Contoh Teks Ceramah Beserta Struktur dan Cara Membuatnya

Contoh Teks Ceramah Beserta Struktur dan Cara Membuatnya

Bingung bagaimana cara membuat teks ceramah? Berikut contoh teks ceramah beserta struktur dan langkah-langkah menyusunnya.

Jasa Transkrip Wawancara dan Video

Apa yang Dimaksud dengan Ceramah?

Ceramah adalah jenis komunikasi berbicara di depan umum. Menurut Mulyadi (2017, 64), ceramah adalah kegiatan menyampaikan informasi, pengetahuan, atau nasihat di depan khalayak umum. Topik yang dibahas dalam ceramah biasanya adalah bidang pendidikan, ekonomi, politik, kesehatan, dan agama. Setelah mengikuti kegiatan ceramah, pendengar diharapkan memperoleh sejumlah informasi yang dapat memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai topik yang dibahas.

Contoh Teks Ceramah Beserta Struktur dan Cara Membuatnya

Selain bertujuan untuk menambah wawasan, di dalam ceramah biasanya juga terdapat kalimat persuasi yang bertujuan untuk mengajak atau membujuk pendengar. Meski begitu, ceramah lebih menekankan pada penyampaian informasi daripada ajakan atau bujukan untuk melakukan sesuatu.

Ceramah umumnya menyampaikan informasi berupa permasalahan aktual yang terjadi di sekitar kita. Umumnya, penceramah merupakan seorang pakar memiliki keahlian tentang permasalahan yang dibahas. Sebelum melakukan ceramah, umumnya penceramah melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Salah satunya adalah menyusun naskah atau teks ceramah agar pembahasannya lebih terstruktur.

Struktur Teks Ceramah dan Contohnya

Jasa Translate Dokumen

Umumnya, setiap jenis teks memiliki struktur yang membuat teks tersebut menjadi utuh dan padu, begitu juga teks ceramah. Isi dalam teks ceramah harus tersusun secara berurutan berdasarkan strukturnya. Berikut struktur teks ceramah menurut para ahli.

Struktur Teks Ceramah Menurut Mulyadi dan Kemendikbud

Menurut Mulyadi (2017, 76), bagian isi dan struktur teks ceramah terdiri dari tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Hal serupa juga dikemukakan dalam Kemendikbud (2017, 92) bahwa struktur teks ceramah meliputi bagian pembuka, isi, dan penutup. Adapun bagian-bagian dari struktur teks ceramah tersebut adalah:

Pendahuluan atau Pembuka teks ceramah

Menurut Mulyadi (2017, 76), bagian pertama dari struktur teks ceramah adalah pembuka atau pendahuluan. Bagian pembukaan teks ceramah berisi pengenalan isu atau permasalahan. Selain itu, di bagian ini juga dijelaskan mengenai pandangan umum penulis tentang topik yang akan dibahas.

Berikut contoh bagian pendahuluan atau pembukaan teks ceramah yang dikutip dari Buku Bahasa Indonesia Kelas XI:

Pemilihan kata-kata oleh masyarakat akhir-akhir ini cenderung semakin menurun kesantunannya dibandingkan dengan zaman saya dahulu ketika kanak-kanak. Hal tersebut tampak pada ungkapan-ungkapan banyak kalangan dalam menyatakan pendapat dan perasaan-perasaannya, seperti ketika berdemonstrasi ataupun rapat-rapat umum. Kata-kata mereka kasar (sarkastis), menyerang, dan tentu saja hal itu sangat menggores hati yang menerimanya.

Pada kutipan contoh tersebut terdapat bagian pembuka teks ceramah yang berisi pengenalan isu atau permasalahan, yaitu tentang menurunnya kesantunan berbahasa masyarakat.

Isi teks ceramah

Isi teks ceramah mengandung argumen atau pendapat pembicara yang berkaitan dengan pendahuluan. Pada bagian isi ceramah, dikemukakan juga beberapa fakta yang digunakan untuk memperkuat argumen pembicara atau penulis.

Berikut contoh bagian isi teks ceramah yang dikutip dari Buku Bahasa Indonesia Kelas XI:

Fenomena tersebut menunjukkan adanya penurunan standar moral, agama, dan tata nilai yang berlaku dalam masyarakat itu. Ketidaksantunan berkaitan pula dengan rendahnya penghayatan masyarakat terhadap budayanya sebab kesantunan berbahasa itu tidak hanya berkaitan dengan ketepatan dalam kepemilikan kata ataupun kalimat. Kesantunan itu berkaitan pula dengan adat pergaulan yang berlaku dalam masyarakat itu.

Pada kutipan contoh teks ceramah tersebut, terdapat bagian isi teks ceramah yang berisi argumen penulis atau pembicara mengenai menurunnya kesantunan berbahasa masyarakat.

Penutup teks ceramah

Bagian terakhir dari struktur teks ceramah menurut Mulyadi (2017, 76) adalah penutup. Bagian ini berisi penegasan kembali atas pernyataan sebelumnya. Di bagian ini biasanya terdapat rangkuman dan simpulan dari ceramah.

Berikut contoh bagian penutup teks ceramah yang dikutip dari Buku Bahasa Indonesia Kelas XI:

Berbahasa santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil. Anak perlu dibina dan dididik berbahasa santun. Apabila dibiarkan, tidak mustahil rasa kesantunan itu akan hilang sehingga anak itu kemudian menjadi orang yang arogan, kasar, dan kering dari nilai-nilai etika dan agama. Tentu saja, kondisi itu tidak diharapkan oleh orang tua dan masyarakat mana pun.

Pada kutipan contoh teks ceramah tersebut terdapat bagian penutup teks ceramah yang berisi simpulan dari penjelasan sebelumnya. Hal ini ditandai dengan kata-kata yang berisi saran dan alasannya.

Struktur Teks Ceramah Menurut Priyatni dan Harsiati

Menurut Priyatni dan Harsiati (2017, 72) struktur teks ceramah adalah:

  • Sapaan;
  • salam pembuka;
  • pembukaan teks ceramah;
  • isi ceramah;
  • kalimat penutup;
  • salam penutup.

Pendapat ini sedikit berbeda dengan yang dikemukakan oleh Mulyadi yang hanya membagi struktur teks ceramah menjadi tiga bagian. Priyatni dan Harsiati membagi struktur teks ceramah menjadi enam bagian dengan merincikan kembali bagian pembuka menjadi sapaan, salam pembuka, dan pembuka ceramah. Sementara bagian penutup dirincikan kembali menjadi kalimat penutup dan salam penutup.

Cara Membuat Teks Ceramah

Jasa Subtitle Youtube dan Film

Ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan saat ingin membuat teks ceramah. Menurut Suparno dan Yunus (2008, 150) langkah-langkah menyusun teks ceramah adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan tema atau topik yang akan dibahas;
  2. Menentukan arah dan tujuan yang mendasari topik yang dibahas;
  3. Mengumpulkan data yang mendukung keseluruhan cerita dapat diperoleh dari pengalaman atau pengamatan di sekitar kita;
  4. Membuat kerangka karangan yang disusun berdasarkan urutan peristiwa, waktu, atau sebab akibat;
  5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang menarik.
  6. Membuat judul karangan atau tulisan.

Hampir sama dengan pernyataan di atas, Mulyadi (2017, 82) juga mengemukakan langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk membuat teks ceramah, yaitu:

  1. Menentukan topik ceramah;
  2. Menentukan tujuan dalam teks ceramah;
  3. Menyusun kerangka ceramah;
  4. Mengembangkan kerangka menjadi teks ceramah yang utuh
  5. Mengevaluasi dan menyunting teks ceramah

Dari kedua pernyataan di atas dapat kita simpulkan bahwa hal yang paling pertama dilakukan adalah menentukan topik atau tema. Menurut Kemendikbud (2017, 131), beberapa topik yang bisa dijadikan bahan ceramah adalah:

  1. pengalaman pribadi;
  2. hobi dan ketrampilan;
  3. pengalaman dalam pekerjaan;
  4. pelajaran sekolah atau kuliah;
  5. pendapat pribadi;
  6. peristiwa hangat dan pembicaraan publik;
  7. masalah keuangan;
  8. problem pribadi;
  9. biografi tokoh terkenal;
  10. minat khalayak.

Contoh Teks Ceramah Singkat

Berikut contoh teks ceramah singkat dalam bahasa Indonesia.

Era Globalisasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang terhormat Kepala SMA Sukses Jaya

Yang saya hormati Wakil Kepala SMA Sukses Jaya

Yang saya hormati guru-guru SMA Sukses Jaya

Beserta seluruh murid SMA Sukses Jaya yang berbahagia.

Salam sejahtera,

Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya, Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung sehingga acara ini bisa terselenggara seperti saat ini.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak semua untuk mengingat kembali, beberapa pola hidup yang telah kita lakukan sehari-hari sehingga tanpa disadari hal tersebut menjadi penyebab terjadinya globalisasi. Apakah globalisasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita?

Pada abad ke 21 ini, globalisasi menjadi hal yang biasa bagi kita. Globalisasi, berarti proses yang mendunia. Tentunya, semua aspek kehidupan merasakan pengaruhnya. Misalnya, di bidang transportasi. Setiap hari kita dapat melihat seluruh jalan raya dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Contohnya mobil. Padahal, sebelum mobil ditemukan, biasanya orang akan berjalan kaki untuk menempuh suatu perjalanan, bahkan yang sangat panjang sekalipun. Selain di bidang transportasi, aspek kehidupan yang terkena dampak globalisasi adalah telekomunikasi. Saat ini hand phone adalah alat komunikasi yang sudah dimiliki oleh setiap orang. Selain hand phone, yang tak kalah penting adalah internet. Globalisasi seperti mengharuskan kita untuk memiliki komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.

Bidang olahraga juga merasakan dampak globalisasi. Saat ini seluruh dunia sangat meminati pertandingan sepak bola, basket, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Bukan hanya kegiatan olahraganya, alat-alat pendukung pun ikut merasakan dampak globalisasi. Contohnya sepatu. Sepatu menjadi alat pendukung yang sangat penting. Model dan bentuk sepatu pun harus disesuaikan dengan olahraganya.

Di bidang kuliner, pengaruh globalisasi juga cukup besar. Makanan khas Barat menjadi sangat populer di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan makanan khas dalam negeri menjadi kurang diminati. Yang tak kalah penting, aspek kehidupan yang juga merasakan dampak globalisasi adalah fesyen. Saat ini tren yang sangat mendunia adalah dari negara-negara barat. Jika orang Indonesia lebih memilih tren luar negeri, siapakah yang akan melestarikan budaya Indonesia?

Dari beberapa aspek yang saya sebutkan tadi, jelas bahwa globalisasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Setiap orang memang dapat merasakan pengaruhnya. Sebagai warga masyarakat yang baik, kita harus bisa menghadapi pengaruh globalisasi dengan mengambil nilai-nilai positif dan membuang nilai-nilai negatifnya. Misalnya, dengan menyeleksi budaya asing yang masuk ke dalam negeri kita. Kita harus bisa memilih budaya yang baik, yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di negeri kita. Budaya dari negeri sendiri harus kita jaga dan lestarikan.

Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada di sini. Hanya itu yang dapat saya sampaikan, apabila ada kesalahan dalam perkataan yang tidak berkenan di hati para hadirin, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

wabillahi taufiq walhidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: http://ud-suksesbersama.blogspot.com/2013/11/contoh-contoh-pidato-rekreatif.html?m=1

Leave a comment

Your email address will not be published.