Pengertian Pantun, Ciri-Ciri, Contoh, dan Perbedaannya dengan Syair

Pengertian Pantun, Ciri-Ciri, Contoh, dan Perbedaannya dengan Syair

Apa yang dimaksud dengan pantun dan apa perbedaannya dengan syair? Simak pengertian pantun, beserta ciri-ciri, dan contohnya di sini.

Jasa Translate Dokumen

Apa yang Dimaksud dengan Pantun?

Pantun adalah jenis karya sastra yang termasuk dalam puisi lama. Pantun mulai berkembang di nusantara pada masyarakat Melayu tradisional. Pada zaman dahulu, masyarakat Melayu tradisional belum tahu cara menulis dan membaca, sehingga penyebarannya dilakukan dari mulut ke mulut. Pada zaman itulah mulai dikenal budaya berbalas pantun antara satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, pantun mulai dikenal luas di berbagai suku daerah di Nusantara. Hampir semua daerah di tanah air kita mempunyai kekhasan pantun masing-masing. Dalam bahasa Jawa, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda disebut sisindiran, dalam bahasa Mandailing dikenal dengan sebutan ende-ende, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa. Sementara orang Melayu, Banjar, dan Minang, menyebutnya sebagai pantun (Suharti, 1994, 2). Ada yang berpendapat bahwa kata pantun berasal dari bahasa Minangkabau “patuntun” yang artinya “petuntun” (Maulina, 2012, 109).

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Pengertian Pantun, Ciri-Ciri, Contoh, dan Perbedaannya dengan Syair
(freepik.com)

Berikut adalah pengertian pantun menurut para ahli.

Pengertian Pantun Menurut Sudaryat

Menurut Sudaryat (2006, 170) pantun adalah hasil karya sastra puisi lama yang bentuknya terdiri dari empat baris dalam satu bait dengan rumus sajak a-b-a-b. Biasanya, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, di mana baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga, dan keempat merupakan isi.

Pengertian Pantun Menurut Suroso

Suroso (2008, 74) berpendapat bahwa pengertian pantun adalah sajak yang terdiri dari empat baris setiap baitnya dan menggunakan rumus persajakan a-b-a-b. Dua baris pertama merupakan sampiran, dan dua baris selanjutnya merupakan isi.

Pengertian Pantun Menurut Ambary

Menurut Ambary (2005, 24) pantun adalah hasil dari cipta karya sastra yang berupa sajak. Setiap bait terdiri atas empat baris, bersajak sengkelang a-b-a-b. Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata, dua baris pertama merupakan sampiran, sedangkan isinya berada di dua baris terakhir.

Pengertian Pantun Menurut Moeliono

Moeliono (2002, 728), pantun adalah bentuk puisi asli Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri dari empat baris, dan bersajak a-b-a-b. setiap baris atau larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan kedua berupa sampiran, sementara baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Dari pengertian pantun di atas, dapat disimpulkan bahwa pantun adalah puisi lama yang berasal dari bahasa Minangkabau “patuntun” yang berarti “petuntun”. Sama halnya dengan jenis puisi lama lainnya, pantun juga terikat oleh beberapa aturan. Pantun terdiri dari empat baris setiap baitnya. Lazimnya, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata dan bersajak a-b-a-b.

Ciri-Ciri Pantun

Jasa Parafrasa

Sebagai salah satu jenis karya sastra, pantun memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain. Berikut adalah ciri-ciri pantun yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

Ciri-Ciri Pantun Menurut Kosasih

Kosasih (2013:198), mengemukakan ciri-ciri pantun adalah:

  • setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata;
  • dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya disebut isi pantun;
  • mementingkan rima akhir dengan pola a-b-a-b.

Ciri-Ciri Pantun Menurut Sudaryat

Menurut Sudaryat (2006:170) ciri-ciri pantun adalah:

  • pantun adalah puisi asli Indonesia;
  • terdiri atas empat baris setiap baitnya;
  • setiap baris biasanya terdiri atas 8−12 suku kata;
  • setiap baris (larik) terdiri atas tiga sampai lima kata;
  • rumus sajak akhir a-b-a-b;
  • baris pertama dan kedua berupa sampiran;
  • sementara baris ketiga dan keempat berupa isi pantun.

Ciri-Ciri Pantun Menurut Suroso

Sementara menurut Suroso (2008:74), ciri-ciri pantun adalah:

  • pantun merupakan puisi asli Indonesia yang tersebar di seluruh daerah dan dikenal oleh masyarakat setiap daerah di Indonesia;
  • banyak menggunakan bahasa daerah dan bahasa Melayu;
  • setiap bait dapat terdiri atas 4 baris atau 2 baris, dan ada yang 6, 8, atau 10 baris;
  • setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata dan umumnya 10 suku kata;
  • setengah jumlah barisnya merupakan sampiran, sedangkan setengah jumlah baris berikutnya merupakan isi;
  • pantun bersajak silang dengan rumus a-b-a-b.

Apa Perbedaan Pantun dan Syair?

Sekilas pantun memiliki kemiripan dengan syair. Keduanya sama-sama terdiri dari empat baris setiap baitnya. Akan tetapi, jika dilihat lebih saksama, pantun dan syair memiliki perbedaan. Perbedaan pantun dan syair adalah:

  • Pantun bersajak a-b-a-b, sedangkan syair bersajak a-a-a-a;
  • Baris pertama dan kedua pantun merupakan sampiran, lalu baris ketiga dan keempat pantun merupakan isi, sedangkan baris pertama hingga keempat syair semuanya merupakan isi;
  • Pantun berasal dari Melayu, sedangkan syair berasal dari Arab.

Supaya lebih jelas mengenai perbedaan syair dan pantun, perhatikan contoh syair dan pantun berikut ini.

Contoh Pantun

Kemumu di dalam semak 
Jatuh melayang seleranya 
Meskipun ilmu setinggi tegak 
Tidak sembahyang apa gunanya

Asam kandis asam gelugur 
Ketiga asam riang-riang 
Menangis orang di pintu kubur 
Teringat badan tidak sembahyang 

Orang Bayang pergi mengaji 
Ke cubadak jalan ke Panji 
Meninggalkan sembahyang jadi berani 
Seperti badan tidak akan mati 

Contoh Syair Ken Tambuhan (Cerita Panji)

Lalulah berjalan Ken tambuhan 
Diiringi penglipur dengan tadahan 
Lemah lembut berjalan perlahan-lahan 
Lakunya manis memberi kasihan 

Tunduk menangis segala puteri 
Masing-masing berkata sama sendiri
Jahatnya perangai permaisuri 
Lakunya seperti jin dan peri

Dari kedua contoh di atas, dapat kita lihat dengan jelas perbedaan pantun dan syair. Pada contoh pantun di atas, setiap baitnya terdiri dari sampiran dan isi serta bersajak a-b-a-b. Sementara pada contoh syair di atas, semua baitnya merupakan isi dan bersajak a-a-a-a.

Leave a comment

Your email address will not be published.