunaan tanda koma:

  • Yogyakarta, 29 April 2021
  • Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Jalan grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta

Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;) yang Benar

Ada tiga fungsi tanda baca titik koma berdasarkan PUEBI. Berikut penjelasan rinci dari penggunaan tanda titik koma yang benar.

1. Pengganti kata penghubung

Fungsi tanda titik koma yang pertama, yaitu digunakan untuk menggantikan kata penghubung pada kalimat majemuk. Tanda titik koma ini untuk memisahkan antara dua kalimat setara atau lebih.

Contoh penggunaan tanda titik koma (;) pada kalimat majemuk:

  • Hari ini hujan; aku tidak membawa payung.
  • Ibu memasak di dapur; Ayah memotong rumput; Kakak menyapu lantai.

2. Penanda di akhir perincian klausa

Selain sebagai pengganti kata penghubung, tanda titik koma juga dipakai di akhir perincian klausa.

Contoh penggunaan tanda titik koma (;) pada perincian klausa:

  • Syarat pembuatan KTP adalah
    (1) Sudah berusia 17 tahun;
    (2) Berkewarganegaraan Indonesia;
    (3) Fotokopi KK.

3. Pemisah pada perincian yang sudah ada tanda koma

Terakhir, tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian perincian yang sebelumnya sudah menggunakan tanda koma.

Contoh penggunaan tanda titik koma (;) pada kalimat:

  • Siska membeli roti, pisang, dan susu; kemeja, rok, dan celana; sampo, sabun, dan pasta gigi.

Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:) yang Benar

Berikut beberapa fungsi tanda baca titik dua (:) yang sebaiknya kamu pahami.

1. Penanda di akhir pernyataan lengkap yang diikuti penjelasan

Fungsi tanda titik dua yang pertama adalah sebagai penanda di akhir pernyataan lengkap. Dengan catatan, tanda titik dua ini digunakan di akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti dengan penjelasan atau perincian.

Contoh penggunaan tanda titik dua:

  • Lisa membeli alat tulis: pensil, penggaris, pulpen, dan penghapus.

Sebagai catatan, tanda titik dua tidak digunakan apabila penjelasan atau perincian tersebut menjadi pelengkap yang mengakhiri suatu pernyataan

Contohnya :

  • Lisa membeli pensil, penggaris, pulpen, dan penghapus

2. Penanda setelah ungkapan yang memerlukan pemerian atau penjelasan

Selain berfungsi sebagai penanda di akhir pernyataan lengkap, tanda titik dua juga digunakan sebagai penanda setelah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian atau penjelasan.

Contoh penggunaan tanda titik dua:

  • Ketua: Risti
  • Wakil: Laura
  • Sekretaris: Monica
  • Bendahara: Aisyah

3. Pada naskah drama

Pada naskah drama, tanda titik dua digunakan untuk memisahkan pelaku dan isi percakapan.

Contoh penggunaan tanda baca pada naskah dialog:

  • Nana: “Ayo makan Bersama!”
  • Nita: “Maaf, aku masih kenyang.”

4. Pemisah pada daftar pustaka

Terakhir, tanda titik dua digunakan untuk memisahkan antara nama kota dan penerbit pada daftar pustaka. Selain itu, tanda titik dua juga digunakan untuk memisahkan antara jilid atau nomor dan halaman.

Contoh penggunaan tanda titik dua:

  • Syahrin, Alvi. 2019. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa. Jakarta: GagasMedia.
  • Kompas,XL, No. 3/2006:7

Penggunaan Tanda Baca Elipsis (…) yang Benar

Menurut KBBI, elipsis artinya tanda titik tiga yang diikuti diapit oleh spasi atau jarak. Karena tanda baca elipsis berwujud titik yang berjumlah tiga buah, ada sebagian orang yang menyebutnya dengan tanda titik tiga. Lalu, apa fungsi dari tanda elipsis? Berikut fungsi dari tanda elipsis.

1. Penanda ada bagian yang dihilangkan

Jika ada sebuah kutipan atau kalimat yang tidak utuh, bagian yang dihilangkan harus ditandai dengan tanda baca elipsis.

Contoh penggunaan tanda baca elipsis:

  • Pada buku Mindset, Dweck menjelaskan bahwasanya mindset merupakan suatu ….
  • Penyebab gagal panen … akan diperiksa lagi.

Sebagai catatan, tanda elipsis yang digunakan di akhir kalimat berjumlah tiga titik kemudian diikuti satu tanda titik lagi untuk penanda akhir kalimat. Jadi total titik di akhir kalimat ada empat.

2. Tanda ujaran yang tidak selesai

Pada dialog, tanda elipsis digunakan untuk menulis ujaran yang tidak selesai.

Contoh penggunaan tanda baca elipsis:

  • “Berdasarkan hal tersebut, kita sebaiknya … wah, sudah bel.”

Penggunaan Tanda Baca Petik (“…”) yang Benar

Terdapat beberapa fungsi tanda petik. Berikut penjelasan mengenai beberapa penggunaan tanda petik yang benar.

1. Mengapit petikan atau kutipan langsung

Salah satu fungsi tanda petik adalah mengapit petikan atau kutipan langsung, baik berasal dari suatu pembicaraan maupun naskah.

Contoh penggunaan tanda petik untuk mengapit petikan langsung:

  • “Kita wajib menaati peraturan sekolah,” kata salah satu anggota OSIS.
  • Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat 3, “Negara Indonesia adalah negara hukum.”

2. Mengapit judul

Selain mengapit petikan langsung, tanda petik berfungsi untuk mengapit judul yang dipakai dalam kalimat, baik itu judul sajak, film, artikel, maupun buku.

Contoh penggunaan tanda petik untuk mengapit judul:

  • Buku “Rich Dad Poor Dad” merupakan salah satu buku best seller yang mengajarkan tentang investasi.

3. Mengapit istilah ilmiah

Terakhir, tanda petik juga bisa digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang masih asing.

Contoh penggunaan tanda petik untuk mengapit istilah ilmiah:

  • Masyarakat tidak boleh menerima “serangan fajar” dari calon bupati.

Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal (‘…’) yang Benar

Ada dua kegunaan tanda petik tunggal menurut PUEBI. Berikut penjelasan dari masing-masing fungsi tanda petik tunggal.

1. Mengapit petikan dalam petikan atau kutipan

Tanda petik tunggal dipakai sebagai pengapit petikan yang berada di dalam kutipan atau petikan lain.

Contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam petikan:

  • Kata Rissa, “Film ‘Parasite’ adalah film pertama Korea yang berhasil masuk Oscar.”

2. Mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan

Selain mengapit petikan atau kutipan, tanda petik tunggal juga berfungsi untuk mengapit makna, terjemahan, maupun penjelasan dari suatu kata.

Contoh penggunaan tanda petik tunggal untuk mengapit makna atau penjelasan:

  • Login ‘masuk’
  • Log out ‘keluar’

Penggunaan Tanda Baca Hubung (-) yang Benar

Tanda hubung merupakan tanda yang berbentuk garis horisontal dikenal dengan nama ‘en dash’. Tanda hubung biasanya digunakan untuk menyambungkan angka, huruf, atau kata. Namun, selain menyambungkan angka, huruf, dan kata, tanda hubung juga banyak digunakan dalam berbagai kondisi. Supaya lebih jelas, berikut pemakaian tanda hubung yang benar menurut PUEBI.

1. Penanda bagian kata yang terpenggal

Pemakaian tanda hubung yang pertama adalah penanda bagian kata yang terpenggal atau terpisah akibat pergantian baris.

Contoh penggunaan tanda hubung:

  • Selain menyediakan jasa subtitle, Xerpihan juga menyedia-
    kan jasa proofreading, terjemahan, dan transkripsi.

2. Penyambung huruf dan angka

Pemakaian tanda hubung selanjutnya adalah sebagai penyambung huruf pada kata yang dieja satu persatu. Selain itu, tanda hubung juga berfungsi sebagai penyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka.

Contoh penggunaan tanda hubung:

  • 13-05-2021
  • p-e-l-a-j-a-r

3. Menyambungkan unsur kata ulang

Selain berfungsi sebagai penyambung huruf dan angka, tanda hubung juga berfungsi sebagai menyambungkan unsur kata ulang.

Contoh penggunaan tanda hubung:

  • Cita-cita
  • Bermacam-macam
  • Kupu-kupu

4. Memperjelas kata atau ungkapan

Fungsi yang keempat, kamu juga bisa menggunakan tanda hubung untuk memperjelas hubungan bagian-bagian kata maupun ungkapan.

Contoh penggunaan tanda hubung:

  • Me-ngarang (menyusun)
  • Ber-uang (memiliki uang)
  • Tujuh-puluh-lima ribuan (75 x 1.000)

Bandingkan dengan

  • Meng-arang (menjadi arang)
  • Be-ruang (memiliki ruang)
  • Tujuh-puluh lima-ribuan (70 x 5.000)

5. Menyusun unsur bahasa Indonesia dengan bahasa lain

Kegunaan tanda hubung selanjutnya, untuk merangkai atau menysusun unsur bahasa Indonesia dengan bahasa lain, seperti bahasa daerah atau bahasa Inggris.

Contoh penggunaan tanda hubung:

  • di-follow
  • di-chat

6. Menyusun kata atau angka yang diberi imbuhan

Tanda hubung juga dipakai untuk menyusun kata atau angka yang diberi imbuhan. Meliputi imbuhan se- diikuti dengan kata yang diawali dengan huruf kapital; ke- diikuti dengan angka; angka ditambah imbuhan -an; imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital; dan rangkaian huruf dan angka.

Contoh penggunaan tanda hubung:

  • D-4
  • Urutan ke-3
  • Se-Papua
  • Hamba-Nya

Sebagai catatan, tanda hubung tidak digunakan untuk merangka huruf dan angka jika angka tersebut merepresentasikan jumlah huruf.

Contohnya:

  • P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)

7. Penanda bentuk terikat

Terakhir, kamu juga bisa menggunakan tanda hubung sebagai penanda bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Contoh penggunaan tanda hubung sebagai penanda bentuk terikat:

  • Kata pasca- dalam ‘pascapanen’ dapat diartikan sebagai setelah atau sesudah.

Penggunaan Tanda Baca Pisah (—) yang Benar

Bentuk tanda pisah sekilas mirip dengan tanda hubung, yaitu sama-sama berbentuk garis horisontal. Namun, jika diperhatikan lagi, kedua tanda tersebut sebenarnya berbeda. Perbedaan tanda hubung dan tanda pisah, yaitu simbol tanda pisah lebih panjang dari tanda hubung. Simbol tanda pisah menggunakan ’em dash’ (lebarnya sama dengan huruf M), sedangkan tanda hubung menggunakan simbol ‘en dash’ (lebarnya sama dengan huruf N). Dari segi fungsinya pun berbeda. Fungsi dari tanda hubung sudah dijelaskan di atas, sedangkan fungsi tanda hubung akan dijelaskan berikut ini.

1. Pembatas kata yang disisipkan

Fungsi tanda pisah yang pertama, sebagai pembatas bagian kata atau kalimat tambahan yang disisipkan ke dalam kalimat.

Contoh penggunaan tanda pisah:

  • Kesuksesan itu—kita sependapat—dapat diraih jika kita berusaha keras dan pantang menyerah

2. Penegasan pada keterangan aposisi

Selanjutnya, tanda baca pisah bisa juga berfungsi sebagai penegasan keberadaan keterangan aposisi. Menurut KBBI, keterangan aposisi merupakan ungkapan yang berguna untuk menjelaskan ungkapan sebelumnya dalam kalimat yang bersangkutan.

Contoh penggunaan tanda pisah:

  • Semua anak Bu Nara – Nana, Nino, dan Neni – kuliah di luar negeri.

3. Berarti sampai

Tanda baca pisah juga bisa berfungsi untuk mengganti kata ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’ jika digunakan di antara dua bilangan, tanggal, waktu, atau tempat.

Contoh penggunaan tanda pisah:

  • Jogja—Solo
  • Jam 12.00—13.00
  • Tanggal 13—25 Januari 2021

Penggunaan Tanda Baca Kurung ((…)) yang Benar

Tanda baca kurung ((…)) umumnya berguna untuk mengapit keterangan tambahan. Supaya lebih paham, berikut penjelasan lengkap kegunaan tanda baca kurung.

1. Mengapit tambahan keterangan

Tanda kurung digunakan untuk mengapit tambahan keterangan, akronim, maupun penjelasan dari kata atau frasa sebelumnya.

Contoh penggunaan tanda kurung:

  • Shinta membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk melamar kerja.
  • Takarir (subtitle) dapat memudahkan kita memahami percakapan dalam film berbahasa asing.

2. Mengapit keterangan tambahan

Fungsi yang kedua, tanda kurung juga digunakan untuk mengapit keterangan tambahan yang tidak menjadi bagian utama dari kalimat.

Contoh penggunaan tanda kurung dalam keterangan tambahan:

  • Bakpia Pathok (nama desa di Yogyakarta) merupakan salah satu bakpia enak di Yogyakarta.

3. Mengapit kata atau huruf opsional

Selain mengapit keterangan, tanda kurung digunakan sebagai pengapit kata atau huruf opsional. Artinya, huruf atau kata tersebut dapat dihilangkan dari teks.

Contoh penggunaan tanda kurung:

  • Kursi dan meja itu terbuat dari (kayu) jati.

4. Mengapit angka atau huruf penanda perincian

Terakhir, kamu juga bisa menggunakan tanda kurung untuk mengapit angka atau huruf yang digunakan sebagai penanda perincian.

Contoh penggunaan tanda kurung dalam perincian:

  • Nia membeli berbagai macam sabun, yaitu (a) sabun mandi (b) sabun muka, dan (c) sabun cuci piring

Penggunaan Tanda Baca Kurung Siku ([…]) yang Benar

Walaupun tanda kurung siku hampir mirip dengan tanda kurung biasa, namun penggunaan tanda baca kurung siku berbeda dengan tanda baca kurung biasa. Berikut penggunaan dari tanda baca kurung siku yang benar.

1. Mengapit kata atau huruf yang dikoreksi

Tanda kurung siku berfungsi untuk mengapit huruf, kata, maupun frasa dalam naskah yang dikoreksi oleh orang lain.

Contoh penggunaan tanda kurung siku:

  • Dalam rangka pencega[h]an Covid, Presiden melarang masyarakat mudik saat lebaran.

2. Mengapit keterangan yang ada tanda kurung

Dalam kalimat yang sudah ada tanda kurung, kamu bisa menuliskan keterangan tambahan menggunakan tanda kurung siku.

Contoh penggunaan tanda kurung siku:

  • Perbedaan dari metode penelitian itu (persamaannya terdapat pada bab 3 [lihat halaman 10]) memberikan hasil yang berbeda dari hipotesis awal.

Penggunaan Tanda Baca Garis Miring (/)

Menurut PUEBI, terdapat tiga kegunaan tanda baca garis miring (/). Berikut kegunaan dari tanda petik yang sebaiknya kalian pahami.

1. Pemisah bagian-bagian pada nomor surat

Kegunaan pertama, tanda baca garis miring digunakan untuk memisahkan bagian-bagian pada nomor surat. Selain itu, tanda garis miring juga digunakan untuk penanda periode satu tahun yang berisi dua tahun takwim.

Contoh penggunaan tanda baca garis miring:

  • Nomor: 9/PK/11/2019
  • Tahun ajaran 2010/2013

2. Pengganti kata penghubung

Tanda baca garis miring juga dapat digunakan untuk menggantikan kata dan, atau, serta setiap.

  • Laki-laki/perempuan = laki-laki dan perempuan
  • Gelap/terang = gelap atau terang

3. Tanda koreksi pada naskah asli

Tanda garis miring digunakan untuk mengoreksi kata atau huruf di dalam naskah, baik itu kelebihan atau kesalahan ejaan.

Contoh penggunaan tanda baca garis miring:

  • Vani memiliki /h/utang cukup banyak. (bentuk baku = utang)

Penggunaan Tanda Baca Penyingkat (‘)

Ada dua fungsi tanda penyingkat, berikut penjelasannya.

1. Tanda penghilangan bagian kata atau angka

Tanda baca penyingkat yang juga dikenal sebagai apostrof, digunakan untuk menandai penghilangan bagian kata atau angka.

Contoh penggunaan tanda baca penyingkat:

  • Lisa sedang di kantor, ‘kan? (‘kan = bukan)
  • 7-8-’19 (’19 = 2019)

2. Pada kata serapan bahasa asing

Tanda penyingkat biasanya juga digunakan pada kata khusus yang merupakan serapan dari bahasa asing, seperti bahasa arab.

Contoh penggunaan tanda baca penyingkat pada kata serapan:

  • Surat Al-A’raf
  • Surat Al-A’la

Penutup

Demikian informasi mengenai pengertian, fungsi, dan penggunaan tanda baca. Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa penggunaan tanda baca yang tepat sangat penting supaya orang tidak salah kaprah dengan kalimat yang kita tulis. Namun selain penggunaan tanda baca yang benar, kita juga perlu memperhatikan ejaan dan tata bahasa yang benar juga agar pembaca paham dengan apa yang akan kita sampaikan. Jika kamu masih ragu-ragu apakah ejaan, tata bahasa, dan tanda baca yang kamu gunakan sudah benar atau belum, kamu bisa menggunakan jasa proofreading Xerpihan.

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *