Pengertian Novel, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, dan Perbedaanya dengan Cerpen

Apa itu novel dan apa perbedaannya dengan cerpen? Simak pengertian novel beserta ciri-ciri dan jenis-jenisnya berikut ini.

Jasa Translate Dokumen

Apa Itu Novel?

Kata novel merupakan kata serapan dari bahasa Inggris novel. Secara etimologis, kata novel berasal dari bahasa Latin novellus. Kata novellus dibentuk dari kata novus yang artinya baru. Dibilang baru karena novel adalah jenis karya sastra yang muncul setelah karya sastra lainnya, yaitu puisi dan drama (Priyatni, 2010, 124).

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Jika ditinjau dari segi epistemologi, banyak sastrawan yang memberikan batasan berbeda dalam mendefinisikan novel. Hal ini karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda-beda. Definisi atau pengertian novel menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Pengertian Novel Menurut Husnan

Pengertian novel menurut Husnan, dkk. (1988, 119) novel adalah jenis karya sastra yang lebih pendek daripada roman, tetapi lebih panjang dari cerpen. Isi dari novel mencakup suatu kejadian yang penting dan menarik dari kehidupan seseorang secara singkat dan yang pokok-pokok saja. Perwatakan dari tokoh-tokohnya juga digambarkan secara garis besarnya saja. Peristiwa-peristiwa yang digambarkan di dalam novel akan melahirkan konflik jiwa yang mengakibatkan terjadinya perubahan nasib, terutama untuk tokoh utamanya.

Pengertian Novel Menurut Nurgiyantoro

Menurut Nurgiyantoro (2010, 10) pengertian novel adalah karangan berbentuk prosa yang di dalamnya terdapat rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekitarnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Novel termasuk ke dalam karya fiksi yang dibangun oleh unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Pengertian Novel Menurut Tarigan

Sementara menurut Tarigan (2011), novel adalah suatu cerita yang memiliki alur cukup panjang mengisi satu buku atau lebih. Novel menggarap kehidupan manusia yang bersifat imajinatif.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa novel adalah karangan prosa yang panjang. Isi novel menceritakan suatu peristiwa kehidupan yang mengakibatkan terjadinya perubahan hidup tokohnya.

Ciri-Ciri Novel

Jasa Proofreading Dokumen

Dikutip dari berbagi sumber, ciri-ciri novel adalah sebagai berikut:

  • Novel memiliki jumlah kata sekitar 35.000 kata atau lebih;
  • Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk membaca novel secara keseluruhan minimal 2 jam;
  • Jumlah halaman novel minimal 100 halaman;
  • Tokoh yang ada di dalam novel lebih dari satu;
  • Novel menyajikan lebih dari satu impresi, efek, dan emosi;
  • Kelajuan dalam novel cenderung lebih lambat dari karya sastra yang lain.

Apa Perbedaan Cerpen dan Novel?

Cerpen dan novel merupakan karya sastra yang berbentuk prosa. Walaupun keduanya termasuk ke dalam jenis prosa lama, cerpen dan novel memiliki karakteristik yang berbeda.

Taukah kamu apa perbedaan cerpen dan novel? Menurut Kosasih (2004, 250) yang membedakan novel dengan cerpen atau karya sastra lainnya adalah:

  • Novel memiliki alur yang lebih rumit dan panjang yang ditandai dengan perubahan nasib para tokoh;
  • Tokoh yang ada di dalam novel lebih banyak dengan karakter yang beragam;
  • Latar dalam novel mencakup wilayah geografis yang lebih luas dan dalam waktu yang lebih lama;
  • Temanya lebih kompleks dan ditandai dengan adanya tema-tema bawahan.

Jadi bisa dikatakan bahwa novel memiliki alur yang lebih panjang, tema yang lebih kompleks, dan tokoh yang lebih beragam daripada cerpen. Hal ini karena novel memiliki jumlah kata yang lebih banyak daripada cerpen, sehingga penggambaran ceritanya bisa lebih mendalam daripada cerpen.

Baca juga: Ciri-Ciri Cerpen dan Kaidah Kebahasaannya

Jenis-Jenis Novel

Pengertian Novel, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, dan Perbedaanya dengan Cerpen

Para ahli memiliki perbedaan pendapat dalam mengelompokkan jenis-jenis novel. Ada yang mengelompokkan novel menjadi dua jenis, ada juga yang mengelompokkannya menjadi lima jenis.

Jenis-Jenis Novel Menurut Nurgyantoro

Dalam bukunya yang berjudul Teori Pengkajian Fiksi, Nurgiyantoro (1995) membagi novel menjadi dua jenis, yaitu novel serius dan novel populer.

Novel Serius

Novel serius adalah jenis novel yang memerlukan daya konsentrasi yang tinggi serta kemauan yang kuat dalam memahaminya. Hal ini karena pengalaman dan permasalahan kehidupan yang diceritakan dalam jenis novel ini disoroti dan dijabarkan hingga ke dalam inti hakikat kehidupan yang bersifat universal. Disamping bertujuan untuk memberikan hiburan, jenis novel ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman berharga, serta mengajak pembaca untuk meresapi dan merenungkan permasalahan yang dikemukakan.

Novel Populer

Sesuai namanya, novel populer adalah jenis novel yang populer atau terkenal pada masanya. Jenis novel ini memiliki banyak penggemar, terutama pembaca di kalangan remaja. Permasalahan yang ada di dalam novel populer merupakan permasalahan yang aktual pada masanya, tetapi hanya sampai tingkat permukaannya saja. Pada umumnya, novel ini hanya bersifat sementara dan cepat ketinggalan zaman. Hal ini karena jenis novel ini lebih fokus untuk mengejar selera pembaca pada masanya. Umumnya jenis novel ini lebih cepat dilupakan orang jika sudah muncul novel-novel baru yang lebih populer pada masa sesudahnya.

Jenis-Jenis Novel Menurut Muchtar Lubis

Sementara Muchtar Lubis dalam Tarigan (1991, 165) mengelompokkan jenis-jenis novel menjadi lima, yaitu:

Novel Avontur

Novel avontur adalah jenis novel yang dipusatkan pada pelaku atau tokoh utama. Isinya dari awal hingga akhir menceritakan para tokoh yang mengalami rintangan-rintangan dalam mencapai tujuannya.

Novel Psikologi

Jenis novel ini berfokus pada peristiwa-peristiwa kejiwaan para tokohnya.

Novel Detektif

Novel detektif adalah jenis novel yang berisi tentang cerita pembongkaran rekayasa kejahatan. Biasanya tokoh utamanya merupakan seorang detektif yang berupaya untuk menangkap pelaku kejahatan dengan cara penyelidikan yang tepat dan cermat.

Novel Politik atau Novel Sosial

Novel politik adalah jenis novel yang menceritakan tentang kehidupan golongan masyarakat dengan segala permasalahannya. Biasanya konflik yang ada di dalam novel politik ini mengenai dua jenis golongan masyarakat yang berbeda kepentingan. Misalnya, konflik pemberontakan antara kaum buruh dengan kaum kapitalis.

Novel Kolektif

Jenis novel ini menceritakan pelaku secara menyeluruh, mencakup segala seluk beluknya. Novel ini tidak berfokus pada individu, melainkan pada masyarakat secara kolektif atau bersama-sama.

Jasa Translate Karya Sastra

Nah itu tadi penjelasan mengenai novel, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, dan perbedaannya dengan karya sastra lainnya. Jika kamu ingin menerjemahkan novel atau karya sastra lainnya, jangan ragu untuk menghubungi xerpihan. Kami menyediakan layanan jasa translate jurnal dan karya sastra.

[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment