Perbedaan Translator dan Interpreter serta Tips Memilih Jasa Penerjemah

Perbedaan Translator dan Interpreter

Sama-sama bertugas sebagai penerjemah, apa bedanya translator dan interpreter? Simak perbedaan translator dan interpreter berikut ini.

Halo kawan Xerpihan! Ada yang tahu apa bedanya translator dan interpreter? Jika kamu termasuk orang yang belum tahu perbedaan translator dancinterpreter, tenang karena kamu tidak sendirian.

Saat ini masih banyak orang yang belum tahu perbedaan antara translator dan interpreter. Hal ini tidak mengherankan, karena di Google Translate pun, interpreter dan translator sama-sama diartikan sebagai penerjemah. Padahal jika dikulik lebih dalam, interpreter ternyata berbeda dengan translator.

Apa bedanya translator dan interpreter? Yuk kita pelajari bersama.

Perbedaan Translator dan Interpreter

Perbedaan utama antara translator dan interpreter adalah dari segi pelayanannya. Translator merupakan penerjemah yang menyediakan jasa terjemah dalam bentuk tulisan, sedangkaninterpreter menyediakan jasa terjemah secara lisan. Agar lebih jelas, berikut akan dijabarkan satu per satu perbedaan translator dan interpreter, mulai dari pengertian, tugas, dan kemampuan yang dibutuhkan oleh interpreter dan translator. Sebagai tambahan, di bagian akhir akan ada tips dalam memilih jasa penerjemah supaya kamu tidak salah pilih.

Apa itu interpreter dan skill yang dibutuhkan
(freepik.com/tuuyinde)

Apa Itu Interpreter?

Interpreter merupakan sebutan bagi orang yang melakukan kegiatan interpreting. Arti dari Interpreting, yaitu proses penerjemahan secara lisan dari satu bahasa ke bahasa lain, misalnya dari bahasa Inggris ke Indonesia atau Indonesia ke Inggris.

Umumnya, Interpreter dibutuhkan dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh peserta dari beragam negara, seperti sebuah seminar, rapat, konferensi, atau perjanjian bisnis. Baik itu dihadiri secara langsung, maupun melalui telepon atau video.

Metode Interpreting

Terdapat dua metode dalam melakukan interpreting, yaitu simultaneous interpreting dan consecutive interpreting. Sesuai namanya, simultaneous interpreting adalah proses penerjemahan secara lisan yang dilakukan secara simultan atau bersamaan. Simutaneous interpreting biasanya digunakan dalam acara konferensi atau seminar internasional yang dihadiri peserta dari beragam negara sehingga butuh diterjemahkan ke banyak bahasa. Saat menggunakan metode simultaneous interpreting, interpreter akan menerjemahkan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan pembicara menyampaikan pidatonya. Supaya tidak mengganggu jalannya acara, hasil terjemahan lisan tersebut biasanya disampaikan melalui mikrofon yang disalurkan ke headset peserta.

Sedangkan consecutive interpreting biasanya digunakan dalam acara talkshow atau seminar yang hanya menggunakan dua bahasa. Dalam consecutive interpreting, seorang interpreter akan menerjemahkan secara tidak langsung. Di mana interpreter akan mulai menerjemahkan saat pembicara memberikan jeda setelah menyampaikan satu atau dua kalimat.

Peran dan Tanggung Jawab Interpreter

Interpreter berperan sebagai juru bahasa di suatu acara, sehingga tanggung jawab utama seorang interpreter adalah menerjemahkan apa yang disampaikan oleh pembicara ke dalam bahasa yang dikuasai oleh pendengar.

Saat menerjemahkan apa yang disampaikan oleh pembicara, seorang interpreter harus berhati-hati dalam memilih kata-kata agar mudah dipahami oleh pendengar. Seorang interpreter tidak boleh mengurangi atau menambahkan kata-kata yang dapat mengubah makna awalnya. Maka dari itu, seorang interpreter harus memahami tema dan poin-poin yang akan dibicarakan oleh pembicara.

Kemampuan (Skill) yang Dibutuhkan Interpreter

Sebagai seorang juru bahasa, tentunya interpreter harus memiliki kemampuan komunikasi verbal. Kemampuan komunikasi verbal sangat penting bagi seorang interpreter karena mereka bertanggungjawab dalam menyampaikan pesan dari pembicara ke pendengar.

Skill atau kemampuan yang tak kalah penting bagi seorang interpreter adalah kemampuan berbahasa asing. Sebagai seorang penerjemah, tentu saja seorang interpreter harus menguasai minimal dua bahasa, yaitu bahasa yang digunakan oleh pembicara dan bahasa yang dikuasai oleh pendengar. Kemampuan bahasa yang wajib dimiliki oleh interpreter meliputi kemampuan mendengarkan (listening) dan berbicara (speaking). Sebab, seorang interpreter harus bisa memahami apa yang dikatakan oleh pembicara kemudian menyampaikan secara jelas kepada peserta.

Baca juga: Mengenal Machine Translation Tools yang Menjadi Dasar Google Translate

Tips Memilih Jasa Penerjemah
(freepik.com/stories)

Apa itu Translator?

Translator merupakan seseorang yang menerjemahkan suatu bahasa ke bahasa lainnya dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut bisa berupa dokumen, artikel, buku, maupun subtitle video.

Berbeda dengan interpreter yang menerjemahkan secara langsung, translator diberikan rentang waktu yang cukup lama saat menerjemahkan. Dalam melakukan pekerjaannya, translator biasanya menggunakan bantuan kamus, buku tata bahasa, ensiklopedia. dan program penunjang lainnya yang bisa membantu memudahkan pekerjaannya.

Peran dan Tanggung Jawab Translator

Sebagai seorang penerjemah tulisan, translator bertanggung jawab dalam membuat teks terjemahan yang akurat dan mudah dipahami oleh pembaca. Supaya tidak ada kesalahan dalam pemilihan kata, translator biasanya berkonsultasi dengan seorang profesional yang ahli di bidangnya. Selain itu, seorang translator juga diwajibkan untuk memeriksa kembali hasil terjemahannya, mulai dari ejaan hingga gaya bahasa. Bahkan, ada translator yang bekerjasama dengan proofreader atau editor untuk memastikan hasil terjemahannya akurat dan mudah dipahami oleh pembaca.

Kemampuan (skill) yang Dibutuhkan Translator

Sama dengan interpreter, seorang translator juga memerlukan kemampuan berbahasa asing. Namun, kemampuan bahasa asing yang wajib dimiliki oleh seorang translator sedikit berbeda dengan interpreter. Oleh karena translator menyediakan jasa terjemah dalam bentuk tulisan, kemampuan bahasa yang wajib dimiliki oleh translator adalah kemampuan menulis (writing) dan tata bahasa (grammar).

4 Perbedaan Translator dan Interpreter

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa ada empat perbedaan antara translator dan interpreter.

  1. Format pelayanan
    Interpreter bertugas menerjemahkan bahasa secara lisan, sedangkan translator bertugas menerjemahkan bahasa dalam bentuk tulisan.
  2. Waktu penyampaian
    Interpreter menerjemahkan saat itu juga, baik secara langsung, melalui telepon, atau video. Berbeda dengan translator yang baru mulai menerjemahkan setelah teks asli selesai dibuat. Selain itu, translator juga diberikan rentang waktu yang lebih lama.
  3. Akurasi
    Interpreter membutuhkan tingkat akurasi yang lebih rendah dibandingkan translator. Hal ini karena seorang interpreter menerjemahkan secara spontan dan hanya memiliki rentang waktu pengerjaan yang singkat.
  4. Kemampuan yang dibutuhkan
    Seorang interpreter wajib memiliki kemampuan komunikasi verbal agar pendengar paham dengan apa yang disampaikan. Selain itu, interpreter juga harus fasih dalam bahasa sumber dan bahasa target. Sedangkan translator harus memiliki kemampuan menulis dan tata bahasa yang baik.

Baca juga: Aplikasi Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia Gratis Terbaik

Tips Memilih Jasa Penerjemah

Saat ini sudah banyak tersedia jasa penerjemah di Indonesia. Supaya kamu tidak salah pilih, berikut tips dalam memilih jasa penerjemah yang baik.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan
    Setelah membaca bab sebelumnya, kita tahu bahwa jasa penerjemah ada beberapa jenis. Ada jasa penerjemah lisan yang biasa disebut interpreter, juga ada jasa penerjemah dalam bentuk tulisan yang dikenal dengan nama translator. Maka dari itu, saat memilih jasa penerjemah, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan.
  2. Portofolio dan Testimoni konsumen
    Dalam memilih jasa penerjemah, pastikan bahwa jasa penerjemah yang kamu pilih terpercaya. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa portofolio dan testimoni konsumen. Umumnya, sebuah perusahaan jasa penerjemah profesional menyertakan portofolio dan testimoni konsumen di situs web mereka. Jadi sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa mereka, sebaiknya kamu periksa dulu portofolionya, ya.
  3. Jaminan kualitas hasil terjemahan
    Satu lagi yang tak kalah penting adalah adanya jaminan kualitas hasil terjemahan. Jaminan ini bisa berupa adanya revisi gratis. Oleh karena itu saat memilih jasa penerjemah kita harus memperhatikan dengan teliti fasilitas apa yang akan kita dapatkan, apakah ada revisi gratis atau tidak. Akan lebih baik lagi jika dalam jasa penerjemah tersebut juga menyediakan layanan proofreading hasil terjemahan.
  4. Jaminan kerahasiaan dokumen
    Terakhir yaitu adanya jaminan kerahasiaan dokumen. Perjanjian kerahasiaan dokumen sangat penting untuk memastikan dokumen kita tidak disalahgunakan oleh penerjemah. Terlebih lagi jika dokumen yang ingin kita terjemahkan merupakan dokumen rahasia, seperti surat perjanjian bisnis.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan translator dan interpreter. Semoga setelah membaca artikel ini kamu tidak bingung lagi dalam membedakan translator dan interpreter.

Nah, bagi kamu yang sedang membutuhkan translator, kamu bisa menggunakan jasa penerjemah Xerpihan. Xerpihan menyediakan jasa terjemah dokumen dan video (subtitle) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jika kamu tertarik, jangan lupa untuk melihat portofolionya dulu ya. Kamu bisa melihat portofolio Xerpihan di sini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *