Apa Itu Kalimat Opini? Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Jika kamu ingin tahu apa itu kalimat opini, ciri-ciri, contoh, dan perbedaannya dengan kalimat fakta, simak penjelasannya berikut ini.

Seperti diketahui bersama, bahwasanya kalimat itu terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah kalimat dalam bentuk fakta dan kedua adalah kalimat dalam bentuk opini.

Cek Turnitin Gratis dan Instan
Cek Turnitin Gratis di Xerpihan

Keduanya tentu saja memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi sudut pandang, kelengkapan, dan juga kebenarannya. Jika dijelaskan secara sederhana, kalimat fakta adalah kalimat yang sudah pasti kejelasannya. Sementara opini adalah kalimat yang kebenarannya belum dapat dipastikan kejelasannya.

Apa Itu Kalimat Opini?

Kalimat opini adalah sebuah kalimat yang muncul dari sudut pandang seseorang tanpa memperhatikan sudut-sudut pandang lainnya. Pernyataan dalam kalimat opini biasanya berbentuk pernyataan yang bersifat pribadi, baik dalam bentuk pikiran, gagasan atau pendapat atas suatu hal yang terjadi.

Semua pernyataan dalam kalimat opini adalah pandangan pribadi atau kelompok yang kebenarannya belum bisa dibuktikan. Adapun, jika sebuah opini bisa dibuktikan kebenarannya melalui cara pembuktian tertentu, opini tersebut nantinya berubah menjadi sebuah fakta.

Misalnya seperti seseorang yang ketika pagi hari memprediksi bahwa jam 10-12 nanti akan turun hujan. Ketika menyampaikan kalimat itu di pagi hari, ia menyampaikan kalimat yang bersifat opini. Nah, jika ketika jam 10-12 siang itu ternyata hujan, kalimat tersebut setelahnya menjadi kalimat fakta.

Jasa Proofreading Jurnal dan Skripsi
Jasa Proofreading Bahasa Inggris dan Indonesia

Ciri-Ciri Kalimat Opini

Ada beberapa ciri yang biasanya terkandung dalam kalimat berbentuk opini. Menurut Sudirdja, dkk (dalam Wa Fatima, 2016, 23) ciri-ciri kalimat opini adalah:

  • Kalimat opini tidak bisa dibuktikan kebenarannya;
  • Kalimat opini tidak mempunyai data yang akurat;
  • Menunjukkan peristiwa yang belum terjadi, atau akan terjadi di masa yang akan datang;
  • Kalimat opini bersifat subjektif dan dilengkapi dengan uraian tentang pendapat, saran atau ramalan mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa;
  • Tidak terdapat narasumber, biasanya berasal dari pendapat pribadi seseorang ataupun sekelompok orang;
  • Biasanya menggunakan kata mungkin, saya rasa, pendapat saya, seandainya, jika, kalau, bisa saja, dan sejenisnya.

Baca juga: Ciri-Ciri Kalimat Persuasif dan Contohnya

Jenis-Jenis Kalimat Opini

Secara umum, kalimat opini dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat opini perorangan dan kalimat opini umum.

1. Kalimat opini perorangan

Sesuai namanya, kalimat opini perorangan adaah kenis kalimat opini yang dikemukakan oleh seseorang. Bisa disampaikan secara terbuka ke orang lain yang sedang dalam kelompok, atau bisa juga disampaikan secara pribadi ke orang tertentu.

2. Kalimat opini umum

Kalimat opini umum adalah kalimat yang berisi pernyataan atau pendapat yang sudah diakui oleh mayoritas orang. Akan tetapi, belum ada pembuktian secara ilmiah tentang pendapat tersebut. Opini umum bisa juga berupa pendapat yang sudah mengendap di dalam masyarakat yang telah dipengaruhi oleh berbagai norma budaya.

Perbedaan Kalimat Opini dan Fakta

Kalimat fakta dan opini mempunyai beberapa perbedaan mendasar. Di antara perbedaan keduanya adalah sebagai berikut.

  • Kalimat opini adalah kalimat yang sifatnya cukup subjektif. Sementara kalimat fakta sebaliknya, ia bersifat objektif.
  • Kalimat opini berasal dari pernyataan yang belum terjadi/terbukti. Sementara kalimat fakta biasanya didapat dari kejadian yang sudah terjadi dan terbukti kebenarannya.
  • Kalimat opini tidak memiliki data yang akurat. Kalimat fakta umumnya akan disertai data-data yang mendukung fakta tersebut.
  • Kalimat opini biasanya dibentuk menggunakan kata seandainya, mungkin, bisa jadi, jika, saya rasa, sebaiknya, seharusnya, kalau, menurut pandangan saya dan lain sebagainya.
  • Kalimat opini isinya berkaitan yang sifatnya spekulatif dan berisi pendapat yang berasal dari kesimpulan sendiri.

Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Kalimat Utama dan Contohnya

Contoh Kalimat Opini

Setelah membahas tentang pengertian, ciri-ciri, dan juga perbedaan opini dan fakta. Berikut ini kami sajikan beberapa contoh penggunaan kata atau kalimat opini dalam kehidupan sehari-hari.

  • Saya menebak bahwa Jerman akan memenangkan piala dunia 2022.
  • Menurut saya, ayam geprek Bensu adalah ayam geprek terenak di Indonesia.
  • Sepertinya partai PDI akan memenangkan pemilu 2024 nanti.
  • Menurut pandangan saya, makanan terlezat di dunia itu Bakso dan Mie Ayam.
  • Orang yang namanya Asep itu kebanyakan ramah dan baik.
  • Bagiku, Bandung adalah kota terbaik di Indonesia.
  • Nasi goreng itu lebih enak jika dimakan dengan kerupuk udang.
  • Kucing adalah binatang yang sangat menggemaskan.
  • Mobil berwarna merah lebih bagus dibandingkan mobil warna hijau.
  • Menurut saya, bubur ayam adalah makanan yang sangat cocok dimakan di pagi hari.
  • Bagiku, bubur diaduk lebih enak daripada bubur tidak diaduk.
  • Es teh manis adalah minuman yang paling cocok diminum saat siang hari.
  • Fisika adalah pelajaran yang sangat menyenangkan.
  • Martabak asin lebih enak daripada martabak manis.

Nah, itulah contoh kalimat opini dan juga penjelasan lainnya tentang kalimat fakta dan opini.

Sebagai penutup kami jelaskan ulang bahwasanya kalimat opini adalah kalimat yang berisi pandangan, gagasan, pernyataan yang bersifat pribadi yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment