Bahasa Indonesia

Apa Itu PUEBI? Pengertian PUEBI serta Perbedaan EYD dan PUEBI

Apa Itu PUEBI dan apa perbedaan EYD dan PUEBI? Jika kamu belum paham, yuk simak artikel ini hingga selesai.

Mengetahui apa itu PUEBI merupakan hal yang penting bagi penulis. Kalau kamu sudah tahu pengertian PUEBI serta perbedaan EYD dan PUEBI, tak akan sulit bagi kamu untuk bisa menciptakan tulisan yang sesuai dengan tatanan resmi. Bagi kamu yang belum tahu, sebenarnya kita tidak boleh menulis kata, kalimat, atau paragraf sembarangan. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan resmi atau formal, tulisannya harus baku atau sesuai pedoman.

Pedoman apa yang dimaksud? Jelas jawabannya adalah PUEBI. PUEBI adalah pedoman yang digunakan untuk bisa mengeja kata-kata dalam bahasa Indonesia dengan benar.
Dalam artikel ini, akan dijelaskan apa itu PUEBI, mulai dari pengertian PUEBI hingga perbedaan EYD dan PUEBI. Bagi kamu yang masih belum memahami apa itu PUEBI, baca artikel ini sampai selesai ya.

Baca juga: Apa Itu Kata Baku dan Tidak Baku?

Penjelasan Lengkap Apa Itu PUEBI serta Perbedaan EYD dan PUEBI

(freepik.com/marcovector)

Apa Itu Pengertian PUEBI?

Penjelasan mengenai apa itu PUEBI atau pengertian PUEBI telah dibahas langsung dalam peraturan kementerian. Tepatnya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Dari peraturan tersebut, kita tahu bahwa PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Lantas, apa yang di maksud dengan ejaan?

Apa Itu Pengertian Ejaan?

Menurut KBBI, ejaan adalah aturan dalam penggambaran bunyi-bunyi dari kata atau kalimat dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta aturan dalam penggunaan tanda baca. Biasanya, ejaan memiliki tiga aspek, yaitu fonologis, morfologis, dan sintaksis.

Dari pengertian ejaan di atas, kita tahu bahwa PUEBI adalah pedoman yang digunakan secara resmi dan formal dalam penulisan bahasa Indonesia. Pedoman tersebut berisi aturan dalam penggambaran bunyi suatu kata atau kalimat dan penggunaan tanda baca.

Apa Itu Fungsi PUEBI?

Bisa dikatakan bahwa PUEBI ini berfungsi sebagai sebuah petunjuk atau pedoman yang akan membuat kamu bisa membuat tulisan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dengan menaati PUEBI, maka tulisanmu akan lebih mudah dipahami oleh pembaca.

PUEBI adalah pedoman ejaan bahasa Indonesia pengganti ejaan yang sebelumnya, yaitu EYD. Lalu, apa perbedaan EYD dan PUEBI?

Baca juga: Ciri-Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

Apa Itu Perbedaan EYD dan PUEBI?

(freepik.com/marcovector)

EYD adalah pedoman yang lama sedangkan PUEBI adalah versi barunya. Bisa dikatakan, PUEBI adalah pedoman terbaru pengganti dari EYD sehingga sekarang EYD sudah tidak berlaku lagi.

Penggantian EYD menjadi PUEBI disahkan pada tahun 2015. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 50 tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Pada pasal 2 Peraturan Menteri dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 50 tahun 2015 terdapat pernyataaan, “Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.”

Lalu apa saja perbedaan EYD dan PUEBI? Pembahasan mengenai perbedaan EYD dan PUEBI akan lebih mudah dipahami dalam bentuk daftar. Daftar yang berisi apa yang berubah dari EYD ke PUEBI. simak satu per satu daftarnya berikut supaya kamu tahu untuk menggunakan ejaan mana yang paling benar kedepannya.

Perbedaan EYD dan PUEBI #1: Aturan penulisan huruf tebal

Perbedaan EYD dan PUEBI yang pertama adalah aturan penulisan huruf tebal. Dalam EYD tidak ada aturan untuk menggunakan huruf tebal. Pada PUEBI, huruf tebal digunakan untuk menegaskan kata atau kalimat yang ditulis miring, dan juga digunakan untuk menegaskan bagian dari karangan, yaitu judul buku, bab, dan subbab pada karangan.

Perbedaan EYD dan PUEBI #2: Aturan penulisan huruf kapital

Perbedaan EYD dan PUEBI yang kedua adalah aturan penulisan huruf kapital. Dalam EYD, huruf kapital tidak digunakan untuk penulisan unsur julukan. Namun, huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal dari nama orang, gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan. Pada PUEBI, huruf kapital juga digunakan pada huruf awal dari julukan. Contoh penulisan kapital pada julukan adalah: Dewa Kipas, dan Raja Uang.

Perbedaan EYD dan PUEBI #3: Penambahan diakritik vokal e dalam PUEBI

Perbedaan EYD dan PUEBI yang ketiga adalah penambahan diakritik vokal e dalam PUEBI. Dahulu saat masih berlaku EYD, hanya terdapat 2 pelafalan vocal e, yaitu pelafalan vocal ê (pepet) dan [é] (taling tertutup). Setelah PUEBI berlaku, pelafalan vokal e terbagi menjadi 3 jenis karena ada penambahan [è] (taling terbuka).

Berikut contoh pelafalan ketiga vokal e tersebut.

  • Contoh pelafalan vokal ê (pepet) terdapat pada kata terang, mesin, dan bersih.
  • Contoh pelafalan vokal [é] (taling tertutup) terdapat pada kata ekor, enak, dan seng.
  • Contoh pelafalan vokal [è] (taling terbuka) terdapat pada kata ember, dan pendek.

Perbedaan EYD dan PUEBI #4: Penambahan diftong ei dalam PUEBI

Perbedaan EYD dan PUEBI yang keempat adalah penambahan diftong ei dalam PUEBI. Saat EYD masih berlaku, hanya terdapat tiga diftong, yaitu oi, au, dan ai. Sedangkan dalam PUEBI terdapat tambahan diftong ei. Dengan adanya tambahan diftong ei pada PUEBI, maka sekarang terdapat 4 diftong yang berlaku, yaitu ai, au, oi, dan ei.

Berikut contoh kata yang menggunakan ketiga diftong tersebut.

  • Contoh kata yang menggunakan diftong ai adalah santai.
  • Contoh kata yang menggunakan diftong au adalah harimau.
  • Contoh kata yang menggunakan diftong oi adalah amboi.
  • Contoh kata yang menggunakan diftong ei adalah survei.

Perbedaan EYD dan PUEBI #5: Aturan penggunaan tanda baca titik koma (;)

Perbedaan EYD dan PUEBI yang kelima adalah penggunaan tanda baca titik koma (;). Dalam EYD, penggunaan tanda titik koma (;) digunakan untuk perincian tanpa menggunakan kata dan. Sedangkan pada PUEBI, tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan bagian dari perincian tetap memakai kata dan.

Perbedaan EYD dan PUEBI #6: Aturan penggunaan bilangan

Perbedaan EYD dan PUEBI yang keenam adalah penggunaan nama bilangan pada unsur nama geografis. Dalam EYD, tidak ada yang mengatur penggunaan nama bilangan pada unsur nama geografis. Pada PUEBI, penggunaan nama bilangan pada unsur nama geografis ditulis menggunakan huruf, bukan angka.

Contohnya penggunaan nama bilangan pada unsur nama geografi: Mangga Dua, Raja Ampat, dan Simpang Lima.

Perbedaan EYD dan PUEBI #7: Aturan penggunaan tanda ellipsis (…)

Pada EYD, tanda ellipsis (…) digunakan untuk kalimat yang terputus-putus. Sedangkan tanda ellipsis (…) dalam PUEBI digunakan untuk menulis kalimat yang tidak selesai dalam dialog.
Contoh penggunaan tanda ellipsis (…) pada EYD:
Jika demikian … mari kita lakukan sekarang

Contoh penggunaan tanda ellipsis (…) pada PUEBI:

  • Jadi kesimpulannya adalah … oh, sudah waktunya makan siang.

Perbedaan EYD dan PUEBI #8: Aturan penggunaan tanda hubung (-)

Pada PUEBI, penggunaan tanda hubung (-) dipakai untuk menandai bentuk terikat dari objek bahasan. Dalam EYD, tidak ada yang mengatur penggunaan tanda hubung (-) tersebut.

Contoh penggunaan tanda hubung (-) tersebut adalah: pasca- dan -isasi.

Perbedaan EYD dan PUEBI #9: Aturan penggunaan partikel pun

Dalam EYD, partikel pun ditulis secara terpisah kecuali untuk kata yang lazim digunakan. Pada PUEBI, partikel pun ditulis secara terpisah kecuali partikel pun tersebut mengikuti kata penghubung.

Contoh partikel pun yang ditulis serangkai dengan kata penghubung adalah: bagaimanapun, walaupun, dan adapun.

Baca juga: Jenis-Jenis Kata Ganti dan Contohnya

Jasa Proofreading Dokumen

(freepik.com/marcovector)

Apa itu PUEBI serta apa perbedaan EYD dan PUEBI kini sudah kamu ketahui. Ke depannya ketika kamu ditugaskan untuk menulis sebuah teks formal, kamu sudah tahu bagaimana cara menulisnya. Sebelum mempublikasikan tulisanmu, lakukan penyuntingan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kesalahan ejaan dan tata bahasanya sudah benar. Jika masih ragu, ada baiknya jika kamu menggunakan jasa proofreading. Xerpihan menyediakan layanan proofreading yang akan menyunting tulisanmu dalam hal ejaan, tata bahasa, tanda baca, salah tik, kohesi dan koherensi paragraf, serta logika tulisan.

yasa

Recent Posts

Teks Berita: Pengertian, Struktur, Unsur, Ciri, dan Contohnya

Apa yang dimaksud dengan teks berita? Jika kamu penasaran, simak pengertian, unsur-unsur, struktur, kaidah kebahasaan, dan contoh teks berita berikut…

2 days ago

Apa Itu Kalimat Deklaratif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Apa itu kalimat deklaratif? Jika kamu belum paham, simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimat deklaratif di sini.

1 week ago

Apa Itu Kalimat Pasif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Apa itu kalimat pasif dan bagaimana cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif? Jika kamu belum tahu, yuk kita pelajari bersama.---…

1 week ago