Apa Itu Kalimat Pasif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Apa Itu Kalimat Pasif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Apa itu kalimat pasif dan bagaimana cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif? Jika kamu belum tahu, yuk kita pelajari bersama.

Apa Itu Kalimat Pasif?

Menurut subjeknya, kalimat dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa itu kalimat aktif. Sederhananya, pengertian kalimat aktif adalah jenis kalimat yang subjeknya melakukan suatu perbuatan. Sementara kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Jika pada kalimat aktif subjeknya melakukan pekerjaan, pada kalimat pasif subjeknya dikenai pekerjaan. Supaya lebih paham tentang apa itu kalimat pasif, berikut pengertian kalimat pasif menurut para ahli.

Jasa Proofreading Dokumen

Pengertian Kalimat Pasif Menurut Para Ahli

Sukini (2010, 9) mengemukakan pengertian kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya menjadi sasaran perbuatan yang dinyatakan dalam unsur predikat. Suatu kalimat dikategorikan sebagai kalimat pasif apabila subjeknya tidak berperan sebagai pelaku, melainkan berperan sebagai sasaran perbuatan yang dinyatakan predikat (Alwi 2003, 345). Umumnya jenis kalimat ini adalah bentuk ubahan yang berasal dari kalimat aktif. Pengubahan bentuk kalimat aktif menjadi kalimat pasif dilakukan dengan memindahkan unsur objek kalimat aktif menjadi subjek pada kalimat pasif.

Sementara menurut Samsusi (via Rusmadji 1993, 92) pengertian kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai penderita perbuatan yang dinyatakan oleh predikat kalimat tersebut. Pendapat ini di dukung oleh Cook (via Tarigan 2009, 27) yang menyatakan pengertian kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai penderita.

Pendapat lainnya dikemukakan oleh Suhardi dalam bukunya yang berjudul Sintaksis. Menurut Suhardi (2013, 12), pengertian kalimat pasif yaitu jenis kalimat yang unsur pengisi fungtor S-nya berperan sebagai penderita atau pasien. Maka dari itu, penggunaan kalimat pasif biasanya cenderung tidak menonjolkan aktor atau pelaku perbuatan.

Biasanya, bentuk kata kerja dalam kalimat pasif mempunyai awalan di- atau ter-. Kalimat pasif yang mempunyai awalan di- pada kata kerjanya bisa dikembalikan ke bentuk kalimat aktif transitif. Sementara bentuk kalimat pasif yang lainnya belum tentu bisa dikembalikan ke bentuk kalimat aktif. Dalam bahasa Indonesia, kalimat pasif yang tidak berasa dari kalimat aktif biasanya menggunakan kata kerja berimbuhan ke-an.

Apa Ciri-Ciri Kalimat Pasif?

Supaya lebih memahami apa itu kalimat pasif, kita perlu mengetahui ciri-cirinya. Adapun ciri-ciri kalimat pasif yaitu:

  • Subjek pada kalimat pasif berperan sebagai penerima perbuatan;
  • Predikat pada kalimat pasif berimbuhan di-, ter-, ke-an, atau ter-an;
  • Objek pada kalimat pasif merupakan subjek pada kalimat aktif;
  • Umumnya terdapat kata ‘oleh’ setelah predikat.
Jasa Translate Dokumen

Apa Saja Jenis-Jenis Kalimat Pasif?

Para ahli berbeda pendapat dalam mengelompokkan kalimat pasif. Ada yang mengelompokkan kalimat pasif menjadi dua jenis, ada juga yang mengelompokkannya menjadi tiga jenis. Bahkan, beberapa ahli ada yang mengelompokkannya menjadi empat jenis.

Menurut Kridalaksana (1993, 156), kalimat pasif dalam bahasa Indonesia terdiri dari dua jenis, yaitu kalimat pasif dengan objek dan kalimat pasif tanpa objek. Maksud dari kalimat pasif dengan objek adalah jenis kalimat pasif yang memiliki objek yang melakukan pekerjaan. Sementara kalimat pasif tanpa objek berarti jenis kalimat ini tidak memiliki objek. Hal ini karena objek pada kalimat ini tidak menjadi fokus utama.

Sementara menurut Sugono (2009, 110), kalimat pasif terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kalimat pasif tipe I, II, dan III.

1. Kalimat Pasif Tipe I

Jenis kalimat pasif tipe I adalah kalimat pasif yang berprefiks di-. Jenis kalimat ini merupakan hasil dari pengubahan kalimat aktif transitif yang dijadikan kalimat pasif dengan mengubah unsur objek menjadi subjek (Sugono, 2009, 110). Akibatnya, verba predikat yang semula berprefiks me- menjadi prefiks di-.

Contoh kalimat pasif tipe 1 adalah:

SubjekPredikatObjekKeterangan
Akudibawakanbekaloleh Ibu
Riodipinjamisepedaoleh temannya
Kepala desasedang disambut oleh masyarakat
Buku Matematikasedang dibaca oleh Nina

2. Kalimat Pasif Tipe II

Menurut Sugono (2009, 111), kalimat pasif tipe II adalah kalimat pasif yang berasal dari kalimat aktif dengan unsur pelaku pronominal persona.

Contoh kalimat pasif tipe II adalah:

SubjekPredikatKeterangan
Baju itutelah ia sumbangkanke panti asuhan
Buku itusedang ia pinjamkankepada temannya
Suratnyatelah saya kirimke kantor
Gaji bulan iniharus kau hemat 
Kue ituaku belidari toko

3. Kalimat Pasif Tipe III

Pada kalimat pasif tipe III, subjeknya dikenai perbuatan yang dinyatakan dalam unsur predikat.  Menurut Sugono (2009, 114), jenis kalimat pasif tipe III ditandai oleh predikatnya yang berprefiks ter- yang bermakna tidak sengaja.

Contoh kalimat pasif tipe III adalah:

SubjekPredikatObjekKeterangan
Sepedakutertabrakmobil 
Jarikuteririspisau 
Bukukuterjatuh di jalan
Mainan adikkuterinjakIbu 
Kartu ujiankuterselip di tumpukan buku

Bagaimana Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif?

Menurut Putrayasa (2009, 11), terdapat dua cara untuk mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif, yaitu menggunakan verba berawalan di- dan menggunakan verba tanpa awalan di-. Apabila struktur pada subjek kalimat aktifnya berupa kata ganti orang, predikat dalam kalimat pasifnya tidak menggunakan awalan di-. Kedudukan awalan di- tersebut harus digantikan dengan kata ganti atau pronominal yang berperan sebagai subjek pada kalimat aktifnya (Chaer 2006, 370-371).

Sementara Alwi (2003, 343) berpendapat bahwa terdapat tiga cara untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif. Ketiga cara tersebut adalah sebagai berikut.

1. Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif Tipe I

Cara yang pertama yaitu dengan menukarkan posisi objek kalimat aktif menjadi subjek kalimat pasif. Di depan unsur subjek kalimat aktif ditambahkan kata “oleh” dan diletakkan setelah unsur predikat pada kalimat pasif. Setelah itu, prefiks me- pada unsur predikat kalimat aktif diganti dengan prefiks di-.

Contoh:

  • Ibu sedang mencuci baju (kalimat aktif)
  • Baju sedang dicuci oleh Ibu (kalimat pasif)

2. Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif Tipe II

Cara selanjutnya yaitu memindahkan objek kalimat aktif ke awal kalimat pasif. Selanjutnya, pindahkan Subjek kalimat aktif ke depan verba dan hilangkan prefiks me- pada predikat.

Contoh:

  • Saya sudah mencuci sepatumu hingga bersih (kalimat aktif)
  • Sepatumu sudah saya cuci hingga bersih (kalimat pasif)

3. Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif Tipe III

Cara yang terakhir yaitu memindahkan objek kalimat aktif ke awal kalimat. Setelah itu, ganti prefiks me- pada unsur predikat menjadi prefiks ter-. Letakkan subjek kalimat aktif setelah unsur predikat dan tambahkan kata oleh di depannya.

Contoh:

  • Kakakku menginjak mainanku (kalimat aktif)
  • Mainanku terinjak oleh kakakku (kalimat pasif)

Butuh Jasa Parafrasa Kalimat?

Itu tadi penjelasan mengenai apa itu kalimat pasif dan bagaimana cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Semoga setelah membaca ini kamu paham bagaimana cara menyusun kalimat pasif yang benar. Namun, jika kamu masih belum paham juga, jangan khawatir karena Xerpihan menyediakan layanan parafrasa yang bisa membantumu mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya.

Jasa Parafrasa

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *